
Plak!! Plak!! Dua tamparan yang dilayangkan oleh Gusman kepada James ketika adiknya tiba di markas besarnya.
James hanya terdiam dia tak menyangka apa yang dia dapatkan ketika dirinya tiba di sini. Dua hari yang lalu Gusman secara pribadi menghubungi adik tirinya mengatakan dia harus segera tiba di Meksiko ada yang harus mereka merundingkan.
James yang selalu cepat datang ketika dia dipanggil oleh kakak sekaligus ketua Kartel tersebut. James menunduk merasakan rasa panas yang begitu sakit kepada kedua pipinya.
" Lihat wajahku…" Bentaknya membuat James langsung menatap ke arah Gusman. " Apa yang kau tawarkan kepada Dio Della Morte heh?, 40%..." Gusman langsung menuju apa yang membuatnya malu.
Jika dia tak segera meminta maaf maka dapat dipastikan korban pasti banyak terbaring di sana waktu itu.
" Tidak Bos, aku menawarkan 65% tapi mereka memang tidak ingin bekerja sama dengan kita…" James masih saja terus mengelak dia tentu saja tidak mau mengakui kesalahannya.
Gusman kini dengan cepat melayangkan bogem ke ulu hatinya tepat membuat James meringkuk sedikit sakit. Gusman tak bisa menahan dirinya ketika melihat wajah adiknya di tambah dia membohongi nya.
" Apa kau pikir mereka tidak mengatakan penghinaan yang kau berikan kepada kelompok nya?, Apa kau pikir mereka tak menyerang kita?" Nada tinggi dari Gusman membuat James tak menyangka bahwa kelompok dari Singa telah menyerang.
" Tidak mungkin mereka menyerang kemari Bos."
" Kenapa tidak mungkin?, Kau memberikan mereka apa hingga kau berpikir mereka tak akan menyerang kemari?, Kekuasan mama yang kau berikan kepada mereka?"
" Tidak, aku tidak memberikan mereka apa apa, hanya saja-"
Plak!! Satu tamparan lagi kini melayang dengan sempurna. James tak bisa menghindar lagi karena gerakan tangan itu begitu cepat dilayangkan.
" Sampai kapan kau berbohong James, sampai kapan hah?" Gusman kini berteriak keras membuat semua orang yang di sana menunduk begitu juga dengan James.
Dia hanya bisa menahan tangan nya agar tak membalas apa yang dilakukan oleh Gusman. Rasa malu serta rasa marah kini menjadi satu.
" Kau mencurangi ku selama ini tapi aku diam, dan kau malah membohongi ku dengan semuanya. Apa kau pikir aku tak tau apapun dari mu selama ini?"
__ADS_1
James hanya diam dia tak mau menjawab apapun. Dia tak ingin menjawab apa yang akan membuat semuanya berantakan karena dirinya masih membutuhkan ini semua.
" Sekarang di mana Angel, aku ingin bertemu dengan keponakan ku…" Pancingnya dengan pelan. Gusman yang begitu menyayangi keponakannya itu kini ingin tau apa adiknya masih saja berbohong.
" Angel belum kembali dari Italia, aku sendiri yang datang kemari."
Gusman lagi lagi dibuat geram, dia seakan tak di anggap menjadi saudaranya di sini. Gusman melemparkan kertas kertas yang ada tanda tangan James.
James dengan segera mengambil kertas kertas yang ada di bawah kakinya. Matanya menatap kertas yang ada di tangannya.
Deg!! Jantungnya kini memompa begitu cepat ketika tangan nya mengambil kertas yang ada di kakinya. Matanya melotot dengan sempurna, tangan gemetar.
" Kamu dapat dari mana?" Tanyanya dengan gugup.
" Kau tak perlu tau aku dapat dari mana, jelaskan sekarang?, Kenapa Violet menggugat mu?" Tanyanya penuh dengan penekanan.
" Aku tanya sekali lagi kenapa dia bisa menggugat mu?"
