Wanita Nakal

Wanita Nakal
Gara Gara Obat


__ADS_3

Hawa dingin menyeruak ke dalam kulit setiap manusia. Hawa dingin seakan mengelupas kulit mereka yang tak bisa merasakan hawa dingin.


Kedua anak manusia yang masih terlelap dalam tidurnya, tubuh mereka rapat saling mencari kehangatan, dengan tubuh polos mereka seakan menambah kehangatan di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh mereka berdua.


Ara dengan setengah sadar, membuka matanya ketika merasakan yang bawah ingin melakukan ritual kencing. Ara menyingkirkan tangan jonathan yang mendekap erat tubuhnya.


Ara berlari kecil menuju kamar mandi, mengambil handuk baru yang tersusun rapi di sana. Menghidupkan shower air hangat nya untuk membersihkan badan nya yang lengket karena keringat kegiatan dia dengan kekasihnya semalam.


Ara seperti mendengar obrolan dari luar kamar mandinya, menandakan kekasihnya sudah bangun. Ara membuka kamar mandi dengan mengenakan baju rumahan yang sederhana tapi bagus di tubuh kecilnya.


Ara sedikit terkejut bahwa benda kecil yang sedang berada di pipi kekasihnya adalah benda milik nya. Perasaan takut seakan menerpa jiwanya, jantungnya berdegup kencang, bulu bulunya seakan berdiri ketika mata jo menatap ara dengan tajam.



" jadi selama ini kamu melakukan nya di belakang ku.." suara jonathan terdengar dingin.


Ara tak tau apa yang terjadi dan siapa yang menghubunginya sepagi ini dan harus kekasihnya yang mengangkat telepon tersebut.


" aku tak mengerti ucapanmu jo.." ara mengatakan dengan berjalan menuju kekasihnya yang berdiri di depan jendela yang masih memegang benda kecil itu. " siapa yang menghubungi ku.." suara ara terdengar bergetar ketika tatapan mata mereka bertemu.


" segitunya kamu tak ingin memiliki anak dari ku ara hingga kamu sembunyi sembunyi melakukan pencegahan kehamilan."


Deg


` mampus aku ketahuan ` batin ara dengan menunduk.

__ADS_1


" jawab ara.." bentaknya membuat ara menutup mata nya. " apa kamu sungguh tak ingin memiliki anak dari ku hingga kamu tak bertanya pada ku tentang ini semua, kamu menyembunyikannya dari ku.." sambungnya dengan nada tinggi.


" bukan seperti itu jo, aku hanya belum siap memiliki seorang anak. Maksud ku.. Aku takut jika aku memiliki seorang anak dan kita belum siap maka anak itu akan terlantar.." ara mengatakan nya dengan suara yang bergetar.


Jonathan menyentuh kedua lengan ara dengan cengkraman yang kuat. " aku sudah katakan berulang kali bahwa aku ingin anak darimu hanya karna itu aku bisa mengikat dirimu agar tak jauh dari ku.." jonathan menekan kata kata nya yang membuat ada sedikit takut.


" tapi aku belum siap memiliki anak jonathan.." bantah ara.


" jika kamu belum siap memiliki anak kau bisa katakan pada ku tanpa harus kamu menyembunyikan bahwa kamu memakai mencegah kehamilan."


" kamu tak akan mau jika aku mengatakan nya."


" tentu aku tak akan mau ara, aku mencintaimu aku akan menikahimu jika kamu hamil, apa keseriusan ku untuk menikah mu karna kau anggap omong kosong ha.." jonathan lagi lagi membentaknya membuat ara juga terpancing emosinya.


" aku tak ingin memiliki komitmen dengan siapa pun jo, aku bukan siapa siapa dibanding dirimu yang kaya raya, aku hanya pelac** yang sengaja kau ambil untuk memuaskan hasrat mu, ketika kau sudah bosan dengan ku, kau akan meninggalkan ku. Dan aku tak ingin ada anak diantara kita karna aku tak ingin bayi itu merasakan apa yang aku rasakan.." nada ara juga sama tingginya.


