
" Kau sudah makan?" Anna yang tiba tiba berjalan mendekati Maria ketika Maria berada di dapur untuk mengambil minum.
Maria yang mendengar suaranya kini hanya menatap malas kearah nenek sihir yang kini berubah menjadi sosok bidadari di sini.
" Jangan pura pura baik di depan ku?, di sini sudah tidak ada orang lain jadi jangan sandiwara di depan ku..." Maria tentu saja kini berbicara ketus dia tak ingin berbaik hati kepada wanita yang ada di depannya itu.
" Maria aku minta maaf aku tahu aku banyak salah dengan mu, aku ingin kita berdamai menjadi keluarga yang saling mendukung dan saling ada."
Maria kini malah tertawa mengejek mendengar apa yang di katakan oleh wanita yang dulu menghinanya, wanita yang dulu mengusirnya dan tidak ingin menjadikan dirinya keluarga, kini secara tiba tiba datang kepadanya ingin mengulurkan tangan kepadanya.
" Kau ingin menjadikan aku keluarga mu?, apa aku tak salah mendengarnya Nyonya yang terhormat. Di mana suaranya yang tinggi, di mana kesombongan mu yang dulu mengusir ku dan mengatakan aku dan mendiang ibu ku hanya beban dan sampah di rumah mu ini he?" Maria kini melipatkan tangan nya di dada, menyandarkan punggungnya di lemari es yang ada di belakangnya.
" Maria aku tahu aku banyak salah kepada mu dan mendiang ibu mu, maka dari itu aku ingin meminta maaf kepada mu dengan kita tinggal satu atap agar kita bisa saling memahami satu sama lain. kita bisa melakukan bersama sama, memasak, belanja bersama seperti kakak dan adik ipar sewajarnya..." Anna kini menunjukan keseriusannya matanya seakan sungguh sungguh menatap adik iparnya itu.
Maria malah di buat tertawa kencang seakan apa yang di katakan oleh Kakak iparnya adalah bahan lelucon yang tidak bisa untuk tidak dia tertawa kan. Hal ini adalah hal yang paling lucu. Kemarin sepertinya wanita itu masih dengan gaya angkuhnya tapi sekarang wanita itu berubah menjadi bidadari yang baik, tapi bidadari yang membawa pedang tajam yang akan siap ditanjapkan kepada dada orang lain.
" Dengar Nyonya Anna, kesalahan mu dan sikap mu aku tak akan melupakan nya, karena ulahmu ibuku harus meninggal karena kau tidak memiliki hati sama sekali kepada ibu mertua mu. Sepertinya kepala mu sedang terbentur karena kau tiba tiba bersikap baik kepada ku?, atau baikmu ini ada tujuan lain nya?, dan aku tak akan muda tertipu dengan sandiwara mu yang seperti ini..." Maria kini meninggalkan Anna yang menatapnya dengan tatapan sendunya. Anna kini mengejar Maria, menarik tangan nya dengan segera.
" Apa yang kau inginkan dari ku ha?" Bentaknya serta mendorong tubuh Anna dengan kencang, dia sungguh sungguh tak suka jika salah satu dari tubuhnya di sentuh oleh wanita ular seperti dirinya.
__ADS_1
" Aku hanya kau memaafkan aku dan memberikan aku kesempatan satu kali saja untuk menunjukan bahwa aku benar benar berubah."
" Berubah?, apa kau pikir aku bisa melupakan semua kejahatan mu, apa kau pikir aku bisa melupakan perlakuan mu kepada kami dulu he?, apa kau lupa tentang sikap kejam mu kepada kami dulu?" Suara Maria kini meninggi, emosinya tak bisa terkontrol saat ini.
" Kau ingin kita berkeluarga?, maka sekarang jawab pertanyaan ku?. Di mana kamu berada di saat kami dulu datang ke rumah mu meminta pertolongan mu, di mana tangan mu di saat aku membutuhkan sedikit saja bantuan mu, di mana kamu berada di saat aku datang kemari meminta belas kasihan mu, tapi kau malah mengusir kami seperti sampah, dan di saat detik detik ibu ku akan meninggal kau di mana, kau tidak memberikan kesempatan sedikit saja kepada suami mu untuk datang menemuinya?, kami tidak membutuhkan harta mu, kami hanya sedikit saja kebaikan kalian untuk kami tapi kalian menutup mata dan menutup telinga kepada kami. Apa itu yang kamu katakan bahwa kami adalah keluarga?"
