
" Buka pintunya.. buka pintunya.. Papa...Mama buka pintunya..." Angel yang berteriak nyatanya tetap tak di hiraukan oleh orang orang yang sedang menjaganya mereka takut membukanya.
" Nona Angel semakin berteriak apa yang harus kita lakukan?" Salah satu dari mereka kini mulai ketakutan dia terlalu lama membiarkan Nona muda nya untuk berteriak di dalam kamarnya.
" Biarkan saja! jika kita buka kamarnya dan Nona kabur kau mau menanggung akibatnya dan Nyawa mu melayang begitu saja!"
" Tidak!"
" Jika tidak maka diam dan pura pura tidak mendengarnya! jika bukan Bos yang menyuruhnya maka diam dan jangan di buka! aku tak ingin mati konyol oleh pistolnya atau pisaunya!"
Orang itu mengangguk dia diam dengan apa yang di katakan oleh temannya, Nyali mereka tak ada yang seberani itu. Mereka lebih memikirkan Nyawa nya di banding membebaskan gadis kecil yang ada di sana yang masih setia berteriak ingin di bukakan pintu kamarnya.
Angel yang merasakan lelah karena dia yang berteriak dari tadi kini kembali duduk dengan pemikirannya yang harus keluar dari sana. Mata gadis itu menatap sekelilingnya dia harus cari cara kabur dengan jalan lain.
Angel kini melihat jendela yang tertutup, dia dengan segera berlari menuju ke arah jendela itu. Dia membukanya dengan perlahan, dia kecewa ketika jendela itu malah ada besi besi yang berdiri kokoh di jendela.
Tapi sedetik kemudian dia tersenyum ketika dia ingat apa yang telah Albert ajarkan selama dia ada di sana. Dia yang tak yakin tapi berusaha untuk mencobanya.
" Tak ada yang salah mencoba pelatihan Paman Al di sini bukan!" Ujarnya dengan tersenyum.
Angel kini menarik meja yang ada di sana meletakkan nya di belakang pintu yang tertutup. Dia juga meletakan satu kursi di atas meja itu agar pintu itu susah di buka jika nanti di buka oleh Papa nya.
Gadis itu kini juga mengambil kursi kecil untuk dirinya jadikan pijakan untuk meraih jendela itu. Angel berdiri di atas kursi, menatap sekeliling luar kamar yang sepi tak ada siapapun yang menjaga.
__ADS_1
Angel kini pertama mencoba memasukan kepalanya dengan perlahan tapi tak bisa dia gagal. Kepanikan adalah hal yang akan membuat dia gagal untuk kabur.
" Angel tenang.. kamu bisa.. Paman Al sudah mengajarkan mu teknik ini dan kau bisa di sana.. sekarang kau tinggal praktek secara langsung..." Gumamnya sendiri dengan menyentuh dadanya.
Gadis kecil itu dadanya bergemuruh tak karuan seakan semuanya akan lepas dari rongga tubuhnya. Tapi dia berusaha untuk tenang.
Jika ingin melakukan apapun ingat Angel tak boleh panik jika kamu panik semuanya akan berantakan. Kamu harus tenang dan fokus. Kunci nya kamu harus yakin jika kamu bisa.
Apa yang di katakan oleh Albert kini dia ingat lagi. Angel berusaha untuk kembali fokus dengan tetap tenang. Dia harus yakin bisa kabur dari sini, dia harus yakin dia bisa melakukan ini.
" Papa maafkan aku.. aku bukannya tak menyayangi mu, aku sangat menyayangi mu tapi sikapmu yang membuat ku takut! aku harus pergi mencari bantuan untuk mu Papa, maafkan Angel yang menjadi anak yang akan melawan mu mulai sekarang! maafkan Angel..." Angel harus meninggalkan Papanya dia harus mencari bantuan untuk kesehatan Papanya.
Angel fokus dia memiringkan badannya serta kepalanya, dia memasukan kepalanya di antara besi besi itu. Setelah kepalanya yang berhasil kini perlahan mulai badannya yang juga miring. Setengah badan itu bisa masuk dan setengah lagi dia lolos keluar dari jendela yang ada besi di antara jendela besar itu.
bug!! Angel lompat dengan perlahan di antara semak semak yang ada di bawah jendela itu. Kakinya terasa sakit tap dia menutup mulutnya untuk tidak berteriak.
