Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Pagi Yang Hangat 2


__ADS_3

" Sayang boleh kah aku tahu masalalu mu dengan Hugo, tapi jika kau tak ingin memberi tahu ku juga tak masalah bagi ku..." Val dengan berani menanyakan masa lalu yang terjadi pada suaminya itu, dia penasaran kenapa kedua laki laki itu benar benar saling membenci.


Zac menghela nafas nya yang berat ketika istrinya ingin mengetahui masa lalu nya dengan laki laki yang bernama Hugo itu. Kini mereka masih sama sama berbaring di kasurnya, dengan selimut putih menutupi tubuh polos mereka.


" Kau yakin ingin mendengarnya?, tapi berjanjilah tak merubah apapun. Kita baru saja menikah dan masalah buruk sudah berakhir, aku tak ingin malah kita berdua yang bertengkar hanya karena masa lalu ku..." Zac tak takut sama sekali dengan para musuh itu dapat di akui, tapi untuk kehilangan orang yang dia sayang dia sangat takut, lebih baik melawan ribuan orang musuh di banding harus kehilangan wanita uang sekarang menjadi sah istrinya.


" Tak akan mengubah apapun sayang, aku janji itu. Aku hanya penasaran kenapa polepe meninggal, hanya itu..." Zac kembali menghela nafas nya menatap dinding langit langit kamar nya, menerawang kejadian beberapa tahun yang membuat kesalahpahaman itu akhirnya meminta salah satu korban dari mereka.


*Flashback


Siang ini orang orang yang tinggal di markas itu di buat kewalahan karena ulah dari adik salah satu dari mereka, Pelope nama wanita cantik serta genit itu. Dia selalu mencari cara untuk berdekatan dengan bos nya Zac, padahal Zac yang tak ingin mendekati adik dari orang nya, tapi Zac yang tak enak kepada wanita itu akhirnya selalu membiarkan wanita itu menempel seperti lintah ke tubuh nya.


" Bos anda harus bersikap tegas kepada Polepo, jika anda tak bicara dengan tegas maka anda sama saja dengan memberikan nya harapan bahwa anda menyukai nya..." Steve kini mengingatkan bos nya agar tak terlalu membiarkan para wanita itu berfikir lebih.


" Kau tahu sendiri dia wanita yang nekad Steve.. bahkan sudah berapa kali aku menolaknya tapi dia tetap kekeh datang kemari..." Sebenarnya Zac juga merasakan risih kepada wanita yang terlalu agresif kepada nya.


" Biarkan nanti saya yang mengatakan kepada Hugo bos. Lebih baik anda menghindar dari pada anda harus terjebak dengan wanita kecil seperti dia..." Steve selalu tak menyukai wanita wanita yang ada di sekeliling bos nya itu. Mereka semua selalu melihat harta bos nya fi banding dengan cinta mereka untuk bos nya.

__ADS_1


" Lakukan apa saja yang membuat wanita itu jauh dari hidup ku Steve, kau lakukan apa saja agar aku bisa lepas dengan nya selama nya. Kau tak akan kesulitan menyingkirkan lalat kecil itu..." Zac akhirnya menyetujui apa yang di katakan oleh asisten serta orang kepercayaan nya itu.


Sedangkan di balik tembok itu, Hugo tak sengaja mendengar semua nya. Dia sudah mewanti wanti adiknya untuk tak mendekati Bos nya itu, tapi Pelope selalu tak mendengarkan apa yang dia katakan. Hugo tahu betul bahwa adiknya itu menyukai Bos nya apalagi mengetahui jika laki laki gondrong itu sangat di takuti semua kelompok para mafia dunia gelap. Kekuasaannya membuat semua wanita begitu menginginkannya sebagai pendamping hidup nya.


Hugo dengan cepat bersembunyi ketika menyadari bahwa Steve keluar dari ruangan bos nya. Hugo juga dengan cepat lari dari sana dan mencari tahu keberadaan adiknya agar bisa memberi tahu bahwa Zac akan menyingkirkan nya jika dia tak segera menyingkirkan dari kehidupan bos nya itu*.