Anna hanya dia menunduk apa yang di katakan oleh adik iparnya itu benar semua yang di katakan oleh Maria itu adalah benar, semuanya kesalahan itu memang dia lakukan untuk mengusir ibu mertuanya dan adik iparnya dulu.
" Aku tahu aku salah, maafkan aku Maria. Aku ingin memperbaiki kesalahan kepada mu..." Anna kini meneteskan air matanya dia tak bisa membendung air matanya yang mengembung di kedua matanya.
Maria yang enggan berdebat kini meninggalkan kakak iparnya yang dari tadi memohon maaf kepadanya, tapi Maria enggan untuk memaafkan dan melupakan semua kesalahan.
Bug!!
" Anna."
Anna yang menarik tangan Maria agar adik iparnya tak pergi membuat Maria dengan kasar mendorong tubuh kakak iparnya hingga dirinya terjatuh ke lantai dengan keras. Perdebatan yang dari tadi berlangsung di saksikan oleh kakak nya yang membuat Adriano berteriak ketika melihat istrinya tersungkur di lantai ketika dorongan keras yang di lakukan oleh adik nya.
" Kamu tidak apa apa?" Adriano kini membantu sang istri berdiri dari jatuhnya di lantai sedangkan Maria kini hanya menatap sekilas kearah mereka yang drama di depannya itu.
__ADS_1
" Kau ini keterlaluan Maria, dia kakak ipar mu yang ingin berubah dan menjadikan mu keluarga nya tapi lihatlah balasan mu?, apa seperti ini sikap yang Ibu ajarkan kepada-"
" Jangan membawa apa yang ibu ajarkan kepada ku, karena aku bersikap seperti ini karena aku menyontoh sikap kalian..." Adriano yang di tunjuk dengan kasar membuat dirinya murka kepada sang adik. " Tampar kau ingin menampar ku?, kenapa kau hanya diam ha?" Bentaknya ketika tangan sang kakak terangkat untuk menampar dirinya.
" Adriano jaga sikap mu dia adik mu, jangan membuat dia tambah marah kepada kita..." Tangan nya yang terangkat kini di turunkan pelan oleh sang istri.
" Kau lihat dia masih ingin melindungi mu?, tapi kau malah liar tak terkendali seperti ini."
" Melindungi ku dari siapa?, bukankah musuh ku sendiri adalah kalian?..." Adriano kini di tambah geram ketika mendengar jawaban yang selalu bisa di katakan oleh adiknya. " Bukankah musuh yang paling berbahaya adalah musuh dalam selimut, musuh dalam keluarga adalah yang paling bahaya."
" Maria aku tahu kami bersalah kepada mu dan mendiang ibu dan maafkan kita semua, aku janji aku akan merubah sikap ku kepada mu dan aku ingin kita menjadi keluarga yang sewajarnya."
" Aku tidak ingin memaafkan kalian, kata kata maaf sudah di bawah pergi bersama peti yang sang ibu..." Tatapan tajam dari Maria serta kata kata pelan dari Anna tak mampu membuat Maria luluh.
" Apa yang harus kami lalukan agar kamu bisa memaafkan kami terutama aku?"
" Berlutut dan mencium kaki ku maka aku akan memaafkan kamu."
" Maria..." Adriano kini berteriak ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh adiknya.
__ADS_1
Bersambung ya mak 🤭 mince hari senin kemarin memang gak up karena kondisi yang masih drop banget 🤭 jadi mince gak up dan hari ini masih up dengan tiga bab dulu ya 🤭 selamat hari selasa vote dan hadiah juga sudah masuk dari hari senin kemarin ya kan 😁 kasih like dan ramaikan kolom komentar kalian 🤗🤗