Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ bantai Semua 3


__ADS_3

Kini Jennifer dan Steve berada di ruangan Zac yang sudah menunggu kabar dari tadi. Zac berharap bawa laki laki tua yang bernam Jeremi itu tak melakukan hal seperti itu. Karena dirinya percaya kepada CEO yang di tunjuk olehnya. Tapi kenyataan pahit harus dia telan mentah mentah kali ini, semua bukti yang di serahkan oleh Jennifer kini membuat harapan Zac luntur ketika semua bukti mengarah kearah laki laki itu.


" Berapa yang dia ambil?" Tanyanya dengan mengendalikan rasa kecewa nya.


" Ini Tuan..." Steve menyodorkan laporan berikutnya. Zac hampir membulatkan matanya dengan sempurna dia terkejut dengan angka ada di depannya itu.



Steve sadar bahwa bos nya sungguh kecewa dengan laki laki tua yang bernama Jeremi itu. Sebenarnya bos nya tak menyangka ketika orang audit nya menuduh ada sebuah permainan yang halus di salah satu anak perusahaan miliknya itu.


Zac meremas kertas yang ada di depannya, melemparnya ke sembarang arah. Matanya terpejam menetralkan rasa emosinya yang ingin meledak dari tadi.


" Maafkan saya Tuan, tapi memang Tuan Jeremi bersalah kali ini..." Steve kini membuka suaranya pelan ketika melihat bos nya sedikit terpukul dengan kebenaran yang ada di depannya itu. " Tadi dia juga sempat kasar kepada Nona Jennifer..." Sambungnya membuat Zac langsung membuka mata nya dan menatap ke arah wanita itu.


" Kau tak apa?" Tanyanya dengan panik karena dia juga tahu bahwa punggung wanita itu sakit karena di banting.


" Tidak apa Tuan, untung Tuan Steve langsung menangkap saya, jika tidak pasti saat ini punggung saya patah..." Katanya dengan mengingat kejadian yang berapa jam lalu membuat dirinya menjadi salah tingkah seperti sekarang.


Zac menghela nafasnya lega, setidaknya wanita itu tak cidera saat menjalankan tugas untuk perusahaannya.


" Sekarang ceritakan kau bisa mendapatkan foto foto ini dan divisi keuangan bisa mengakui ini semua..." Zac penasaran bagaimana bisa wanita itu membujuk seorang divisi keuangan untuk mengakui kejahatan bos nya, padahal selama ini jika di tanya semuanya aman aman saja dan tak ada kecurangan seperti ini.


Flashback


Hari itu Jennifer pergi bersama Albert ke anak perusahan itu dengan alasan Albert di suruh Zac untuk mengecek perusahan itu. Albert yang masuk ke dalam ruangan CEO itu ternyata ruangan itu kosong dan dia mulai bertanya ke para staf yang lain. Sedangkan Jennifer langsung mendatangi ruang divisi keuangan dengan gaya santai nya.

__ADS_1


" Kau yang bernama Intan?" Jennifer yang tiba tiba masuk membuat wanita itu gugup bukan main, karena Intan yang sedang menuliskan Cek untuk bos nya yang dia minta tadi sebelum dirinya pergi.


" Kamu siapa, sedang apa disini?" Tanyanya dengan gugup dan langsung berdiri dari duduknya. Karena rasa paniknya dia menjatuhkan cek itu ke lantai.


Jennifer yang berjalan masuk dan mengambil Cek itu langsung tersenyum miring penuh kecurigaan yang mendalam.


" Buat apa uang sebanyak ini keluar?" Tanyanya dengan mengibas kan cek yang ada di tangan nya itu.


" Untung pembelian bagian produksi..." Jawabnya dengan gugup serta tubuhnya gemetar.


" Kau yakin untuk produksi?" Jennifer bahkan bersikap santai menghadapi wanita yang mungkin mereka memiliki umur yang sama.


