
Kini semuanya telah di tempat mereka masing masing, bersiap dengan segalanya, bahkan para Sniper handal tak luput memantau mereka dari jarak jauh. Tak berselang lama laki laki itu keluar dari rumahnya dengan terburu buru serta diikuti pengawal yang berjalan di belakangnya.
" Kita bergerak..." Abhi yang secara langsung memimpin ini semua kini memberikan perintah dan mereka mengikuti dari jarak jauh.
Perjalan yang mereka lakukan tak cukup waktu sebentar, mereka memasuki sebuah hutan yang lebat, mungkin mereka akan menuju sebuah kabin yang letaknya jauh dari kota.
" Tak ada banyak orang yang tinggal di sebuah kabin waktu musim dingin seperti ini..." Gumam Abhi ketika menyadari bawa orang yang di depannya kini menuju sebuah hutan yang rimbun dengan pepohonan.
Seseorang kini melapor segera kepada Abhi ketika melihat ada sebuah Van yang juga masuk ke dalam hutan itu. Abhi kini membelokan mobilnya, menerjang pohon pohon kecil yang ada di sana. Semua orang yang di sana sudah terbiasa dengan hal yang mengerikan seperti ini. Kini Abhi tiba di sebuah pertengahan hutan dengan di keliling pohon pohon. Teropong panjang kini memantau mereka dari jarak jauh. Abhi melihat orang itu keluar dengan segera, masuk ke dalam kabin ketika ada seorang yang menyambutnya.
Kini para Sniper juga telah naik pohon pohon untuk memantau mereka dari jarak atas. Kini seluruh Sniper mengarahkan kearah rumah itu.
Seseorang Sniper kini memberikan kode bahwa ada sebuah mobil yang datang dari jarak dekat. Kini Abhi membulatkan matanya ketika dia tahu mobil siapa yang datang di sana. Abhi dibuat syok ketika laki laki itu turun dengan menatap sekelilingnya.
" Kalian akan membayar ini semua..." Ucapnya dengan geram.
Kini satu orang sudah menemukan posisi untuk dia mengarahkan alat pendengar untuk mereka mendengarkan rencana ini.
" Kau sudah tak waras menyuruh ku datang di pagi hari, jika ada yang lihat kita gimana..." Laki laki itu langsung meninggikan suaranya ketika dia sudah masuk ke dalam kabin itu.
" Kau lihat ini..." Laki laki itu menyodorkan foto hadiah tangan serta tulisan itu, laki laki itu kini membulatkan matanya tak percaya.
__ADS_1
" Kita sudah tak meninggalkan jejak sama sekali tapi mereka masih bisa menemukan kita. Mereka tahu bahwa kita ada di balik ini semua..." Sambungnya dengan nada panik.
" Kau bodoh.. jika mereka tahu kita adalah pelakunya kenapa kita masih bertemu di sini, mereka akan mengikuti kita..." Laki laki itu langsung panik ketika mendengar apa yang di katakan oleh rekan nya itu.
Di ujung sana ada orang yang mendengarkan pembicaraan mereka dengan alat Spying.
" Kita di perbolehkan bertindak terlebih dahulu..." Seseorang yang bicara ketika ada sebuah panggilan masuk. " Bos sedang menuju ketempat kita sekarang..." Sambungnya.
Abhi yang mendapatkan kode kini mulai bergerak dengan langkah cepatnya. Dia berlari dengan kencang serta di ikuti orang orang yang ada di belakangnya. Para Sniper juga siap mengarah ke orang orang yang ada di dalam.
Mereka kini melumpuhkan satu orang yang sedang berdiri di sebelah mobil nya, Abhi memelintir kepala orang itu hingga dia langsung tak sadarkan diri. Krek!! kepala itu membuat suaranya yang begitu mengerikan di dengar. Abhi segera meletakan orang itu dengan kasar.
Bruak!! Abhi menendang pintu itu membuat semua orang yang ada di dalam sana langsung terkejut bukan main. Semua orang yang di sana di buat tak percaya bahwa laki laki tegap itu kini berdiri di depan mereka. Mereka saling menodongkan pistol kearah mereka.