" Dia ingin kembali ke mantannya, aku rasa dia tergila gila dengan manta-"
Bug!! Pukulan yang langsung dilayangkan oleh Gusman mengenai ujung bibirnya. Ujungnya kini sedikit mengeluarkan darah segar.
" Kau masih berbohong hal seperti itu Jam, kau tak sadar apa kesalahan mu hingga istri mu dan anak mu pergi dari mu hah?, Apa selama ini aku tak memantau mu?"
" Aku tak tau apa yang kau katakan dan kau tuduhkan dari tadi, Violet pergi dari ku karena memang dia ingin kembali dengan mantan kekasihnya dan waktu di Italia mereka bertemu dan mereka kini kabur bersama…" James masih saja terus berbohong dia tak sadar kesalahannya yang selama ini.
" Kau tak menyadari kesalahanmu?"
" Aku sama sekali tak salah Gusman, aku menyayangi keluarga ku, aku akan melindungi mereka dengan cara ku."
__ADS_1
Mata mereka kini saling bertatapan sengit ketika tangan Gusman yang terangkat ingin kembali memukul James malah di hadang oleh tangan James yang menahannya.
" Kau memang bawahan mu tapi kau tak bisa memukul ku seenak mu saja…" James mendorong tubuh Gusman dengan kencang sedangkan Gusman tak lupa untuk menendang perut James. Mereka kini saling memundur dengan keras.
Mata mereka bertatapan dengan sengit, James tak tinggal diam melihat dirinya dipermalukan dari tadi. James lari dengan segera melayangkan kakinya yang tepat mengenai wajah samping Gusman dengan cepat.
Bug!! Pukulan kaki itu mengenai pipi Gusman dengan keras, rasa panas langsung menjalar ke pipinya. Gusman juga membalas apa yang dilakukan James,dia memukul James dengan memberikan bogem mentah ke wajah serta ke perutnya.
James kini meringis kesakitan dan Gusman memberikan lututnya untuk menghajar perut laki laki yang berani melawannya. Dia adalah ketua Kartel tapi bawahan seperti James malah dengan berani melawannya.
James kini tak kehilangan akal dia memukul lutut Gusman hingga membuat Gusman sedikit limbung dan berlutut, James kini melepaskan diri dari rangkulan pukulan tersebut. James kini menendang dada Gusman dengan kencang membuat Gusman ambruk ke lantai.
James yang menghampirinya kini ingin menginjak Gusman dengan mata yang melotot, kini kaki itu bisa ditahan oleh kedua tangan Gusman. Semua orang yang ada di sana tak ada yang berani melerainya karena Gusman tadi mengatakan untuk tidak ada yang melerai nya ketika ada pertengkaran.
Gusman yang menahan kaki James kini sedikit kewalahan karena tampaknya James kini dikuasai oleh seorang yang lain ingin membunuh Gusman. Kini Gusman bisa melihat jelas bagaimana amarah adik tirinya jika emosi. Dirinya saja bisa terjatuh apalagi sosok wanita.
" Argh…." Gusman berteriak kencang ketika mengangkat kaki itu dan langsung mendorong James dengan kencang.
James kini terjatuh terpental di lantai, dia tak bisa berbuat apa apa ketika merasakan punggungnya yang terasa sakit ketika harus mendarat di lantai dengan kencang.
" Awalnya aku tak percaya bahwa kau memiliki kelainan, tapi sekarang aku merasakan ada kekuatan yang besar ketika kau marah…" Beberapa orang nya kini menahan James dengan memegangi kedua tangan James.
" Lepaskan aku…" Berontaknya. " Lepaskan aku Gusman aku harus mencari Violet dan Angel, aku harus mencari mereka."
" Kau harus berobat adik ku, maafkan aku tapi sepertinya ini memang yang terbaik untuk mu. Biarkan Violet mencari kebahagiaan dan Angel pasti akan bahagia jika bersama Violet."
" Tidak.. aku tidak akan membiarkan ini semua, aku tidak terima ini semua Gusman. Aku akan bisa menemukan mereka, aku pastikan aku dan dia akan mati bersama karena kami satu keluarga."
__ADS_1