Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Ketakutan 3


__ADS_3

Kedua orang yang ada di dalam itu langsung melihat ke arah belakang, Jennifer terkejut bahwa ada sebuah Van hitam yang mengikuti mereka, sedangkan Steve hanya tenang ketika menatap Van yang ada di belakangnya itu.


" Sepertinya mobil itu mengikuti dari tadi kita keluar dari perusahan Tuan Albert..." Seorang pengawal kini mengatakan nya.


" Sebaiknya kau pegangan Nona, aku akan menancap gas..." Sang supir kini mengatakan dengan cepat dan Jennifer menuruti semua yang di katakan oleh mereka.


Sang supir kini mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, bahkan menembus semua jalanan macet di jalanan sana. Klakson seakan berbunyi tiada henti agar semua kendaraan yang ada di depan nya segera minggir seketika. Jennifer kini ketakutan ketika dia menatap kebelakang bawa mobil itu tetap mengikuti nya dengan sengaja.


Bruak !! suara benturan itu sangat keras hingga membuat semua penumpang seakan terpental ke depan tapi Steve dengan sigap menahan badan wanita itu mengunakan tangan nya hingga wanita itu tak sampai tak mengalami benturan.


Mereka saling bertatapan dengan sebentar sebelum mereka di kejutkan dengan suara tabrakan yang ada di belakangnya.


Jalanan yang ada di sana seakan begitu padat tapi mereka tak peduli dengan keadaan mereka tetap melaju dengan cepat bahkan klakson itu tak ada hentinya terdengar dari tadi, bahkan umpatan dari pengendara lain juga terdengar riuh di jalanan itu.


Dor!! Suara satu tembakan yang di layangkan oleh Van hitam itu kini mengenai kaca belakang mobil Steve tapi peluru itu tak akan bisa memecah kaca belakang itu.


" Auw..." Teriakan dari Jennifer membuat keadaan semakin menegangkan di sana.


" Kita belok ke kanan..." Steve dengan cepat mengarahkan jalanan yang dia tahu kemana jalanan ini.


Klakson dari arah samping kini terdengar membuat semua orang yang ada di sana melihatnya. Mereka tahu siapa yang ada di samping nya, kedua orang yang bakal membantunya. Jennifer yang tadi menunduk ketakutan kini tak berani menegakan kepalanya.


Kini sepeda motor yang ada di samping mobik Steve kini menghalangi Van hitam yang berada di belakangnya dengan cara mengacau konsen orang yang ada di dalam nya itu.


Sepeda itu dengan lihai berbolak kesana kemari agar yang mengemudi tak bisa melihat mobil yang ada di depannya.

__ADS_1


" Jennifer dengar aku, kau harus turun di depan sana. Bersembunyi lah agar kau tak tertangkap mereka, aku yakin mereka akan menyerang ku bukan kau. Jadi aku tak ingin kau terlibat dalam kasus ku..." Steve langsung mengatakan yang harus dia lakukan.


" Tapi Tuan-"


" Turunlah di depan sana, aku tahu betul hutan ini. Berjalanlah masuk lurus ada sebuah gubuk kecil di dalam sana, bersembunyi lah di sana dan aku akan datang mengetuk pintu itu dua kali. Bersembunyi lah jika keadaan aman aku akan menghubungi mu dan menjemput mu di sana..." Jennifer tak tahu harus berkata apa yang jelas dia harus menuruti apa yang di katakan laki laki di sebelahnya itu.


Sang supir kini menancap gas nya dengan tinggi, hingga mobil itu tak bisa melihat mobil yang membawa Jennifer turun tak di ketahui oleh orang orang itu.


" Berhati hati lah..." Jennifer hanya berucap seperti itu sebelum akhirnya dia benar benar turun dari mobil dan mengikuti apa yang di katakan oleh Steve. Entah kenapa dia percaya pada laki laki itu. Tapi pikirannya Steve tak mungkin mencelakai dirinya.


Jennifer yang sudah mulai sedikit berlari masuk ke dalam hutan, membuat Steve lega karena setidaknya dia bisa melawan musuh nya tanpa ada yang tahu selain kelompok nya.


" Ayo kembali..." Sang supir berputar arah menghampiri Van hitam yang ada di belakang nya.


Sang supir kini dengan cepat melajukan mobil nya, dia berhenti di tengah jalan dengan menghadang Van hitam dan sepeda motor yang menghalangi Van tersebut.


Van hitam itu berhenti tapi tak membuat sang pengendara turun. Asap dari knalpot Van hitam itu membuat suasana di sana begitu mencengkam. Mereka yang sudah menantang itu siap di posisi mereka masing masing.


" Kau mengenalnya?"


" Tidak..." Jawaban Steve. Memang dirinya tak mengenal siapa yang menyerangnya kali ini.


Pintu Van itu terbuka memperlihatkan satu orang keluar dari dalam sana, Steve dan pengendara sepeda tadi kini terdiam bahkan dia cukup terkejut siapa yang turun dari Van yang mengejar tadi.


" Kau..." Steve menunjuk orang itu dengan tatapan sengit nya.

__ADS_1


" Kau mengingat ku kawan?" Jawabnya dengan tersenyum miring. " Apa kabar kawan lama, aku merindukan kalian semua maka dari itu aku ingin menguji mu, tapi tak ku sangka aku malah mendapatkan kejutan bisa bertemu dengan Andre juga di sini..." Sambungnya lagi dengan menatap ke arah Andre.


" Ku bunuh kau..." Andre yang ingin maju kini harus di cegah oleh Steve.


" Tenang kawan, aku hanya ingin menyapa kalian. Kau tetap selalu emosi jika bertemu dengan mu. Padahal aku sangat merindukan mu..." Laki laki itu kini tersenyum tipis di sana.


" Cih, aku tak memiliki kawan seperti mu. Kau pengkhianat, sampai kapan pun kau tetap pengkhianat..." Andre menekan kata kata nya dengan kasar.


" Aku sudah melupakan masa lalu tapi kau malah mengungkit nya di sini. Seperti nya kejadian dulu sangat mengenai mental mu?" Laki laki itu tertawa di sana, bahkan kedua orang yang ada di sana tak ada tawa tawa nya mereka menatap orang itu dengan tatapan sinisnya.


" Steve jangan tegang. Aku tak akan lama di sini, aku hanya berkunjung dan kebetulan aku merindukan kalian, jadi aku ingin berkunjung. Aku datang ke markas yang lama tapi markas itu rata."


" Untuk apa kau datang ke sana?" Ucap sinis dari Steve.


" Aku merindukan wanita kecil ku, pasti dia saat ini sudah menjadi wanita yang cantik dan tangguh."


" Tutup mulut mu, aku tak akan menyerahkan adik ku pada mu..." Nada tinggi dari Andre ketika laki laki itu menyebut masalah adiknya.


" Jika dia ingin bersama ku kau tak akan bisa berbuat apa apa kakak ipar..." Jawabnya dengan menatap Andre.


" Bajingan, harusnya kau mati saja..." Andre menekan kata kata nya di sana.


" Kau tak suka dengan ku yang pengkhianat tapi kau suka dengan kekasih adik mu yang mengkhianati kesatuan nya, kau sungguh memalukan..." Laki kaki itu berucap dengan menatap ke arah Andre.


" Aku lebih baik menikah kan adik ku dengan kekasihnya di banding menikah kan adik ku dengan laki laki seperti mu Marco..." Andre menekan kata kata nya dia sungguh membenci laki laki yang ada di depan nya itu.

__ADS_1


Pertemuan itu sungguh tak menyenangkan kedua kubu itu.


__ADS_2