
Ara menuruni anak tangga dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya. Sekali ara menyeka air mata nya.
" nona mau kemana?" Salah satu pembantu mereka yang mencegah ara yang akan keluar dari rumah mewahnya.
" aku tak akan kemana mana, aku hanya ingin ke paviliun sebelah.." ara menyembunyikan kesedihan nya.
Ara yang sedikit berlari, membuka paksa pintu dengan sekali dorong. Bruak !! Pintu terbuka dengan kasar membuat kedua orang yang bercengkrama terkejut dan menatap putrinya dengan sedikit bingung.
" sayang ada apa?" Jennifer menghampiri putrinya yang sudah tak bisa menahan tangisan nya.
" bawah aku pergi dari sini hiks.." ucapnya dengan bergetar.
" apa yang terjadi nak.." timpal johan. " jonathan menyakitimu, kurang ajar akan ku buat dia menyesal.." sambungnya dengan emosi.
" ku mohon bahwa aku pergi dari sini, semuanya berakhir. Aku hanya ingin pergi dari sini."
" kami akan membawamu pergi setelah memberi perhitungan pada laki laki itu."
" papa.." Ara yang memanggilnya papa menghentikan langkah nya dengan terkejut.
Johan berhenti, kakinya membeku ia masih mencernah panggilan itu yang selama ini dinanti dirinya.
" ku mohon pa, ma, bawah aku pergi dari sini sekarang, kumohon hiks, ini menyakitkan hiks hiks.." ara terjatuh hingga terduduk di lantai. Jennifer dan johan masih beli di tempatnya. Ini terlalu membahagiakan ketika putrinya memanggil nama dan papa tapi juga kasihan putrinya harus terluka seperti ini.
Johan dan jeniffer saling berpandangan, terduduk di lantai juga meraih tubuh putri nya memeluk nya begitu erat. Mereka berdua juga merasakan kesedihan ara. Tubuh ara bergetar dengan hebat karena tangisan nya begitu menahan sakit.
Jennifer yang menenangkan putrinya, sedangkan johan lebih memilih persiapan untuk mereka pergi. Nampaknya hari semakin malam, membuat ketiga orang tersebut mengendap keluar, sebuah mobil merah telah menunggu mereka dari kejauhan.
Mereka dengan cepat meninggalkan rumah tersebut. " kita bisa beli semua keperluan kamu di sana.." johan yang bicara dan di angguki oleh ara.
" sayang, kita gak tahu apa masalah kalian, tapi apa gak dibicarakan baik baik terlebih dahulu.." jennifer akhir nya membuat suara dengan merangkul pundak putrinya.
" tidak ada yang perlu dibicarakan."
" kemarin jonathan meminta izin pada kita untuk menikahi mu, dan sekarang dia menyakitimu."
__ADS_1
" aku tak akan menikah dengan laki laki yang masih terjebak masa lalu nya pa, ku mohon jangan bahas lagi.." dan mereka akhir jya terfiam tampa mengatakan apapun lagi.
Sedangkan johan masih sibuk dengan ponselnya, kini mereka tiba di sebuah lapangan yang begitu luas.
" kenapa kita di sini?" Sebelum ara mendapatkan jawaban. Sebuah helikopter pribadi ingin mendaratkan di sana.
Helikopter tersebut mendarat dengan sempurna, keluarlah sebuah laki laki yang mungkin kaki tangan johan. Mereka berbincang sebentar.
" sayang kita masuk.." johan menyuruh mereka segera pergi.
Ara yang masih berdiri disana, sebenarnya dia tak ingin pergi, tapi rasa sakit itu membuat nya semua harus pergi.
" nak, jika kamu mau membatalkan kita akan batalkan.." jennifer rau apa yang dirasakan putrinya.
" tidak ma kita pergi.." ara berjalan dengan cepat, masuk di sana segera duduk dengan menghapus air matanya yang tak hentinya membasahi pipinya.
Helikopter itu kini terbang menembus malam hari. Menembus kabut malam yang sedikit tebal. Ara hanya bisa melihat ke arah bawah dengan air mata yang tak ada hentinya membasahi pipinya.