Satu pukulan yang dilayangkan jonathan pada temboknya membuat ara mundur seketika.



" apa kau pikir aku laki laki yang mudah tidur dengan wanita lain ara, apa yang kau pikirkan tentangku hanya itu. Apa kau tak bisa melihat cinta di mata ku, aku bukan hanya ingin tubuhmu, tapi aku juga ingin cinta dan hati mu. Apa kau tak melihat ada ketulusan di setiap perilakuan ku pada mu, apa yang ada di otakmu hanya kejelekan disana.." jonathan mengatakan dengan menatap tajam ke kekasihnya.


" apa kau hanya pikir bahwa aku mengambil mu karna aku butuh tubuhmu, apa kau pikir aku butuh uangmu, aku menyukaimu sejak aku bertemu denganmu pertama itu. Ah tidak itu pertemuan kedua ku dengan mu. Mungkin kau tau pertama kali kita bertemu di sebuah jalan ketika kamu menyebrangkan pejalan kaki tua, padahal waktu itu kau sedang menggunakan mobil mewah dan kau turun hanya untuk menolong orang tua itu. Sejak saat itu aku menyukaimu dan aku tak berhasil mendapatkanmu, sekarang aku mencintaimu ara dan kau malah menuduhku hanya mencintai tubuhmu, omong kosong semua nya.." ucapan jonathan membuat ara terdiam, kejadian yang dikatakan jonathan adalah kejadian yang sudah dua tahun lalu.


" kau mau kemana.." ara mencegah jonathan ketika ia melangkah ingin pergi dari sana.

__ADS_1


" renungkan kesalahanmu."


" aku tak salah apapun jonathan.." ara tetap saja tak mau mengakui kesalahan nya.


" kamu memang keras kepala ara, bahkan kamu tak menyadari kesalahanmu.." jonathan akhirnya pergi dari sana meninggalkan ara yang terdiam bagai patung.


Ara meringsut duduk di lantai dengan lemas, dia tak mengira bahwa hari ini dia akan ketahuan bahwa dia memakai pencegah kehamilan.


Sedangkan jonathan marah karna apa yang dikatakan ara tadi sungguh keterlaluan.


" apa dia hanya berfikir seperti itu. Apa dia pikir aku hanya ingin tubuhnya, apa dia tak bisa melihat cinta di mata ku.." ucapnya dengan menahan emosinya. " arghhhh…" teriak jonathan dengan mengacak acak meja kerja nya.


" ara ara kau sungguh tak ingin memiliki komitmen apapun dengan ku, kenapa kau melakukan ini dengan tega.." nafas jonathan yang memburu karena rasa marahnya, seakan sesak di hati nya.


Jonathan masuk kedalam kamar mandinya, mendinginkan kepalanya dengan air dingin. Mandi Air dingin di musim dingin seakan tak membuat tubuh jonathan dingin, hawa panas di tubuhnya seakan menutup dingin yang menerjang kulit kulit nya.


Perdebatan kali ini tak bisa di hindari mereka berdua, ara merenungkan setiap apa yang dikatakan jonathan tadi. Setiap kata kata nya tadi masih terdengar jelas di telinga ara.


" apa aku sudah salah berfikir seperti itu pada jonathan.." pikirannya berkecamuk di benak nya. " apa aku harus minta maaf.." sambungnya lagi dengan membenamkan wajahnya di bantal. " astaga kenapa harus seperti ini, padahal aku kemarin menghubungi dokter itu untuk mengatakan bahwa aku ingin berhenti karena aku akan menikah, kenapa malah jadi begini.." sambungnya lagi dengan kesal.


________


Pagi semua nya, kasih konflik yuk masa masa senang terus, karena setiap manusia pasti akan ada cobaan hidupnya. Entah dari percintaan, ekonomi atau apalah.


Jangan lupa like yuk kasih komen ya, kasih vote juga jadikan favorit juga bisa, kasih hadiah kopi atau bunga juga ga pa pa.

__ADS_1


Salam sayang dari author. Jaga baik baik kondisi kalian ya.


Makasih semuanya


__ADS_2