" Aku tidak mendengar apapun! kamu ini sekarang parno! diam sajalah! sayangi Nyawa mu jika kau tak ingin mati sia sia di tangan Bos James." Orang itu hanya bisa diam ketika temannya tak percaya bahwa ada suara seperti orang jatuh.
Angel berusaha berdiri menahan rasa sakit pada pergelangan kakinya, dia tak pernah mengalami hal ini dan ini untuk pertama kalinya dia kabur seperti ini. Angel tak mungkin diam saja di sana sedangkan dia yang sudah tau seperti apa kejamnya Papa nya.
Angel berjalan menunduk agar tak ada yang tau jika dia kabur. Dia menatap sekelilingnya dengan waspada agar dia tak tertangkap lagi.
Fokus dengan langkah mu, apapun bisa menimbulkan bunyi. Jika kamu sudah keluar gunakan mata mu untuk lebih hati hati. Otak dan mata mu harus bekerja sama. Jika kamu menimbulkan satu bunyi maka semuanya berantakan.
__ADS_1
Apa yang diajarkan oleh Albert kini dia praktekan secara langsung, Angel berjalan pelan dengan matanya yang meneliti keadaan dia harus berhati hati, dia tak ingin menimbulkan bunyi sedikit pun. Ranting kecil pun bisa menimbulkan efek suara yang keras.
Suara sepatu dan suara sandal bisa membuat orang mendengarnya, jadi jika kamu melewati semak maka kamu harus merelakan sepatu mu, jika di lantai pun lebih baik jangan memakai sepatu. Semahal apapun sepatu mu jika kau dalam keadaan bahaya tak ada gunanya, yang terpenting adalah Nyawamu dan kau harus bisa kabur dan mencari tempat aman.
Angel melapaskan sepatunya dia hanya memakai alas kaki yang tersisa di kakinya. Langkahnya begitu pelan. Dia menatap ke arah matahari yang masih menyingsing di atas sana. Angel dengan perlahan lahan akhirnya dia bisa jauh dari rumah yang di mana dia yang telah di sekap.
Gadis kecil itu menghirup udara sebanyak banyaknya, seakan tadi nafasnya pendek, dia mengatur nafasnya dengan duduk di belakang pohon besar yang menjadi tempat dia bersembunyi.
Dia menatap jalan yang tidak tau kemana arah dia keluar dari sana. Dia mencari jalan keluar tapi dia tak menemukan jalan untuk keluar.
" Aku tak bisa di sini berlama lama aku harus segera pergi jika tidak Papa akan berhasil menemukan ku lagi..." Ujarnya dengan perlahan.
Jika kamu di hutan maka kamu harus melihat sinar matahari dan ikuti tata letak bayangannya dan ikuti lahan dan pahami karakteristik alam di sekitarmu. Yang pertama harus kamu lakukan adalah cari pohon besar yang seakan di beri petunjuk. Hutan selebat apapun pasti akan di masuki oleh manusia, karena orang pedalaman pun akan mencari sumber makanan dan air di hutan.
Angel kembali teringat apa yang di katakan oleh Albert dia berjalan dengan mencari pohon atau tanah setapak yang muda di kenali sebagai petunjuk keluar dari sana. Angel tersenyum senang ketika ada sebuah petunjuk yang memperlihatkan jalan keluar.
Di pohon besar bahkan ada tulisan dengan bahasa εισαγω yang di baca eisago yang artinya adalah masuk. πήγαινε έξω yang bisa di baca pígaine éxo yang artinya keluar.
Angel lega pada akhirnya bahasa Yunani dia sempat di ajarkan oleh Albert. Laki laki itu yang biasa menghadapi peperangan akan selalu tau jika dia pasti akan menemukan bahasa bahasa asing yang tertulis di sana.
Angel lari mengikuti arah jalan yang ada disana, dia terus lari mencari pertolongan. Dia meninggalkan Papanya yang saat ini bahagia karena Violet pada akhirnya ingin kembali bersama.
" Auwhhh...." Angel berteriak dengan kencang.
__ADS_1
Nah loe sambung nanti malam lagi ya 🤭 tadi pagi sudah up juga 🤭 nanti malam sambung lagi 😁
Serpihan Hatinya lanjut setelah lebaran ya 🤭 Orangnya sibuk dengan manja manja cantik 🤣🤣sambil lihatin orang rumah bikin kue 🤣🤣