
Abhi yang hari ini mulai kembali lagi kesatuan merasa tak tenang ketika dia duduk di kursi dengan beberapa berkas kriminal di meja besar nya. Abhi menghela nafas nya ketika membaca semua laporan yang ada di sana dan satu laporan yang membuatnya merasa bersalah. Dia memejamkan matanya ketika ingat bahwa laki laki itu yang membunuh sahabat nya yang menjadi anggota itu.
Maafkan aku, kau tahu betul kenapa aku melakukan ini padamu. Liriknya dengan nada sedih nya.
Abhi kembali dengan berkas berkas laporan kriminal nya, ada beberapa berkas tentang laporan pengedar narkoba yang kemarin sempat dia buru.
" Abhi aku ingin kita bicara..." Suara komandan nya yang tiba tiba masuk ke ruangan nya mengahlikan perhatiannya yang dari tadi mata nya fokus ke berkas berkas tebal itu.
" Selamat siang Sir..." Abhi langsung berdiri dan memberi hormat kepadanya.
" Kau sudah membaca semua laporan orang orang tentang bandar narkoba yang beredar itu..." Komandan Excel itu kini duduk di depan nya.
" Sudah Sir, saya baru saja membaca nya dan masih ingin saya pelajari..." Jawabnya.
" Aku ingin kau yang kembali menangani kasus ini, aku akan memberikan jabatan ini pada mu.. jika kau berhasil menangkap bandar besar ini kau akan aku promosikan naik jabatan..." Komandan Excel kini mengatakan dengan sungguh sungguh.
" Baik Sir..." Jawabnya dengan senang. Siapa yang tak senang jika di janjikan akan naik jabatan. Tapi menangkap bandar narkoba juga lah tak muda.
" Pakailah mata mata untuk menjebak nya keluar dari sarang nya."
" Jadi bandar ini tak terlihat ndan?"
" Tidak, hanya orang nya yang terlihat. Tapi aku tak ingin kau menangkap orang nya tapi aku ingin kamu menangkap bandar nya langsung sebelum pihak FBI yang menemukan nya..." Komandan itu kini seperti ingin bersaing dengan para orang orang FBI, maka dari itu Abhi yang di tugaskan untuk menangkap bandar besar itu.
" Kenapa anda bilang seperti itu Ndan?, apa FBI mendengar tentang hal ini?"
" FBI sepertinya juga mengincar bandar ini tapi seperti nya mereka belum menemukan siapa bandar nya dan orang orang nya, sedangkan kita sudah mengantongi sketsa wajah salah satu kurir nya..." Abhi yang belum membaca sepenuhnya kini membuka lembaran nya lagi untuk melihat dan membaca kembali dokumen itu.
__ADS_1
Abhi mengangguk pelan ketika membaca nya dengan teliti, kini dia mengerti dan menemukan cara untuk memancing bandar ini keluar dari tempat persembunyian nya.
" Baiklah kalau begitu, pelajari dokumen itu dengan teliti dan bergerak lah lebih cepat..." Abhi mengangguk dan komandan itu segera keluar dari ruangan tersebut.
Abhi yang dari tadi mempelajari dokumen di depan nya kini memijat pelipis nya yang terasa pusing, dia kini segera berdiri dan meninggalkan ruangan nya, dia kini lebih memilih untuk pulang.
" Lu di mana?" Abhi yang menghubungi seseorang ketika dirinya di dalam mobil.
(......)
" Baiklah aku datang kesana..." Abhi segera memutuskan panggilan itu dan melajukan mobilnya dengan cepat.
Butuh waktu lama dia tiba di tempat yang dia tuju. Abhi dengan segera turun dari mobil nya, semua mata menatap ke arah yang masih memakai pakaian lengkap kesatuan nya. Dia baru sadar bahwa pakaian nya telah mengundang pikiran jelek tentang nya. Tapi semuanya sudah terlanjur dan di dalam mobil pun tak ada baju sama sekali.
