Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Apakah Ini Akan Berhasil 4


__ADS_3

" Suhu aku ingin dia berlatih untuk mempertahankan diri nya berjaga jaga..." Bryan pagi ini langsung mengajak Sarah ke tempat di mana sosok wanita yang selalu di panggil Suhu untuk melatih pertahanan dirinya.


" Bryan siapa wanita cantik ini?" Suhu yang duduk santai di kejutkan dengan kedatangan putra dari anak bos nya.


" Saya Sarah teman dari Bryan..." Timpal Sarah yang langsung memperkenalkan dirinya.


Tapi Suhu cantik itu tak percaya dia meneliti wajah Bryan yang tak berani menatap ke arah dirinya.


" Benarkah teman? aku baru tau Bryan sudah dewasa dan berani mengajak wanita datang kemari..." Katanya dengan tersenyum tipis.


" Suhu aku datang kemari untuk kepentingan lain bukan untuk mendengarkan bercandaan seperti ini."


" Baiklah Tuan Muda! sebaiknya kamu pergi dari sini jemput dia nanti malam..." Usirnya langsung dengan tegas.


Bryan langsung menatap ke arah Sarah seakan dia tak tega meninggalkan wanita itu sendiri di tempat asing.


" Tak apa pergi lah..." Ucapnya pelan.


" Di sini aman Tuan muda! tak akan ada yang berani menyentuh nya."


" Baiklah Suhu aku pergi..." Bryan langsung meninggalkan kediaman Suhu meskipun kakinya terasa berat untuk menjangkau pergi dari sana.


Hatinya seakan tak tega meninggalkan wanita itu seorang diri, mekipun dia tau tempat itu aman tapi hati ya terasa sangat berat untuk pergi dari sana.



masih ingat gak ya sama suhu cantik kita satu ini yang meluluhkan pimpinan Police ganteng kita 🤭


" Astaga kenapa dengan hati ku ini? tak mungkin aku ada rasa dengan wanita yang baru aku kenal bukan? astaga!" Bryan mengusap wajahnya dengan kasar ketika dia tiba di depan pintu rumah Suhu.


" Tidak mungkin bukan? aku rasa, aku harus ke dokter jantung untuk memeriksa jantung ku yang tak karuan saat ini..." Bryan menatap ke arah belakang melihat jauh wanita yang ada di pikirannya itu.


Bryan kini kembali melangkah dengan cepat tapi lagi lagi kaki nya terasa berat untuk pergi dari sana. Hati dan pikirannya kini sama, sama sama ingin tetap di sana.

__ADS_1


" Bryan ada apa datang kemari?" Bariton dari arah samping mengejutkannya yang dari tadi diam di anak tangga depan pintu rumah besar tersebut.


Bryan hanya menggaruk tengkuknya ketika melihat siapa yang menyapa nya dari arah samping. " Selamat pagi Paman..." Sapa nya dengan salah tingkah.


" Apa ada masalah?"


" Tidak! hanya saja aku ada perlu dengan Bibi Monica."


" Ayo masuk kalau begitu! Bibi pasti ada di dalam jika masih pagi..." Ajaknya.


" Aku sudah bertemu dengan Bibi Paman! aku langsung pergi saja kalau begitu..." Bryan yang ingin melarikan dirinya karena takut akan di interogasi oleh Paman nya sendiri.


" Bryan..." Panggilnya dengan penuh penekanan.


Bryan yang ingin masuk ke dalam mobilnya terpaksa harus berhenti dengan memejamkan matanya karena dia tak akan bisa lari dari ini semua.


" Kau ingin lari dari Paman mu?"


Kini mereka berjalan ke sebelah rumah itu dan masuk keruangan yang ada di luar rumah tersebut. Ruangan yang biasa akan di gunakan untuk mereka berdiskusi dalam segala hal.


" Ada apa mencari Bibi mu?" Abhi nampaknya dari dulu tak suka basa basi dia langsung menanyakan maksud keponakan nya datang kerumahnya pada pagi hari.


