Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Perangkap 4


__ADS_3

Dor!! Dor!! Suara tembakan dan suara kaca pecah seakan membuat semua orang yang ada di sana sangat terkejut.


" Bos maaf kami di serang!"


Tut!! Tut!!


" Abhi apa yang ter-" Panggilan itu pun terputus begitu saja membuat Zac semakin meradang amarahnya.


Dia tak tau harus berbuat apa sekarang kecuali hanya mondar mandir dengan rasa gelisah nya. Dia tau bahwa orang orang nya tak akan kalah dalam hal apapun tapi masalahnya sekarang putra nya ada di sana dan ini pertama kalinya dia berhadapan dengan musuh yang tak tau kekuatannya.


" Auwhh...." Suara teriakan itu kini hampir tak terdengar ketika suara timpa panas itu mengenai kaca jendela kamar nya.


Sarah yang kebetulan ada di sana kini langsung bersembunyi di bawah sebelah kasurnya. Menutupi kepalanya agar tak mengenai sasaran tembakan tersebut.


Bryan berlari dengan kencang menuju kamar yang terjadi babi buta tembakan yang tak tau dari mana asalnya. Beberapa orang yang ada di dalam yang di serang mendadak hanya bisa bersembunyi.


" Tuan muda anda mau kemana?" Antoni yang juga ada di sana mencegah bosnya yang ingin menaiki anak tangga menuju ke arah sumber suara tersebut.


" Sarah ada di dalam!" Suaranya dengan kencang.


" Aku tau Tuan tapi jika anda ceroboh anda sendiri yang terkena tembakan ini..." Cegahnya lagi.


Duar!! Duar!!! Suara keras dari balik pintu rumah itu juga mengejutkan beberapa orang yang ada di dalam sana. Antoni langsung menarik bos nya melindungi nya dengan cara tiarap di lantai dengan seketika.


" Sial..." Umpatnya yang terasa sakit.


Dor!! Dor!! Dor!! suara tembakan kini terdengar lagi tapi suara tersebut tak berada di dalam rumah tapi ada di luar rumah.

__ADS_1


Antoni dan Bryan segera bangun dengan seketika menatap ruangan itu yang berantakan.


Dor!! Dor!! Dor!! baku tembak tak dapat terelakan di sana, mereka yang awalnya tadi terkejut kini dengan segera berlari keluar untuk menyerang para musuh yang berani nya menyerang.


Bryan dengan segera berlari menuju kamar di mana awal mula asal suara tembakan tersebut. Bahkan Antoni juga mengikuti bosnya yang berlari kencang di sana.


Bruak!! Pintu itu kini di buka paksa oleh Bryan dia segera masuk ke dalam sana dan tak menemukan siapapun di sana. Hanya kaca yang berceceran di sana dengan semua benda yang berantakan karena tembak yang tadi membabi buta.


" Sarah kau di mana?" Teriaknya dengan kencang. Matanya menatap sekelilingnya tapi tak menemukan siapapun.


" Bos Nona bersembunyi di sini..." Antoni kini melihat Sarah yang bersembunyi di sebelah ranjang miliknya dengan menutup kepalanya dengan bantal.


Bryan segera berlari menuju ke arah yang di maksud oleh orangnya. Dia segera berjongkok menyentuh tangan Sarah dengan lembut. Sarah tersentak terkejut, matanya langsung menatap ke arah Bryan yang juga berjongkok di sana.


Bug!! Sarah dengan langsung menabrak badan Bryan dengan keras memeluknya dengan erat. Tubuh nya gemetar ketakutan dia takut dengan kejadian yang mendadak seperti ini.


" Kamu tak apa? tak ada yang mengenai mu bukan?" Bryan membalasnya dengan juga memeluknya dengan erat.


Dor!! Satu tembakan itu membuat dia tersadar bahwa mereka belum menyelesaikan ini semuanya. Bryan melepaskan pelukannya menatap wanita itu dengan rasa yang berbeda.


