Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Season 2_ Merasa Kehilangan 1


__ADS_3

Kehilangan orang yang sangat kita harapan kan adalah menyakitkan. Kesedihan ini tak tahu sampai kapan berakhir.


🌹🌹🌹


" Selamat pagi sayang..." Alex menyapa istri nya ketika melihat mata istri nya terbuka.


Cla membuka mata nya dengan memegang kepalanya yang sedikit pusing karena tertidur terlalu lama.


" Apa kamu mau minum, atau mau makan sayang?" Tanyanya dengan lembut.


Cla hanya menggeleng dan yang biasa dia lakukan saat bangun tidur adalah menyentuh perutnya yang saat ini sudah mengempis.


" Hubby anak kita sudah lahir?" Senyum tipis di bibirnya membuat Alex bingung harus mengatakan bagaimana.


" Sayang sebaiknya kamu makan dulu, dari kemarin sore kamu belom makan sama sekaki..." Alex tak menjawab pertanyaan istri nya, dia mengalihkan pembicaraan nya.


" Aku tidak lapar Hubby, aku hanya ingin melihat anak kita..." Cla bangun dari tidur nya dengan wajah yang begitu sumringah.


" Sayang..." Alex menahan istri nya dengan lembut.


" Hmm... kenapa?, apa dia belum bisa kita lihat Hubby?, seingat ku dia belum waktu nya lahir, anak kita prematur?, apa kita belum bisa melihat nya?" Alex tak bisa mengatakan apapun, dia memandangi wajah istri nya dengan mata yang berkaca kaca, dia tak tega harus memberi tahu apa yang terjadi.


Alex segera memeluk istrinya dengan erat, dengan tangisan yang tertahan. Dia ingin mengatakan bahwa anak nya lahir prematur dan tak bisa di lihat, tapi sampai kapan dia harus berbohong, jika mengatakan jujur kesedihan istri nya akan menyayat hati nya.


" He.. kau menanggis..." Cla merasakan bahwa suami nya menanggis dalam pelukan nya.

__ADS_1


" Kau menanggis bahagia Hubby?, tolong katakan sesuatu pada ku..." Cla di buat bingung oleh tingkah laku suami nya, pikiran nya tak sampai dengan hal yang menyakitkan hati mya.


" Sayang ku mohon.. kita harus bersabar..." Tenggorokan nya seakan tercekik ketika dia harus mulai mengatakan dengan jujur. " Anak kita sudah tidak ada..." Cla melepaskan pelukan nya dan menatap ke arah suami nya.


" Tak ada?, maksud nya, apa yang ingin kau katakan Hubby, jangan membuat ku bingung, ku mohon katakan dengan jelas..." Jantung nya berdegup kencang, dia juga takut bahwa pikiran nya kali ini benar.


" Anak kita sudah meninggal sayang, dia meninggal di saat kamu terjatuh tadi..." Seakan ada ribuan es yang jatuh ke tubuh Cla hingga membuat nya langsung membeku, pikiran nya langsung kosong, air mata nya terjatuh seketika.


" Tidak, kau bercanda, jangan membuat lelucon seperti ini, aku tak suka Hubby..." Cla berharap apa yang di katakan suami nya adalah hanya omong kosong dan hanya bercandaan yang tak lucu.


" Sayang maafkan aku.. tapi ini bukan lelucon, ini kenyataan yang harus kita terima..." Alex menunduk untuk kesekian kali nya leher nya terasa tercekik harus mengatakan semua nya.


" Tidak... anak ku masih hidup, dia tak mungkin meninggal, dia masih hidup, kau berbohong pada ku Alex, hiks.. hiks..." Tangisan nya pecah dengan mencengkram erat baju suami nya.


" Hiks.. hiks.. kau bercanda, anak ku gak mungkin meninggal, dia anak yang kuat dan pintar..." Alex membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya, memeluk nya dengan erat, sangat erat. Mereka saling berpelukan dengan derai air mata yang deras.


" Sekarang di mana anak ku?, aku ingin melihat nya..." Cla melepaskan pelukan suami nya dan menatap wajah suami nya.


" Jonathan dan ayah sedang mengurus pemakaman anak kita."


" Aku ingin ke sana, antar aku ke sana..." Kata nya dengan sinis.


" Sayang kau tak di ijinkan turun dari kasur mu..." Alex mencegah istrinya yang akan turun dari kasur nya, kaki nya sudah berada di bawah dengan siap turun.


" Aku ingin ke sana, aku ingin melihat wajah anak ku..." Cla tak peduli dengan larangan suami nya, dia tetap kekeh turun dari ranjang nya.

__ADS_1


" Sayang tenangkan diri mu..." Alex memeluk tubuh istrinya dari arah belakang, agar istri nya tak jadi turun.


Cla melepas paksa infus yang berada di tangan nya, tanpa memperdulikan apa yang di katakan suami nya, darah segar menetes dari tangan Cla dengan deras.


" Sayang..." Alex begitu panik ketika darah itu terus menetes dari tangan istri nya. Alex segera memencet tombol agar sang dokter segera masuk kedalam kamar mereka.



" Nyonya tenangkan diri anda dulu..." Ucap sang dokter dengan memegang tangan Cla.


" Lepaskan.. aku ingin ke pemakaman anak ku..." Cla berteriak histeris ketika sang dokter datang, dia memberontak dalam dekapan suami nya. Tentu ini menyakitkan hati Cla, hati ibu mana yang tak sedih.ketika mendengar kabar anak nya meninggal dalam kandungan.


" Sayang ku mohon tenangkan dirimu..." Alex semakin mempererat pelukan nya kepada tubuh istrinya.


" Aku ingin melihat anak ku untuk terakhir kali nya, ku mohon, setelah ini aku tak bisa melihat nya lagi..." Cla memohon agar suami nya mengerti, dia tetap menanggis histeris di sana.


" Sayang."


" Aku mohon, dia anak ku, dia besar di perut ku hiks.. hiks. Bagaimana bisa aku tak kau ijinkan melihat dia untuk terakhir kali nya hiks hiks..." Tangisan nya seakan menyayat hati.


" Lepaskan dokter, aku tak butuh infus, aku hanya ingin melihat anak ku untuk terakhir kaki nya..." Teriak nya dengan kencang.


" Lebih baik aku menyusul anak ku, dari pada aku tak kalian ijinkan melihat anak ku untuk terakhir kali nya..." Kali ini Alex tak bisa mengatakan apapun, dia juga terluka sama hal nya dengan istri nya.


Cla sedikit tenang, meringkuk dalam pelukan suami nya ketika dokter bisa menyuntikkan obat penenang kepada tubuh wanita yang sedang histeris dari tadi.

__ADS_1


" Aku membenci mu Alex..." Sebelum dia memejamkan mata nya dalam dekapan suami nya.


__ADS_2