Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim 3_ Tragedi 2


__ADS_3

" Kenapa bisa kau kecolongan ha, dia bukan orang kita tapi kenapa dia ada di dalam sini..." Kris mengamuk kepada Steve yang lalai dalam tugas nya.


" Aku tak tahu, dia menyamar sebagai pengantar makanan...." Elaknya, dia memang tak tahu karena memang pelaku utama yang di berondong peluruh oleh para sniper tadi adalah laki laki yang menyamar sebagai pengantar makanan, Steve kira semuanya aman tapi tidak semuanya masih di sabotase.


Bug!! Kris melayangkan tinju kepada wajah Steve, dia tak membalas nya meskipun rasa sakit pada ujung bibirnya sangat terasa kebas.


" Itu pukulan karena kau lalai dalam tugas mu, bagaimana jika makanan itu sudah di racuni oleh mereka, kau benar benar ceroboh Steve..." Kris sungguh kesal pada teman nya itu, kenapa dia bisa sangat ceroboh sekali dalam keamanan para bos nya itu.


" Aku salah dan aku minta maaf, kau bisa menghukum ku..." Steve benar benar tak tahu harus bagaimana lagi, dia memang bersalah karena lalai dalam menjalankan tugasnya kali ini.


" Sekarang kita harus cari tahu siapa yang menyerang kita?" Steve mengangguk dan membantu semua orang yang di sana mengurus semua mayat yang tergeletak di sana, membersihkan semua bukti agar tak tercium pihak kepolisian. Untungnya di sana tadi pistol mereka memakai peredam suara hingga tak menimbulkan kegaduhan yang besar.


...🌼🌼...


Zac dan Abhi kini menunggu di luar ruangan UGD ketika Jonathan di bawah masuk tadi, Zac yang seluruh jas nya berlumuran darah menjadi pusat perhatian banyak orang yang di sana, mereka yang melihatnya memiliki tanda tanya kepada nya, tapi karena tatapan mata nya seakan mereka tak ada yang berani bertanya.

__ADS_1


" Sebaiknya kamu lepas jas mu, jas mu banyak darah..." Zac yang langsung melihat pada jas nya ketika Abhi mengatakan hal itu, dia dengan cepat melepaskan jas itu dan membuang nya ke tempat sampah di mana tak jauh dari mereka berdiri.


" Terima kasih..." Abhi hanya terdiam ketika mendengan calon adik iparnya itu mengucapkan terima kasih kepada nya. " Kau bisa pergi, aku bisa sendiri di sini..." Sambungnya lagi.


" Tidak, aku akan di sini. Jika ada yang menyerang kalian lagi bagaimana?, biarkan aku di sini..." Zac tersenyum tipis ketika mendengar calon kakak iparnya itu memberikan perhatian secara tidak langsung. Dan Abhi tak menyadari bahwa dirinya secara tidak langsung juga mengkhawatirkan calon adik ipar nya itu.


" Honey.. kau tak apa?" Valarie yang tiba tiba datang langsung menghambur ke pelukan kekasihnya itu.


" Sayang kau tak apa?, tak ada yang menyerang mu juga kan?" Zac juga membalas pelukan kekasihnya itu, dia lega karena kekasihnya itu baik baik saja.


" Tidak, aku baik baik saja..." Jawabnya dengan memeluk kekasihnya. " Siapa yang melakukan ini pada mu honey?" Tanyanya dengan nada penuh kekhawatiran.


Ehem.. Abhi dengan sengaja terbatuk pelan ketika melihat adegan adik nya dengan kekasihnya yang sangat romantis. Mereka saling melepaskan pelukannya dan mata Valarie menangkap kakak nya yang duduk di sana tak jauh dari mereka.


" Kakak..." Liriknya dengan pelan. " Jadi ini ulah kakak?, kakak yang menyerang kekasih ku?, kenapa kakak tak ada habis nya untuk memisahkan hubungan kami..." Valarie langsung menuduh semua nya kepada kakaknya itu, sedangkan Abhi hanya menatap tak percaya kepada adik nya itu.

