Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim 3_ Sesuatu Terjadi 3


__ADS_3

Suara benturan itu begitu keras membuat semua orang yang ada di ruas jalan itu menutup telinga nya bahkan kedua mobil yang sama sama terguling itu membuat semua orang menutup matanya karena kejadian itu mengerikan bagi mereka semua.


" Valarie..." Desis nya pelan ketika melihat mobilnya sudah terguling di sana dengan posisi terbalik.


Zac dengan cepat turun dari mobilnya, lari dengan cepat menghampiri mobil itu yang sudah terbalik.


" Nona.. nona.. jawab saya.. nona buka mata mu..." Sang supir masih berusaha membuka suaranya meskipun semua nya terasa sakit.


" Nona bangun..." Sang supir akhirnya membuka salt belt nya ketika tak menemukan jawaban dari bos wanita nya yang di belakang.


" Honey..." Gedoran yang keras dari luar membuat sang supir segera membuka pintu itu.


Zac dan Steve dengan kencang merusak pintu itu agar tak menghalangi mereka untuk mengeluarkan korban yang ada di sana.


Sang supir akhirnya membuka salt belt dari bos nya, menahan tubuh bos nya agar tak terjatuh ke bawah ketika salt belt itu terlepas. Dengan bantuan sang supir akhirnya wanita yang sedang memejamkan matanya akhir nya keluar dari sana.


Uhuk!! uhuk !! batukan yang kencang serta darah keluar dari mulut sang supir membuat sang supir itu merasa lemas dan pusing, benturan yang keras dari kepalanya membaut sang supir merasakan pusing yang sangat berlebihan.


" Sayang buka mata mu, ku mohon..." Zac menepuk pipi wanita nya yang masih terpejam dari tadi. " Honey buka mata mu, jangan pergi..." Sambungnya dengan nada yang panik. Tangan Zac membersihkan darah yang keluar dari dahi nya.


" Zac..." Desis nya dengan pelan ketika mata itu terbuka dengan sipit.


" Bertahanlah kita akan ke rumah sakit..." Zac dengan cepat mengendong tubuh wanitanya, dia dengan segera berlari memasukan wanitanya ke dalam mobilnya.

__ADS_1


" Zac aku mencintai mu..." Bisiknya dengan pelan sebelum akhirnya wanita itu kehilangan kesadaran kembali. Kejadian ini memang sangat mengerikan bagi orang yang pertama ingin melakukan tantangan seperti ini.


" Bertahanlah ku mohon..." Doanya dengan pelan ketika mereka sudah ada di dalam mobil yang akan membawa mereka ke rumah sakit terdekat.



" Bajinga* ini, bawah mereka ke tempat biasa..." Orang orang itu dengan sigap menyeret kedua orang yang sengaja membuat bos wanita nya tak sadarkan diri sekarang.


Semua orang yang di sana kini sudah di backup sama orang orang Steve tadi, kini pemberitaan hal mengerikan itu tak akan ada di semua berita, jika ada yang sengaja mengirimnya ke media maka dapat di pastikan mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal dari mereka.


" Kau tak apa?" Steve menghampiri sang supir pribadi tadi yang duduk dengan menyentuh kepalanya, membersihkan kepalanya yang keluar darah karena benturan tabrakan tadi.


" Tak apa, hanya sedikit pusing..." Jawabnya dengan santai.


" Tidak, biarkan orang orang yang merawat ku, tak apa. Ini sudah biasa bagi kita, jadi tak perlu khawatir, yang harus kita khawatirkan adalah nona, ini pertama baginya..." Sang supir sebenarnya juga takut terjadi apa apa dengan nona nya, tapi dia harap nona nya tak mengalami luka parah. " Tapi benturan tadi sangat keras, aku takut kepala nona cidera, dua kali benturan pada kelapa nona..." Sambungnya dengan menceritakan apa yang terjadi pada nona nya itu.


" Kita harus selidiki siapa di balik ini, ayo ke tempat biasa..." Steve membantu sang supir berdiri, membopongnya dengan hati hati, karena waktu tangan itu di angkat sang supir meringis kesakitan.


