Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Ini Hanya Awal 6


__ADS_3

Mata mereka saling bertatapan, tatapan yang begitu memancarkan arti masing masing dari mata mereka sendiri. Alex yang menatapnya dengan tatapan amarahnya, dia yang mengetahui semua cerita dari Singa, siapa lawannya dan kenapa gadis lugu tadi kini seakan membenci sang kakak dan sekarang rasa geram nya seakan memuncak ketika berhadapan langsung dengan laki laki itu.


Sedangkan Adriano kini menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya, dia menatap seakan meminta penjelasan dari semua yang di ucapkan oleh Alex, seakan dia ingin mengetahui semuanya itu. Tapi Alex tak mengatakan apa apa lagi, dia hanya membisu dengan menatapnya dengan tangan. yang mengepal.


" Sayang sudahlah jangan hiraukan dia..." Allinna kini menyentuh lengan suaminya yang menatap penuh dengan kemarahan. " Dia hanya laki laki bodoh, yang tak tahu apapun."


" apa yang ingin kalian katakan sebenarnya he?"


" Adriano..." Suara kencang serta dingin itu membuat sang pemilik nama itu langsung menatap ke arah pintu masuk cafe tersebut. Adriano kini di buat tak menyangka bahwa ayah mertuanya bisa ada di sana dengan wajahnya yang garang.


Albert kini di buat terkejut ketika melihat siapa yang masuk terburu buru ke dalam cafe tersebut. Albert kini tersenyum sinis ketika laki laki tua itu melewati meja nya.


'Peter kau muncul terlalu cepat, harusnya kau nanti saja munculnya. Tapi sepertinya Tuhan sudah tak sabar juga melihat kehancuran mu, dan paman Yun pasti senang melihat nya diatas sana' Batin Albert kini dia juga sudah mulai harus bersiap siap dengan tugasnya.


" Ayah kenapa di sini?" Bisiknya dengan pelan.


" Tutup mulut mu dan hentikan omong kosong ini. Jangan bertingkah bodoh..." Ucapnya dengan pelan dan penuh penekanan setiap kata katanya itu.

__ADS_1


" Madam Allinna, dan Tuan Alex senang bisa bertemu anda lagi, sepertinya kita sudah sangat lama tak berjumpa..." Peter kini tersenyum dia hanya ingin memperbaiki keadaan yang sepertinya memanas. Dia bisa lihat dari raut wajah Alex yang memerah padam tak karuan ketika menatap menantunya.


" Jangan basa basi dengan kita Tuan Peter, apa yang membuatmu datang kemari juga?, kau ingin mengatakan bahwa aku juga yang mencuri tender besar mu itu?" Allinna kini langsung mengatakan dengan suaranya yang ketus. Dia yang dulu begitu hormat kepada laki laki tua itu kini hilang sudah, dia kini malah tak ingin menghormatinya lagi.


Peter kini yang mendengar suara wanita yang biasanya lembut kini suaranya begitu ketus ketika menjawab dirinya. Peter kini merasa kesal kepada menantunya itu. Karena ulahnya akan membuat semuanya menjadi rumit.


" Madam Allinna maafkan menantu saya yang bodoh ini. Dia memang tidak tahu apapun tentang bisnis, dia juga baru beberapa tahun ini mengantikan posisi saya. Dia menjabat CEO dan anda fakum dari bisnis, jadi dia tak mengenal anda dan suami anda ini..." Peter kini harus mengalah, dia tak ingin mencari masalah kepada wanita serta suami nya. Dia lebih bauk mengalah di banding berurusan dengan ayah wanita itu yang menjadi ketua mafia.


Peter kini lebih baik menjadi pecundang dan lebih baik menunduk serta membuang harga dirinya yang tinggi di banding harus berurusan dengan para mafia. Karena dia tahu jika berurusan dengan para mafia tak hanya satu kesalahan yang mereka cari dan akan mereka bongkar tapi semua kejahatannya akan di bongkar dan itu gak akan di biarkan oleh Peter, dia tak ingin kejahatan yang selama ini dia tutupi, terbongkar hanya karena kebodohan menantunya itu.


