
" Minggir.. Cla trauma melihat pertengkaran.. kekasih macam apa kau ini.." Hans mendorong tubuh Alex agar dirinya bisa mendekati Cla yang berteriak.
" Clarissa tak apa ini aku Ariana.." Ariana yang mencoba menenangkan sahabat nya.
" Tidak, tidak.. ayah jangan pergi, bukan ayah yang bersalah.." Lagi lagi Cla berteriak dengan histeris.
" Sayang ini aku Hans, bukan mereka.." Hans juga menenangkan Cla. " Tidak terjadi apapun Cla, aku bersama mu, pertengkaran ini tak akan terjadi lagi.." Sambung nya tapi Cla tetap tak ingin membuka mata nya, dia malah memejamkan mata nya dengan rapat.
" Jangan sentuh wanita ku.. minggir.." Alex mendorong tubuh Hans hingga dirinya terjatuh dari jongkok nya.
" honey ini aku Alex, buka mata mu. Semua nya baik baik saja, tidak ada yang akan terjadi.." Alex menyentuh tangan nya, membuka tangan nya yang menutupi wajah ayu nya.
" Alex.." Satu nama yang dia panggil ketika mata cantik itu terbuka.
" Aku di sini.." Cla memeluk nya dengan erat.
" Jangan bertengkar lagi, ku mohon aku takut honey.." Suara isak tangis terdengar di sana.
" Maafkan aku membuat mu takut. Ini tak akan terjadi lagi.." Alex mengendong tubuh wanita nya, berjalan masuk kedalam kamar mereka, meninggalkan semua orang yang di sana.
" Pergi dari sini.." Ariana mengusir Hans yang tetap berdiri di sana dengan memperhatikan sahabat nya masuk kedalam kamar.
__ADS_1
" Tidak, aku ingin menemani Cla.." Jawab nya dengan berjalan.
" Clarissa sudah di temani oleh Alex, kekasih nya.." Arnold menghalangi langkah nya yang akan membuka pintu kamar sahabat nya.
" Hans pergi dari sini, jangan membuat keributan lagi. Kau tak kasihan melihat Clarissa seperti itu tadi.." Perkataan Ariana membuat Hans membalikan badan nya berjalan menuju pintu keluar apartemen milik Clarissa dengan perasaan yang tak rela, tapi demi kebaikan nya dia lebih baik mengalah dan pergi dari sana.
Alex hanya memandangi wanita nya yang tertidur, guratan di kening nya menandakan kecemasan dan ketakutan meskipun di dalam tidur nya. Alex membersihkan keringat yang berada di kening nya.
" Apa sebegitu takut kamu melihat pertengkaran, hinga kamu seperti ini honey. Kenapa kau ketakutan meskipun dalam tidur mu.." Kata nya dengan pelan.
" Ayah.." Gumam nya dalam tidur dan Alex mengelus pipi nya. " Jadi apa yang aku dengar kemarin benar ada nya.." Kata nya dengan tetap pelan dengan memandangi wajah kekasih nya.
" Ayah, jangan pergi.. Ayah hanya membela diri, Ayah bukan pelaku nya.." Gumam nya dalam tertidur.
" Ssttt.. tidur lah honey, semua nya sudah terlewatkan tak ada yang perlu kamu takut kan lagi sekarang.." Alex memeluk Cla dari arah samping nya.
Sedangkan di luar kamar, Arnold berfikir apa yang terjadi pada teman nya, kenapa dia berteriak seperti ini.
" Apa yang kamu pikirkan sayang?" Suara Ariana mengejutkan Arnold yang dari tadi melamun.
" Tidak ada.." Arnold mencoba berbohong.
__ADS_1
" Jangan berbohong, katakan ada apa?" Ariana tentu saja tahu bahwa kekasih nya tengah berbohong.
" Itu.. kenapa Cla berteriak seperti tadi. Apa sandiwara agar tak ada pertengkaran lagi, atau memang sungguhan berteriak."
" Kamu kira dia sandiwara?" Ariana tentu saja emosi dengan apa yang di dengar dari mulut kekasih nya.
" Bukan seperti itu sayang, hanya saja aku tahu apa yang terjadi."
" Cla memang trauma melihat pertengkaran, jika ada yang bertengkar hinga adu jotos maka dia akan histeris. Kamu tak akan tahu masa lalu apa yang terjadi dulu Arnold, jadi jangan berfikir bahwa Cla seperti itu karena sandiwara."
" Maafkan aku, aku tak bermaksud."
" Sudahlah kau memang payah.." Ariana meninggalkan Arnold yang duduk di sofa. Ariana lebih memilih masuk kedalam kamar nya meninggalkan kekasih nya. Ariana tak menyangka bahwa kekasih nya mempunyai pikiran bahwa sahabat nya hanya sandiwara.
" Apa dia tak melihat betapa ketakutan nya pada wajah Clarissa, sangking takut nya hinga bergetar tubuh nya.." Ucap nya dengan kesal. " Dasar laki laki tak akan pernah peka dengan apa yang dia liat. Apa dia tak bisa membedakan mana yang sandiwara dan serius.." Sambung nya dengan tetap merasa kesal.
Part dikit dulu ya sayang, masih nungguin si kecil sakit 🤗 Terimakasih yang sudah mendoakan si kecil mimin 🙏🙏.
Like dan vote dulu yuk 🤭 kasih hadiah juga boleh kok 🤗
Komen kalian gak bisa aku balas tapi mimin pasti baca 😗
__ADS_1