Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Pertemuan Yang Tak Menyenangkan 2


__ADS_3

" Kau malah sengaja menginjak nya, kau harus ganti Nona..." Orang itu mengambil ponsel yang rusak itu, kemudian dengan cepat mengejar Monica yang menuju kearah sepeda motornya itu.


" Aku tak mau menganti nya, itu salah mu sendiri yang menjadi sok pahlawan itu..." Katanya dengan tersenyum sinis.


" Kau..." Orang itu tetap mengikuti langkah Monica sampai dirinya berhenti di depan sepeda motornya itu.


Monica yang memakai helm nya kini harus tak jadi karena di tahan oleh orang itu, Monica kini merasa kesal bukan main ketika orang itu menghalanginya. Monica melempar helm nya itu dan mengenai perut orang itu.


Tatapan mereka benar benar sengit, seakan ada kilatan yang benar benar ingin membunuh di sana.


" Jika kau bisa melawan ku, maka aku akan membebaskan mu dari ponsel ku, jika kau kalah kau harus menganti nya..." Monica kini malah tertantang dengan apa yang di ucapkan oleh orang itu.


Sedangkan orang itu dari tadi ingin meregangkan otot nya dia tak peduli jika harus saling menyerang di tempat umum. Sedangkan orang itu dari tadi merasa kesal pada sikap Monica yang selalu menatap dirinya dengan menantang. Monica bahkan kini melepaskan jaket nya hingga memperlihatkan tato yang ada di kedua lengan nya itu.


" Maju..." Tangan Monica kini memberi kode agar orang itu untuk menyerangnya terlebih dahulu.


Orang itu kini maju dengan cepat memberikan bogem mentah tapi sayang nya Monica dengan gesit menghindar bogeman itu hingga tak mengenai tangan orang itu. Udara di sana harus mengenai bogeman dari orang tersebut.


Bug!! Monica dengan satu pukulan mengenai lengan orang itu, Monica menendang perut orang itu hingga orang itu mundur dengan cepat dengan menyentuh perutnya yang terasa sakit oleh tendangan itu. Monica dengan cepat membalas bogeman mentah di wajah orang itu yang mengenai hidung orang itu dengan segera mengeluarkan darah segar dari hidungnya.


Orang itu menyentuh hidungnya yang terasa sakit dan darah itu langsung di hapus seketika, dia kembali melayangkan bogeman itu dan mengenai wajah Monica, ujung bibirnya kini sedikit pecah karena tangan orang itu yang mengenainya dengan sengaja. Monica hanya tersenyum sinis ketika merasakan sakit pada ujung bibirnya itu.


Pukulan demi pukulan di sana tak dapat di hindari lagi, mereka saling membalas dengan saling memukul dan saling membalas apa yang di terima oleh mereka. Monica dengan cepat berlari menuju ke arah orang itu, memeluknya dan segera membanting orang itu ke tanah dengan keras. Orang itu merintih kesakitan pada punggungnya ketika di banting di sana.

__ADS_1


" Auww..." Rintihnya dengan pelan menyentuh punggungnya itu.


" Berdiri dan lawan aku, hanya segitu tenaga mu, Cih!!, memalukan..." Katanya dengan tersenyum sinis. Bahkan orang itu masih bertahan di bawah sana dengan menyentuh punggungnya yang benar benar terasa sakit. Baru kali ini orang itu di kalahkan oleh wanita itu.


" Kau bukan lawan ku he..." Sambungnya dengan mengejek. " Lain kali lihat dulu lawan mu, jangan memakai ambisi untuk melawan ku, karena kau akan kalah. Pukulan mu bakan tak sesakit yang aku kira..." Sambungnya dengan mengejek.


Monica kini mengambil helm yang di lemparkan kearah orang itu dengan sengaja tadi.


" Selamat tinggal..." Monica memberikan salam serta senyuman yang manis yang dia pasang. Kini Monica dengan cepat menaiki sepeda motornya melajukannya dengan cepat.