" Tak masalah Tuan Peter, anda bisa mengajarinya untuk bersikap sopan, dan anda bisa mengajari dia dalam dunia bisnis. Sepertinya anda harus mengajarinya agar menantu anda lebih mengenal lagi siapa saja yang lebih tinggi dari dirinya, saya tak suka dengan sikap sombongnya yang suka meremehkan orang lain. Dia belum tahu siapa saya dan belum tahu perusahan saya tapi dia sudah menjatuhkan perusahan saya..." Ucap Alex dengan menatap dengan sinis.


Dia tahu bahwa nama Zac ataupun Jonathan tak boleh di sangkut pautkan tentang ini semua, karena mereka tak boleh tahu bahwa mereka berdua apa di balik ini semua. Jadi Allinna kini membawa nama sang Ayah. Dia yakin laki laki tua itu tahu siapa Ayah nya.


Peter kini menelan ludahnya dengan kasar ketika mendengar ancaman yang secara tidak langsung yang membawa nama Johan, ketua mafia Dragon Red tersebut. " Saya akan mengajarinya Madam.. saya akan mengajarinya..." Peter kini segera menjawabnya dengan gugup bukan main. " Tolong jangan katakan apapun kepada Tuan Johan, saya tak ingin masalah ini melebar Madam, maksud saya anda sudah mengerti bukan?" Peter kini harus memastikan bahwa kedua lawannya itu tak mengatakan apapun kepada Ayahnya, dia sungguh tak ingin menambah masalah.


" Ayah jangan memohon seperti itu, mereka tak berhak mendapatkan permohonan seperti itu..." Andriano kini langsung berucap dengan tak terima ketika melihat Ayah mertua seperti mengemis kepada sepasang suami istri itu.

__ADS_1


" Tutup mulut mu, sudah ku katakan jangan bertingkah bodoh. Lakukan saja apa yang aku suruh..." Peter kini menekan kata katanya dengan kesal. Menantunya itu kini seakan mencari masalah yang tidak harusnya dia lakukan.


" Kau lihat sendiri seperti apa menantu mu itu?"


" Madam tolong maafkan saya, saya janji saya akan mengajari menantu saya sopan santun, dan mengajarinya dalam dunia bisnis. Tapi saya mohon jangan katakan apapun kepada Tuan Johan. Saya sungguh tak ingin berurusan dengan mereka semua. Terkadang kesalahan anak maka yang harus menanggung akibatnya adalah orang tua, Jadi saya mohon kasihanilah orang tua ini, saya hanya ingin tenang menikmati masa masa tua saya..." Ucapnya dengan penuh permohonan dan sungguh sungguh.


Alex berserta Allinna kini diam dia tak akan memperpanjang masalah ini, karena pada dasarnya ini masih tahap awal dari kejutan yang telah di siapkan oleh mereka semua.


" Baiklah, kami tak akan mengatakan apapun kepada Ayah, tapi kau harus pastikan bahwa menantu mu itu tidak menganggu kami, dan menantu mu itu tidak mengacau di suatu hari."


" Saya akan pastikan. Terima kasih, jika begitu saya dan menantu saya permisi..." Peter kini sedikit membungkukkan kepalanya untuk memberikan hormat kepada mereka berdua. Alex kini memberikan kode agar mereka berdua pergi.


" Masalah kita belum selesai..." Ancam Adriano yang masih kesal karena melihat Ayah mertuanya seakan mengemis permohonan maaf.


" Kau sungguh mengancam kami?" Alex dan Allinna kini menyilangkan tangan nya di dada. Dan membuat beberapa orang yang hanya duduk sedari tadi dan hanya memantau dari tadi kini langsung berdiri menghampiri mereka yang bertatapan sengit.


" Ada masalah bos?" Kini beberapa orang tengah mengitari ke empat orang itu, membuat Adriano hanya menelan ludahnya dengan kasar. Matanya kini menatap semua orang yang berbadan tegap dan tegas itu.

__ADS_1


Nah loe Adriano masih aja cari masalah 🤣 Mertuanya aja gak mau cari masalah 🤣🤣


__ADS_2