...🌼🌼...


Zac mondar mandir di ruangan di mana kekasihnya sedang di obati oleh sang dokter. Dia merasa bersalah jika saja tadi dia lebih cepat menjawab panggilan kekasihnya ini tak akan terjadi, atau saja dia tak keluar semuanya akan baik baik saja. Pernikahan tinggal besok sedangkan calon mempelai wanitanya masih sedang di rawat oleh sang dokter.


" Zac apa yang terjadi?, kau apakan adik ku ha?" Sang kakak wanita itu kini menghampiri Zac yang sedang panik menunggu di depan ruangan itu.

__ADS_1


" Dia kecelakaan, ada seseorang yang ingin mencelakai nya..." Jawabnya.


" Ini karena ulah mu, kau menempatkan adik ku dalam bahaya, kau memang laki laki bajinga*, kau tak bisa menjaga adik ku..." Emosinya meluap begitu saja. Tadi setelah tiba di rumah sakit Zac menyuruh Steve untuk menghubungi kakak dari wanitanya, dia tak ingin salah lagi jika laki laki ini tak di beri tahu kondisi adik wanita nya.


" Kau pikir aku sengaja menempatkan dia dalam kondisi bahaya he..." Tangan Zac menghempaskan cengkraman tangan Abhi yang berada di baju yang dia gunakan.


" Jika terjadi apa apa dengan adik ku, maka aku akan memisahkan mu bagaimana pun cara nya..." Ancamnya dengan menatap sinis ke arah laki laki gondrong itu.


" Kau tahu aku tak suka di ancam Abhi, jika aku berani memisahkan kita, maka aku akan menculik adik mu, dan ku pastikan kau yang tak bisa menemui adik mu..." Zac kini malah mengancam balik ke arah laki laki yang tengah menatap sengit ke arah nya.


Kini mereka berdua terdiam dengan tatapan yang begitu sengit, tapi mereka saling saling terdiam dan tak ingin membuka suara apa apa lagi, mereka hanya berharap sang dokter segera keluar dan memberi tahu keadaan wanita yang kedua laki laki itu sayangi.


*Tuhan selamatkan kekasihku, aku mohon jangan ambil dia dari sisi ku, aku sangat mencintai nya Tuhan. Aku mohon jangan ambil dia dari ku. Doa Zac dengan menyandarkan punggung nya di dinding.


Ya Tuhan selamatkan adik ku, aku mohon jangan ambil dia dari sisi ku, aku tak akan sanggup jika dia pergi dari ku, sudah cukup aku merasa kehilangan kedua orang tua ku, tapi jangan adik ku sekarang. Jangan kau ambil adik ku dengan cara yang sama dengan kedua orang tua ku dulu. Jika dia sadar aku akan menuruti semua yang di inginkan Tuhan. Valarie sayang ku mohon jangan tinggalkan kakak mu, kasihani kakak mu Val, jangan pergi. Doanya sang kakak yang merasa sedih. Dia juga ingat betul kejadian ini sama persis dengan kejadian kedua orang tua nya yang meninggal dulu. Kedua orang tua nya juga meninggal dalam kecelakaan*.


" Kenapa dokter lama sekali, apa yang terjadi di dalam..." Zac kini kembali panik ketika menyadari hampir satu jam kekasihnya berada di dalam dan sang dokter tak ada satu pun yang keluar yang memberi tahu kondisi di dalam.


" Diamlah jangan berisik, kau berdoa saja..." Abhi menjawabnya dengan ketus, dia juga panik dan berfikir ini juga sangat lama tapi dia masih bisa mengontrol ini semua.


" Kau pikir aku tak berdoa untuk kekasih ku he..." Zac yang sudah panik serta ketakutan kehilangan wanita nya, setiap apa yang di dengar seakan mencari gara gara untuk nya, ucapan dari calon kakak iparnya membuat hati nya terbakar.


Abhi hanya geleng geleng kepala dia tak ingin meladeni laki laki yang wajahnya merah padam karena amarah dan campur rasa panik itu.

__ADS_1


__ADS_2