" Buang senjata kalian dan segera berlutut..." Suara lawannya membuat Abhi tersenyum kecut ketika langkah kaki nya masuk ke dalam.
" Jangan bergerak, tetap di tempat mu atau ku tembak kau di sini..." Abhi terdiam dengan menatap datar ke arah kedua lawan itu.
" Kau yakin mengancam ku?" Sebuah lampu kecil merah kini berkeliaran di tubuh semua orang yang di sana. Kedua lawan itu hanya saling bertatapan dengan rasa takutnya.
" Ternyata kau benar benar mengkhianati kesatuan mu, dulu kau police yang paling di hormati sekarang lihatlah kau menjijikan..." Laki laki itu kini menatap Abhi dengan tatapan jijik kepada nya.
__ADS_1
" Aku tak butuh ocehan sampah mu..." Abhi dengan segera menembak kaki orang itu, yang membuat suara tembak terdengar ricuh di sana.
Abhi kini melawan satu orang yang ada di sana, saling beradu otot tak dapat dielekan di sana, Abhi dan orang itu kini saling memukul saling menendang satu sama lain. Kini mereka saling mencengkram baju dan saling bertatapan dengan sengit, secepat mungkin Abhi mendorong tubuh lawan itu hingga mereka saling berjauhan dengan mereka yang sama sama terjatuh.
Abhi yang melihat dia tak bisa berdiri kini secepat kilat menendang perut laki laki itu hingga membuat laki laki itu merintih, meringkuk di bawah sana dengan tendangan yang di berikan Abhi yang membabi buta. Sedangkan lawan satu nya kini dapat di lumpuhkan hanya dengan satu tembakan yang ada di kaki nya.
Abhi dengan dada naik turun kini masih terus menendang perut laki laki yang ada di kaki nya itu. " Kau salah memilih lawan bro..." Ucapnya dengan menginjak kepala laki laki itu.
Laki laki itu hanya menepuk lantainya ketika injakan pada kepalanya terasa sakit. " Kau.. pengkhianat..." Ucapnya dengan terputus.
" Aku akan meloporkan ini semua kepada satuan mu..." Sambungnya dengan menahan rasa sakit pada kepalanya.
" Jika kau bisa lari dari ku.. nyawa mu ada di tangan ku sekarang, harusnya kau meminta ampun bukan mengancam ku..." Abhi kini menjawabnya dengan nada dingin nya.
" Aku tak akan memohon pada laki laki seperti mu, cinta mu yang buta membuat mu harus masuk ke dalam mafia itu, harusnya kau ikut terpanggang di sana waktu itu..." Laki laki itu masih tak menyerah mengatai Abhi, sedangkan Abhi yang kini masih menahan amarahnya malah menginjak kepala laki laki itu dengan kencang.
" Lepaskan dia..." Seorang lawannya yang sudah di lumpuhkan itu kini berbicara yang juga menahan rasa sakit pada kakinya yang terkena timpa panas.
" Aku tak akan bongkar siapa kamu, tapi aku mohon lepaskan kami..." Nada penuh permohonan membuat Abhi tertawa kencang.
" Komandan Antoni kau pikir kalian bisa lari dari ku?, kau pikir aku akan mengampuni kalian yang sudah menjadikan aku umpan. Aku tahu kau mengambil keuntungan dari kejadian kemarin..." Ya laki laki itu adalah komandan Antoni, komandan yang berada di kesatuan Abhi, kini melawan Abhi dengan menjadikan Abhi umpan agar dirinya bisa membongkar sindikat itu. Tapi itu semua tak akan terjadi jika tak ada bantuan dari seseorang yang ada di bawah kaki Abhi. Tepatnya kepala laki laki itu ada di bawah kaki tegap yang sedang membawa api amarah yang dari kemarin dia bawah.
__ADS_1
Nah loe siapa satunya 🤣🤣
Bersambung besok ya mak 🤭 mince hari ini nulis satu bab karena mince lagi gk enak badan, kondisi masih harus istirahat. Makasih yang sudah mendoakan kesehatan mince 🙏