" Tetaplah bersembunyi di sini jangan keluar aku akan menghadapi mereka dengan orang orang ini hem..." Katanya dengan lembut.


Sarah tak menjawabnya dia hanya menatap datar penuh permohonan untuk tak meninggalkan nya tapi dia juga tak boleh egois menahan laki laki tersebut.


" Kau pegang ini, buat jaga jaga dirimu. Aku akan segera kembali oke..." Sarah mengangguk meskipun dia ketakutan.


Sarah lagi lagi tangan nya bergetar ketika menerima sebuah pistol yang di berikan oleh Bryan. Untuk pertama kalinya dia baru menyentuhnya dengan keadaan sadarnya.

__ADS_1


" Kau bisa mengunakannya? gunakan seperti kau mengancam ku dulu!" Bryan tersenyum dan segera berdiri meninggalkan Sarah yang menatap nya dengan rasa yang berbeda.


Bryan tau wanita itu tengah ketakutan tapi dia juga tak bisa menemaninya orang orang nya membutuhkan nya saat ini. Suara tembak masih terdengar begitu keras di luar rumah membuat kedua laki laki itu segera berlari menuju ke depan.


Dor!!!! Dor!! Dor!! Suara tembak itu kini semakin membabi buta seakan tak peduli dengan lingkungan yang berada di sana. Lingkungan yang kecil itu nyatanya kini malah menjadi lingkungan yang penuh dengan baku tembak.


Bryan dan Antoni juga berada di sana melihat beberapa banyak musuh yang tiba tiba menyerangnya hari ini. Bryan dengan segera menembaki orang orang yang bersembunyi di balik rumah yang tertutup ataupun bersembunyi di balik mobil mereka yang terparkir di sana.


Tanpa sengaja Abhi dan Bryan berhadapan ketika mereka sama sama berjongkok di depan mobil. Abhi mengisyaratkan tangan nya yang seakan tangan itu mengatakan untuk menyisakan satu orang untuk di interogasi mereka.


Duar!!! Suara bom itu terdengar keras hingga membuat beberapa orang musuhnya terjatuh begitu saja di sana. Orang orang Bryan ternyata sudah menyiapkan bom yang sudah di rakitnya sendiri.


Semua orang yang ada di sana langsung keluar dari persembunyian nya yang tadi bersembunyi dari timpa panas yang ingin menyerang mereka dari tadi.


" Siapa mereka?" Abhi langung berdiri di depan orang orang yang tergeletak tak bernyawa di sana.


" Apa kita melawan orang yang memiliki kedudukan tertinggi di suatu kota?" Timpal Cristian yang juga ada di sana.


Bryan dan William kini menendang orang orang yang sudah tak bernyawa di sana dengan kakinya. Mereka ingin tau apa mereka benar benar mati atau hanya sandiwara di sana.


" Aku rasa mereka bukan orang yang kita cari Paman, aku yakin ada orang lain di balik ini semua..." Tebak Bryan dengan menatap mereka satu persatu.


" Kau benar! aku yakin mereka juga bukan orang yang melakukan nya. Aku yakin orang yang sesungguhnya masih bersembunyi di balik orang orang ini semua..." Jawab William.


Abhi berjongkok menatap tangan orang yang ada di sana yang memiliki tato yang asing bagi matanya. Abhi menggulung jaket panjang yang ada di sana, di pergelangan tangannya ada sebuah tato dengan tato Pistol yang kecil.


" Coba kau lihat orang yang ada di bawah mu! apakah dia juga memiliki tato Pistol juga?" Abhi kini menyuruh orang orang nya yang juga ada di sana.

__ADS_1


Semua orang terkejut bahwa apa yang telah di temukan oleh Abhi juga ada di tangan orang orang yang tergeletak di sana dengan tak ada nyawa nya.


" Siapa mereka?" Kini penuh dengan tanda tanya siapa musuh mereka yang semua orang yang melawannya memiliki tato pistol di pergelangan tangan nya di sebelah kiri.


__ADS_2