Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 14


__ADS_3

" Ayah..." Anna yang sangat ini menemui sang Ayah sedikit berteriak dengan air mata yang sudah menetes sedari tadi di jalan.


" Jangan menangis Ayah baik baik saja..." Hati Ayah mana yang tidak sakit melihat mata putrinya yang begitu terluka karena dirinya berada di dalam penjara. Air mata putri nya seakan meremas hatinya. Anna adalah kelemahan terbesarnya yang tidak mungkin dia lawan. Putrinya adalah orang yang begitu berharga untuknya.


" Ayah terlihat kurus apa Ayah makan dengan baik di sini?, aku akan setiap hari datang kemari dan membawakan makanan untuk mu. Ayah harus jaga kesehatan selama di sini, aku akan segera mengeluarkan Ayah dari sini."


" Anna Ayah baik di sini, mereka memberikan makanan kepada Ayah tentu saja jadi jangan khawatir. Biarkan Paman Hans yang membela Ayah kau duduk saja di rumah."


" Tapi Ayah, Anna tidak mungkin bersantai santai di saat Ayah ada di sini, aku akan datang menemui orang orang yang menuntut Ayah dan aku akan meminta maaf agar mereka mau membebaskan Ayah dari sini."


" Tidak Anna, jangan pergi ke sana. Kau tidak tahu siapa lawan kita sayang jadi jangan pergi ke sana. Berjanjilah demi Ayah jangan pergi temui mereka..." Peter kini takut ketika putrinya datang menemui mereka dan itu akan membuat mereka tahu kelemahan dirinya adalah putri satu satunya.


Anna hanya diam ketika sang Ayah meminta dirinya bersumpah untuk tidak menemui mereka semua, Anna menatap kecemasan serta ketakutan yang ada di wajah Ayah nya. Tapi seakan bibirnya tidak ingin menanyakan hal itu, hatinya tahu bahwa sang Ayah telah melakukan dosa di masa lalu nya.


" Anna berjanjilah demi Ayah..." Ulanginya dengan sungguh sungguh. Anna hanya bisa mengangguk pasrah dia tentu saja tidak menuruti permintaan Ayahnya dia juga tidak ingin membuat Ayahnya memikirkan dirinya du sini. " Di mana Adriano kenapa kau datang sendiri?" Mereka kini saling berbicara melalui telfon dan ada sebuah kaca besar yang menghalangi mereka berdua.


" Dia sedang pergi ke perusahan, penanam saham nampaknya sudah tahu jika Ayah di tangkap, jadi mereka meminta pertemuan dadakan seperti sekarang..." Peter hanya membuang nafasnya dengan kasar ketika mendengar semuanya dan sebentar lagi nampaknya ke hancuran sudah berada di ambang matanya.

__ADS_1


" Lalu bagaimana kamu dengan Maria adik dari suami mu itu?, apa dia membuat ulah lagi dengan mu?"


" Tidak, dia percaya bahwa aku berubah baik aku sudah mendapatkan hatinya saat ini jadi Ayah tenang saja tidak perlu khawatirkan hal itu..." Jawabnya dengan tersenyum.


" Dengar Anna dia adalah senjata kita agar semua orang percaya bahwa kita adalah keluarga yang baik baik saja dan kemungkinan masalah Ayah tidak akan sampai di sini. Para media mungkin sudah mengetahui semuanya jika tuntunan sudah di buka oleh Police kau bisa konferensi pers bersama Maria dan kau bisa menjadikan dia adalah tameng dan senjata agar semua orang iba kepada kita, kau tahu bukan maksud Ayah."


" Aku tahu Ayah, asal Ayah tahu aku sebenarnya tidak mau lama lama berbaik dengan gadis miskin itu, aku merasa tubuh ku gatal gatal jika berpelukan dengan dia berlama lama, aku tidak ingin sampah berlama lama di rumah kita. Apa Ayah tahu kemarin aku hampir menamparnya karena dia menyuruh ku untuk berlutut di kaki nya dan mencium kaki nya, aku hampir menggagalkan rencana kita yang sudah kita susun..." Anna langsung mengatakan apa yang dia alami kemarin kepada Ayah nya.