" Lu mau tunjukan bahwa lu seorang police?" Abhi yang baru tiba di sana langsung di protes oleh teman nya yang dari kemarin dekat dengan nya bahkan kini mereka kini seperti seorang teman.
" Kenapa dengan wajah mu?, apa ada masalah penting?" Andre laki laki itu adalah Andre yang kini seperti seorang teman, padahal jika di ingat ingat mereka pernah saling menyerang tapi siapa sangka kini mereka menjadi dekat seperti teman.
" Biasa kasus kasus di kesatuan yang membuat ku sedikit pusing, tapi tak apa. Memang ini resiko nya bukan..." Jawabnya dari laki laki itu membuatnya mengangkat bahu nya acuh.
" Apa sekarang nama ku sudah tak ada di daftar buronan?" Andre kini penasaran dengan nama nya, dia ingin keluar bebas seperti biasa nya. Dia memang bisa saja keluar tapi tak leluasa dengan nyaman.
" Nama mu belum aku hapus dari sana, tapi aku akan segera lakukan."
" Apa saja yang kau kerjakan, hingga saat ini belum kau hapus nama ku?"
__ADS_1
" Kau lihat sendiri aku baru saja masuk setelah semua terjadi..." Memang benar Abhi baru saja masuk kembali setelah masalah ini selesai.
" Bos Andre..." Seorang wanita yang sedang menyesap batang rokok nya kini tiba tiba duduk di sebelah nya dengan hembusan nafas yang sedikit memburu. Bau asap nya seakan menyengat hidung nya.
" Kau merokok ga*ja?" Abhi langsung menegakan duduknya dan langsung merebut rokok yang ada di tangan wanita itu.
Wanita itu terkejut bukan main ketika rokoknya di rebut secara paksa oleh laki laki yang ada di sebelah nya.
" Abhi kembalikan.. itu rokok ku..." Wanita itu meminta rokoknya di kembalikan oleh laki laki yang tiba tiba merebutnya.
" Tidak.. kau tak boleh merokok..." Abhi seakan mengatur tiba tiba kepada wanita itu.
" Abhi ayolah kau bukan siapa siapa ku jadi jangan tiba tiba melarang ku seperti aku kekasih mu..." Ucapan wanita itu membuat Abhi terdiam dan tak bisa berkutik dan benar mereka bukan siapa siapa dan hak apa laki laki itu melarang nya.
Suhu cantik itu langsung mengambil rokok yang ada di tangan laki laki yang masih berpakain lengkap police itu. Andre yang melihat nya hanya geleng geleng dan senyum tipis di bibirnya.
Kau jatuh cinta dengan wanita mafia Abhi. Batin Andre dengan tertawa senang, setidaknya laki laki itu tak bisa keluar dari dunia yang akan membawa nya di dalam kehidupan nya.
" Ada dengan wajah mu seperti itu?" Andre langsung bertanya ketika melihat wajah suhu cantik itu seperti sedang menahan kesal.
" Seperti nya ada seseorang yang ingin main main dengan ku."
" Siapa?"
" Entahlah, seperti nya nama ku sudah di cium oleh para police bahkan para FBI..." Abhi langsung menatap wanita itu dengan tak percaya.
" Kenapa dengan nama mu?, seorang police dan FBI tak akan mencium nama mu kalau kau tak melakukan hal yang melanggar hukum kami..." Abhi menjelaskan dengan cepat agar wanita itu tak salah paham dengan tugas seorang police dan FBI.
__ADS_1
" Kau tak tahu tugas nya dia apa, dan dia bagian apa di sini?" Andre kini juga menghidupkan rokoknya ketika selesai mengajukan pertanyaan kepada laki laki di depan nya. Abhi hanya geleng geleng karena memang dia tak tahu siapa wanita itu, yang dia tahu hanya wanita itu pelatih di sana.
" Dia adalah bagian bandar narkoba terbesar..." Ucapan Andre membuat Abhi membeku seketika.