__ADS_1


" Sayang hentikan tuduhan mu itu, kakak mu yang membantu ku untuk melawan mundur para musuh dan kakak mu juga yang membawa kami ke sini..." Perkataan Zac membuat kekasihnya itu tak percaya, dia menatap kekasihnya dan kakaknya secara bergantian.


" Kau tak percaya pada kakak mu ini?, harusnya kau berterima kasih pada kakak mu bukan malah menuduh kakak mu yang tidak tidak..." Abhi menatap adik nya dengan tatapan datarnya, bahkan dia tak percaya bahwa adik wanita nya itu sekarang malah menuduh melakukan kejahatan yang tidak dia lakukan dan itu sangat tidak enak di hati nya.


" Maafkan aku kak..." Valarie tersenyum menghampiri kakak nya itu, memeluknya dengan rasa bersalahnya karena sudah menuduh sang kakak yang telah melakukan hal itu kepada kekasihnya. " Habis kakak selalu menuduh kekasihku jadi aku pikir kakak nya yang menyerang kekasihnya juga hari ini, maafkan aku..." Sambungnya dengan tetap berada di pelukan kakaknya itu.


" Sudahlah jangan di bahas lagi oke..." Hati Abhi kini bergemuruh tak enak, dia merasa sakit hatinya ketika adik nya menuduh yang tidak dia lakukan dan sekarang dia tahu bagaimana rasa nya di tuduh hal yang tak dia lakukan adalah hal sangat tak enak sama sekali, bahkan harga dirinya seakan terluka oleh tuduhan itu.



Kini mereka semua telah menunggu sang dokter mengeluarkan peluruh itu dari punggung Jonathan, Zac sama sekali belum menghubungi istri sepupunya itu dia tak ingin istri sepupunya itu mengamuk di sana. Dia akan memberitahu nya jika sang dokter sudah mengeluarkan peluruh itu, meskipun nanti pada akhirnya wanita itu mengamuk setidaknya sak dokter tak terganggu dengan suaranya yang teriak teriak ingin ikut ke dalam mendampingi suaminya..


Hati Abhi tiba tiba menghangat ketika melihat bagaimana laki laki gondrong itu memperlakukan adik nya dengan lembut, bahkan sangat memanjakan adik wanita nya itu. Hati Abhi terasa senang ketika melihat wajah kebahagian terpancar dari wajah adiknya dengan nyata. Kali ini dia bisa melihat sendiri seperti apa kebahagian adik nya dengan laki laki itu, dan bisa melihat sendiri seperti apa ketulusan cinta berdua.


Abhi tahu saat ini laki laki gondrong itu juga tengah panik karena sang dokter belum juga memberitahu kabar apapun, tapi dia juga tak lupa memperhatikan adiknya itu, bahkan dia mengutamakan adik nya itu. Bibirnya menarik senyuman sekilas sebelum akhirnya wajah itu kembali datar.

__ADS_1


*Siapa yang menyerang mereka?, apa memang ada yang sengaja ingin membunuhnya?, siapa yang ingin dia bunuh, dia atau laki laki yang sedang berada di dalam sana?, teka teki ini harus aku cari tahu sendiri. Jonathan laki laki itu bernama Jonathan tapi Jonathan siapa?, di dunia ini dengan nama Jonathan sangatlah banyak, tak hanya satu. Astaga kenapa sekarang malah aku terjebak di sini, aku juga ikut membantu membunuh para musuh nya, jika aku melaporkan kasus ini maka aku akan terseret juga di sana, tapi jika tidak, aku tak bisa menyelidiki kasus ini. Ya Tuhan aku benar benar terjebak sekarang, maju tak bisa mundur pun juga tak bisa sekarang. Aku tak tahu harus berbuat apa sekarang, aku benar benar tak bisa berbuat apa apa. Batin nya bergejolak, dia tadi membantu para mereka semua membunuh musuh mereka yang menyerang, dan itu sangat bertolak belakang dengan dirinya yang menjadi police. Tapi jika tadi tak dia bunuh maka dia yang akan terbunuh di sana.


Ini benar benar sial, aku terjebak dengan orang yang ingin aku penjarakan, jika mereka masuk penjara maka aku juga akan masuk penjara. Malam yang sial*.


__ADS_2