Bayangan wajah jonathan seakan terlintas di pelupuk matanya, senyuman yang tulus, kebahagian mereka seakan tampak jelas di matanya. Tapi bayangan menyakitkan tapi juga nampak di matanya, ara yakin jonathan dan wanita tadi telah merajut a*i ga**ah mereka yang telah tercipta di depan mata nya.
****
Suara ketukan pintu yang begitu keras membuat kedua insan yang sedang tertidur, membuka matanya. Jonathan membuka mata nya dengan memegang kepalanya yang masih berdenyut pusing.
" ara.."
" aku bukan wanita mu jo, aku emil. Lihat aku.." wanita itu seakan murka.
Jonathan tentu saja terkejut bahwa wanita yang dikira kekasihnya ternyata mantan tunangan nya yang memanfaatkan keadaannya.
" apa yang kau lakukan di sini ha. Dimana wanita ku.." jonathan mencengkram lengan emil begitu keras.
" kau yang memaksa ku kesini honey."
" omong kosong, pergi dari sini.." usir jonathan dengan menarik tangan emil agar turun dari kasurnya.
" lepasin jo, ini sakit.." bentaknya. " aku akan pergi, setidaknya setelah aku berhasil mengusir wanita mu.." sambungnya dengan mengejek.
__ADS_1
Jonathan menatap emil dengan tajam " apa maksudmu."
" mungkin sekarang dia pergi jauh dari sini, karena dia berfikir tak pantas bersanding denganmu dan dia juga melihat kau menyerangku dengan penuh gai**h dan kerinduan."
Plak
" jonathan.." teriak emil ketika ia dapat tamparan dari laki laki yang dia kejar.
" aku bisa lebih kasar dari ini, sekarang pergi dari hadapan ku, sebelum aku memb**uhmu disini."
Emil dengan segera membenarkan bajunya, dan mengambil tas serta sepatunya, kemudian membuka pintu dengan kasar.
Sang pembantu serta hans yang sudah berdiri di sana merasa geram karena wanita ini, sebentar lagi akan ada kegaduhan di rumah ini. Padahal sekian lama rumah ini tenang dan kebahagian rumah ini terlihat jelas dengan canda tawa tuan dan nona mudanya.
Jonathan yang juga keluar dari kamarnya, melihat kepala pembantunya dan hans berdiri disana dengan menunduk ketakutan.
" dimana ara hans?" Jonathan tentu saja mencari keberadan kekasihnya. " aku harus jelasin ini semua kesalahan.." sambungnya lagi dengan menerobos mereka berdua yang bersiri di sana.
" maaf tuan nona dan kedua orang tua nya telah pergi dari semalam.." perkataan kepala pembantu tersebut membuat jonathan terdiam, kaki nya kaku untuk berjalan.
Jonathan membalikan tubuhnya, menatap lai laki yang berada di belakangnya dengan tajam. " apa yang kau katakan?, ara meninggalkan ku lagi, kenapa tak kalian cegaj ha.." bentaknya.
" maaf tuan, kepergian mereka tak ada yang tau, mereka mengendap keluar. Saya baru mengeceknya di cctv."
"arghhh…." Teriak jonathan dengan memukul angin. " hans kau tau apa yang harus kau lakukan.." sambungnya lagi.
" baik tuan."
" aku gak mau tau, dapatkan mereka kembali.." perintahnya dengan berjalan masuk kedalam kamarnya lagi.
Jonathan mencoba menghubunginya kekasihnya, tapi sayang suara ponsel tersebut berada di laci kamarnya.
Prank
Jonathan melempar ponsel tersebut dengan nafas yang memburu. " kau meninggalkan ku lagi ara, kan ku dapatkan bagaimana pun caranya, akan ku temukan meskipun di lubang semut sekalian.." ucapan nya dengan mata yang terpejam.
________
__ADS_1
Eitsss jangan marah dulu ya sayang, kita hanya menguji ara dan jonathan kok. Gal bakal lama mereka bakal bertemu dengan status mereka yang baru.
Jangan lupa like dan komen ya, kasih vote juga ya, makasih.