" *Siapa kalian ?" Batin Pelope yang keluar dari pusat pembelanjaan dengan mengendari mobil nya sendiri secara tiba tiba terkejut ketika ada sebuah mobil menghentikan nya.


Tok! Tok! kaca mobil itu di ketuk pelan oleh orang yang memakai topeng menakutkan itu, Pelope dengan badan yang gemetar dia ketakutan, jalanan yang sepi serta gelap menambah membuat tubuh Polope ketakutan bukan main.


Tok! Tok! ketukan yang berulang kali membuat Pelope menutup telinga nya dengan rasa takut. Dia tak ingin keluar dari mobilnya tapi dia juga tak bisa berdiam terlalu lama di dalam.


" Keluar..." Bentakan serta teriakan laki laki itu membuatnya dengan terpaksa keluar dari mobilnya. Hal pertama yang di lakukan laki laki itu adalah langsung menyeret Polepe dengan paksa dan membawa nya masuk ke dalam mobil box yang mereka bawah. Pelope yang di lempar dengan keras, badan nya gemetar ketakutan ketika di dalam ada dua orang laki laki yang dengan sengaja berbuat kasar kepadanya.


" Siapa kalian.. kenapa kalian menculik ku..." Suaranya bergetar ketakutan dia ingin berteriak tapi percuma.

__ADS_1


" Kau tak perlu tahu siapa kami, yang jelas kau ada masalah dengan bos kami..." Laki laki itu menjawabnya dengan sinis. Pandangan kedua laki laki itu jatuh kepada kedua bukit yang ada di depan nya yang begitu menggoda. Pakaian yang di kenakan oleh Polepe sungguh membuat gairah panas mereka berdua, dengan memberikan kode kedua penculik itu menyeret paksa kedua kaki Polepe yang membuat nya langsung terlentang di sana.


" Apa yang ingin kalian lakukan ha..." Katanya dengan memberontak takut, bahkan dia sudah bisa tahu apa yang akan mereka lakukan ketika laki laki itu menindihi tubuhnya dan memaksa nya. " Aku mohon jangan lakukan..." Memohon percuma ketika dirinya sudah tak bisa melakukan apapun karena dirinya telah di lecehkan oleh kedua laki laki yang menculiknya.


Setelah kedua orang itu selesai dengan main main nya, badan wanita itu di letakkan di pinggir jalan dan dengan sengaja dia meninggalkan nya dengan keadaan yang sudah tak karuan dengan baju nya. Seorang police menemukan nya dengan keadaan yang Sudah tak bernyawa lagi. Hugo yang mendengar kabar meninggalnya sang adik mengamuk dan menyerang Steve dan Zac, dia mengira pembunuhan dan pelecahan itu adalah rencana yang mereka lakukan untuk menyingkirkan adiknya yang menempel di bos nya itu.


" Aku tak melakukan apapun Hugo.. aku belum bertindak apapun..." Steve kini menghindar dari amukan laki laki itu.


" Kau sungguh berhati keji Steve, kau menjauhkan adik ku dengan cara membunuhnya dengan keji. Aku akan menghajar mu hingga kau mati di sini..." Steve mau tak mau harus meladeni laki laki yang mengamuk dan menuduh nya seperti itu. Memang bukan kelompok mereka yang melakukan nya, bahkan mereka belum bergerak sama sekali.


" Kau gila menuduh ku tanpa memiliki bukti yang kuat. Kau gila Hugo..." Steve berteriak ketika meladeni pukulan laki laki itu yang mengamuk.


" Aku akan menjadi musuh kalian mulai sekarang. Aku akan kembali setelah pemakaman adik ku selesai..." Hugo pergi dari sana dengan membawa amarah yang benar benar memuncak.


Sejak saat itu permusuhan antara kelompok Zac dan Hugo di mulai.


" Kerja bagus.. tak hanya membunuh pelacu* itu tapi ulah kalian mampu membumbui hati orang itu dengan dendam yang membara..." Ucap laki laki yang tak jauh dari mereka.

__ADS_1


Flashback off


__ADS_2