" Tapi Paman janji jangan katakan pada Mommy ataupun Daddy?"


Abhi hanya menatap ke arah nya dengan datar dia tau keponakannya ini tak ingin masalahnya di ikuti campur oleh Mommy nya karena akan berantakan tak karuan nantinya.


" Paman?"


" Baiklah Paman janji tak akan mengatakan apapun kepada mereka! katakan ada apa?" Kini mereka duduk dengan berhadapan.


Pandangan Bryan kini benar benar serius tak ada wajah yang bercanda seperti biasanya.


" Aku membawa kakak dari mendiang Amel untuk menemui Bibi agar Bibi melatih nya bela diri."

__ADS_1


" Kakak dari mendiang Amel? untuk apa?"


" Paman dia ingin kami membalas kematian Amel yang tragis seperti itu!"


" Apa?" Abhi terkejut bukan main ketika mendengar apa yang di katakan oleh keponakannya itu. " Kau gila? dia tak memiliki bela diri dan dia malah kau ajak untuk misi bahaya ini? apa kau sudah tak sehat Bryan?"


" Paman aku tau dia tak memiliki dasar apapun untuk melindungi dirinya maka dari itu aku ingin Bibi melatihnya..." Bantahnya dengan cepat.


" Apa kau pikir berlatih cukup satu dan dua jam? dua hari tiga hari apa dia cukup menguasai bela diri? kamu dan William saja dari kecil berlatih dan baru bisa di lepas oleh Bibi mu setelah kalian umur 20tahun! apa kau tak ingat itu?" Abhi tak menyangka keponakannya memiliki pikirannya yang sangat sempit seperti itu."



" Siapa nama kakak laki laki Amel itu?" Sambungnya lagi.


" Dia perempuan Paman bukan laki laki!"


" Apa?" Abhi tambah terkejut dengan apa yang di dengar tersebut. " Dia perempuan dan dia ingin ikut misi bahaya ini? astaga Bryan!" Abhi seakan kehilangan akal nya untuk saat ini dia tak tau bagaimana lagi menjelaskan kepada keponakannya satu ini.


" Dia akan hanya menjadi beban kita di misi ini Bryan, dia akan takut mendengar suara tembak dia akan bergetar melihat darah di mana mana. Ini bukan games yang ada di ponsel atau film di bioskop, ini nyata. Apa yang akan kita lakukan nanti adalah kenyataan yang akan dia lihat dengan mata nya sendiri..." Abhi masih tak terima jika ada wanita di misi bahaya ini.


Kecuali wanitanya adalah dari lingkungan mereka yang sudah terbiasa dengan adegan bahaya semuanya. Setidaknya dia memiliki dasar bela diri untuk mempertahankan dirinya dari serangan musuh.


" Dia tak akan menjadi beban untuk kita Paman, aku pastikan itu..." Bryan nampaknya masih ingin membela Sarah yang tak boleh masuk dalam misi ini.


" Dia tak memiliki dasar apa apa untuk melindungi dirinya dan kau mengatakan dia tak akan menjadi beban untuk kita? apa kau yakin dengan apa yang kau katakan?"


" Bukan kah kita memang harus melindungi orang orang kita Paman? dan dia adalah keluarga salah satu dari orang kita yang sudah meninggal. Aku hanya ingin menjaganya saja Paman."


" Menjaganya dengan mengajaknya di medan perang? apa kau gila? apa yang kau pikirkan sebenarnya Bryan?" Abhi masih marah marah kepada keponakannya ini yang dari tadi membantah apa yang di katakan dirinya.


" Dengarkan dulu alasan ku dulu Paman jangan marah marah dulu. Aku memiliki rencana untuk memancingnya para pelaku keluar Paman dan hanya dia yang bisa melakukan ini agar para pelaku bisa keluar!"


" Apa rencana mu yang menjadikan dia umpan bagi para pelaku pembunuhan itu?"

__ADS_1


__ADS_2