" Nona anda siapa, jangan ikut campur dengan urusan perusahan kami..." Jawabnya dengan gugup tapi dia berusaha untuk meninggikan suaranya, menyingkirkan rasa takutnya itu.


Bruak!! Wanita itu terkejut dengan memejamkan matanya, dirinya yang ketakutan kini bertambah takut ketika melihat tatapan tajam dari wanita itu.


" Tidak Nona jangan lakukan ku mohon. Aku tak membantunya jika aku tak di ancam oleh si bos..." Ucapnya dengan gemetar bahkan air matanya sudah menetes ketika sedikit di takut takuti seperti ini.


" Kau di ancam?, siapa yang mengancam mu?, dan siapa yang ingin bermain main di sini?, katakan. Jika kau berkata jujur aku akan melindungi mu dan mengatakan bahwa kau tak bersalah disini..." Jennifer kini berhasil menjebak wanita keuangan ini dengan sedikit mengancamnya.


" Apa saya bisa memengang kata kata Nona?, saya takut bahwa bos akan menyerang keluarga saya."


" Kau serta keluarga mu aman jika kau bekerja sama dengan ku."


Wanita yang bernama Intan itu akhirnya menceritakan semuanya, mengatakan bahwa yang bermain main di sini adalah bos nya Tuan Jeremi. Setiap dua minggu sekali dia pasti akan menunggu setoran Cek yang di buat buat seolah bagian produksi dan bagian lain yang meminta uang untuk perbelanjaan. Kadang dirinya sendiri meminta hasil laba perusahan di transfer ke rekeningnya separuh. Intan yang tak bisa berbuat apa apa ketika dirinya di ancam oleh bos nya, jika dirinya tak mau melakukannya maka keluarga nya dan dirinya akan sengsara di dunia ini. Bahkan wanita itu kadang harus mengirimkan uang kepada kekasihnya kadang di pusat perbelanjaan dan kadang di tempat Golf dan hotel. Semuanya itu di arahkan ke bagian keuangan seperti dirinya.

__ADS_1


" Tak ku sangka CEO tua itu yang bermain main..." Ucapnya dengan sinis. " Kau memiliki semua bukti kejahatan nya selama ini?" Sambungnya.


" Saya menyimpannya Nona..." Intan dengan segera membuka brangkas yang hanya dirinya yang tahu sandinya, mengambil semua nota dan copy cek yang dia sengaja lakukan untuk membela dirinya sewaktu terbongkar seperti ini.


" Kerja bagus. Jangan katakan pada bos mu, ini rahasia kita. Kau aman, aku janji itu pada mu..." Intan hanya mengangguk mengerti.


Jennifer kini dengan cepat meninggalkan ruangan wanita itu, menghampiri Albert dan mengatakan semuanya dan mendengarkan semua rekaman dari wanita itu.


" Bisakah kau melindungi wanita itu dan keluarga nya, aku sudah berjanji padanya?" Tanyanya pada Albert.


" Dia akan aman, kau tenang saja..." Jawaban dari Albert membuat Jennifer lega, setidaknya wanita itu aman.


Kejadian itu sebelum dirinya di hajar oleh suhu cantik pada siang hari ini.


Flashback Of


Zac tak menyela apa yang di ceritakan oleh Jennifer, dia meskipun kecewa kepada laki laki tua itu yang sudah di anggap sebagai pamannya kini malah berkhianat di belakangnya, hanya gara gara uang dirinya tega melakukan hal ini kepada orang yang sudah mengangkat derajat nya.


" Steve kau sudah memindahkan keluarga dari Intan?" Zac kini menatap kearah Steve.


" Sudah Tuan."


" Baiklah, antar Jennifer pulang. Biarkan dia istirahat di rumahnya, dia sudah melakukan tugas nya dengan baik.."


" Terima kasih Tuan Zac..." Ucap Jennifer dengan pelan.

__ADS_1


Kini Jennifer dengan dan Steve berjalan keluar dari ruangannya dengan Steve yang membopong tubuh wanita itu mengantarkan wanita itu pulang untuk beristirahat.


__ADS_2