" Dengar Anna sayang kau harus bersabar untuk mencapai semua yang kita inginkan hanya dia yang kita punya, image Ayah mungkin sudah jelak dan kamu pun juga sama hanya dia agar semua orang iba dan nama kita tetap baik di mata mereka. Jika nama kita baik di mata mereka Ayah yakin mereka tidak akan percaya dengan image yang sebelumya jelek ini sayang."


" Tapi Ayah sampai kapan aku harus bersandiwara menjadi baik di depan dia, aku sudah bosen jika harus berbaik hati terlalu lama dengan dia..." Anna kini ternyata hanya pura pura baik di depan Maria, gadis lugu yang malang.


" Jam sudah selesai..." Seorang Police kini menghampiri Peter dengan mengatakan jam temu sudah selesai.


" Jaga baik baik dirimu Anna, ingat apa Ayah katakan."


" Jaga baik baik Ayah juga..." Anna mengangguk sebelum Ayah nya di bawah pergi oleh Police tersebut. Anna kini menyandarkan punggungnya di kursi tersebut menatap ke depan dan dia harus pulang untuk bersandiwara lagi untuk mencapai sebuah keinginannya.

__ADS_1


Flashback On


" Anna Ayah ingin bicara dengan mu. Duduklah di sini..." Pagi itu Anna secara diam diam menyuruh putrinya untuk duduk di ruang kerja nya. Hati Peter kini cemas oleh sebab itu dia memanggil putrinya secara pribadi.


" Ada apa Ayah?, apa ada hal penting yang ingin katakan kepada ku?" Anna kini tahu bahwa Ayah serius dalam hal yang ingin dia sampaikan tapi Anna tidak tahu apa yang ingin sampaikan oleh Ayah nya.


" Anna dengarkan Ayah baik baik jangan potong apa yang Ayah katakan, mungkin Ayah sebentar lagi akan mendapatkan kasus bahkan mungkin lebih parahnya Ayah akan masuk ke dalam penjara untuk beberapa saat, dan jika semua media tahu hal itu Ayah minta kau membuat sedikit drama di sini. Agar nama Ayah dan Nama mu tidak sejelek yang mereka berikan kepada kita. Apa kau bisa?"


" Kasus apa yang membuat Ayah berada di dalam penjara?, apa sebegitu besar masalah nya?"


" Anna jangan tahu masalah itu yang Ayah mau kamu membuat sedikit drama demi nama kita berdua."


" Drama apa yang Ayah inginkan?"


" Kau dan adik suami mu tidak pernah akur dan kalian saling bermusuhan, Ayah minta kau datang kepadanya dan meminta maaf kepadanya tarik dia di dalam keluarga kita, biarkan dia tinggal satu atap bersama mu, jadikan dia keluarga kita, buatlah nama mu yang tercoreng menjadi baik kembali."


" Tidak, Anna tidak mungkin mau berbaik hati dengan Maria Yah, dia hanya akan menjadi beban di sini..." Anna tentu saja akan menolaknya dengan tegas.

__ADS_1


" Anna hanya dia yang kita punya, jika nama kita jelek, kau bisa bertemu dengan media bersama dia dan memperkenalkan dia adakah adik ipar mu, dia tinggal dengan kita menjadikan dia seperti adik kandung mu dan tidak membandingkan dia meskipun dia orang tidak mampu, kau bisa mencuri hati semua orang dengan berperilaku baik dengan nya karena apa, karena kakak ipar dan adik ipar jarang memiliki sikap yang akur."


Anna memikirkan apa yang Ayah katakan. " Hanya sandiwara, tapi jika dia tidak mau memaafkan aku?"


__ADS_2