Monica pergi dengan penuh kemenangan yang ada di wajahnya sedangkan oran itu hanya merintih kesakitan pada punggungnya yang terasa panas karena bantingan itu.


Orang itu mencoba duduk dari terlentang nya tadi, mencoba pelan berdiri meskipun rasa punggungnya merasa sangat sakit. Dapat di pastikan punggungnya akan lebam besar.


" Anda tak apa?" Seseorang menghampirinya ketika melihat orang itu terduduk dengan di sana dengan menyentuh punggungnya serta menahan rasa sakit itu.


" Bantu aku berdiri..." Orang itu kini membantunya berdiri, dia meringis kesakitan ketika dirinya mencoba berdiri. Rasanya sangat sakit meskipun dia mencoba pelan berdiri nya.


" Apa perlu saya bawah anda kerumah sakit, aku rasa punggung anda ada yang patah tulangnya..." Tawar orangnya yang membantu nya berdiri.


" Tak apa, tak akan ada yang patah. Mungkin hanya luka lebam saja, nanti akan aku kompres dengan air dingin agar berkurang sakit nya..." Jawabnya dengan meringis.


" Baiklah kalau begitu, mari saya bantu ke mobil anda..." Kini orang itu sedikit di bopong untuk berjalan menuju mobilnya.

__ADS_1


" Terima kasih..." Orang itu mengucapkan terima kasih ketika dirinya sudah duduk di dalam mobil dengan di bantu oleh orang itu.


" Sama sama dan hati hati..." Orang yang ada di dalam mobil itu mengangguk pelan dan orang yang membantunya kini menutup pintu itu dengan segera dan meninggalkan tempat itu.


Sedangkan orang yang ada di dalam mobil kini menyandarkan punggung nya, mencari posisi agar punggung nya tak terasa sakit ketika dirinya membawa mobil. Dengan mengatur nafasnya yang terasa tersengal ketika punggung itu terasa sakit. Dia mengambil air minum yang ada di dalam mobilnya, meminum nya dengan pelan.


" Sialan, akan ku balas kau nanti jika kita bertemu lagi. Baru kali ini aku kalah..." Ucapnya dengan nada kesal nya, dia merasakan sakit yang begitu menyasar sekitar punggung nya yang begitu terasa, di tambah buat bernafas terasa sesak pada nafasnya itu.


Kini orang itu mengemudikan mobilnya dengan pelan, meskipun rasa sakit menyasar nya dia tetap membawa mobil menuju perusahan nya yang sudah menunggu dirinya dari tadi.


Sedangkan Monica kini berhenti di depan lampu merah dan menatap sekeliling nya semua orang yang ada di sana juga menghentikan kendaraan nya. Matanya menatap mobil yang juga berhenti di sebelahnya.


" Hai cantik..." Godanya dengan membuka kaca pintu mobil.


" Cih!..." Jawabnya dengan hanya melirik kearah suara yang ada di sebelahnya itu.


" Cantik, kau ingin kemana?, kita bisa mengantar mu?" Godanya lagi dengan senyuman manis yang di pasang. Tapi Monica tak peduli dengan godaan orang yang ada di sebelah nya itu.


Monica hanya menatap lurus ke depan dengan tatapan santai nya. " Cantik please lihat aku dong..." Laki laki itu tetap menggoda Monica yang dari tadi hanya menatap ke depan.


" Abhi hentikan ocehan mu di sini, dan jangan coba tebar pesona mu di sini. Kalau gak kau akan habis aku hajar setelah di markas..." Ancamnya dengan cepat membuat laki laki itu langsung terhenti dengan terdiam.


Kini lampu merah itu menjadi lampu hijau membuat Monica segera melajukan sepeda nya dengan cepat lagi, Monica kini menuju ke markas nya dia cukup lelah berkeliaran di jalan hari ini.

__ADS_1


__ADS_2