Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Terkuak 1


__ADS_3

" Aku tak menemukan jejak mobil mereka..." Steve dan Abhi yang tiba di rumah besar Zac segera menghampiri semua orang yang mengumpul di sana.


" Kita harus segera menemukan nona muda..." Kris mengambil ponsel nya dengan segera menghubungi seseorang.


" Di mana Zac?" Abhi kini dengan nada panik nya mencari keberadaan adik iparnya yang tak ada di sana.


" Di kamar, seorang dokter sedang mengeluarkan peluru di lengan nya..." Jonathan yang kali ini menjawabnya. " Kau tenang oke, kita akan menemukan adik mu..." Sambungnya lagi dengan menyentuh pundak laki laki itu, dia tahu bahwa dia sangat panik.


" Orang orang ku menyebar untuk mencari keberadaan nona muda..." Andre yang tiba tiba muncul dari belakang, dia baru saja membubarkan tim nya untuk segera bergerak. Dia harus bertemu tim nya di belakang karena tim yang ini adalah tim yang dapat julukan tim hantu karena tak ada yang tahu keberadaan mereka selain Andre dan Zac.



" Harusnya aku dulu menghabisi nya..." Sambungnya lagi, Andre merasa menyesal karena dulu dia tak menghabisi laki laki yang bernama Hugo itu.


" Kau bodoh..." Umpat Jovanka karena kesal.


" Apa kalian mengenal laki laki tadi?" Abhi kini bertanya dengan sungguh sungguh, dia harus tahu siapa musuhnya kali ini.



" Dia dulu adalah orang orang kami, Hugo...." Jonathan memejamkan mata nya lalu menatap laki laki yang penasaran dengan laki laki yang Bernama Hugo itu. " Dia dan Zac bertengkar karena kesalahan yang tak di lakukan oleh Zac sama sekali, tapi dia menuduh Zac waktu itu. Aku tak bisa bercerita panjang lebar, nanti Zac akan menceritakan semuanya..." Jonathan tak ingin membuka masa lalu itu sebelum Zac sendiri yang mengatakan semuanya kepada kakak iparnya itu. Dia takut salah jika bercerita sekarang, waktu tak tepat untuk bercerita, yang penting sekarang adalah mereka harus menemukan Valarie.


" Aku gagal mengikuti mobil mereka bos..." Suhu cantik itu berjalan masuk dengan kaki yang susah jalan.


" Kau tak apa?, ayo aku bantu jalan nya..." Abhi yang melihat Suhu wanita itu berjalan sedikit susah, dia segera menghampirinya dan membopong nya agar lebih muda.


" Ada apa dengan mu?" Andre menghampirinya dan duduk di sebelah wanita itu.

__ADS_1


" Jatuh sewaktu aku mengejar mereka..." Jawabnya dengan meringis kesakitan.


" Di atas ada dokter, kau obati dulu luka luka mu itu..." Jovanka yang dari tadi memperhatikan luka luka wanita itu, merasa kasihan karena luka jatuh dari sepeda sangatlah sakit.


" Aku tak apa.. kalian sudah menemukan keberadaan nona kita?" Semua yang di sana hanya geleng geleng kepala. " Sialan, kenapa dia harus kembali lagi, dasar pengecut, berani nya dengan wanita lemah..." Umpatnya dengan nada marah.


" Abhi bawa dia ke atas, obati luka nya itu..." Jovanka kini yang menyuruhnya membuat Suhu wanita itu tak bisa membantah untuk kedua kalinya.


Abhi dengan segera membantu wanita itu berdiri, dengan susah payah wanita itu berjalan karena kaki nya merasa sangat sakit ketika dia buat jalan. Wangi parfum mereka berdua tercium begitu saja, jarak mereka yang begitu dekat membuat aroma parfum itu membangkitkan kan jiwa mereka.


*Kenapa sangat nyaman memiliki sandaran seperti ini. Batin Suhu cantik itu.


Astaga jantung ku rasa nya mau lepas, jangan jadi laki laki brengsek yang langsung menyukai wanita ketika kami baru bertemu dua kali. Batin Abhi yang juga bergejolak tak karuan*.


Berdekatan seperti itu membuat kedua irang itu sama sama canggung dan tak enak. Kabut kecanggungan itu tak bisa muda di pecahkan oleh mereka yang terbukti mereka memilih sama sama diam di banding dengan mereka yang bicara.


" Terima kasih..." Suhu itu menunduk malu, untuk pertama kalinya dia malu menatap lawan bicara nya, biasa nya dia hanya akan menunduk jika bicara dengan bos nya Zac dan Jonathan tapi kali ini dia menunduk dengan laki laki yang kemarin dia hajar.



" Kau bisa pergi, aku akan di sini sendiri..." Usirnya, dia tak ingin rasa canggung ini membunuh nya, rasanya serasa mati jika kabut kecanggungan itu memenuhi dirinya.


" Tidak.. kau nanti kenapa kenapa. Tak apa aku di sini..." Tentu saja Abhi tak akan tega meninggalkan nya, di tambah wanita itu berjalan saja susah apalagi menunggu di depan sini sendiri. " Apakah terasa sangat sakit?" Sambungnya.


" Sedikit, setelah di beri obat sakit nya akan hilang, dan aku tetap bisa menghajar para musuh..." Katanya dengan semangat lagi, tangan serta kaki nya merasakan gatal untuk segera melawan musuh musuh nya itu.


" Kau tetap ingin ikut kami?" Abhi tak percaya dengan apa yang dia dengar.

__ADS_1


" Tentu saja, ini hal yang langkah untuk kamu bertarung secara langsung, ini adalah yang kami tunggu..." Jawabnya.


" Tapi kaki dan tangan mu terluka Suhu, kau tak bisa ikut..." Titahnya dengan tegas.


" Kami sudah biasa seperti ini, lagian sebentar lagi akan hilang rasa sakit nya. Tak apa jangan khawatir..." Suhu itu tersenyum membuat laki laki itu terpanah.


Bisa di hajar habis aku jika jatuh cinta pada wanita ini. Batin Abhi ketika dia sadar ada perasaan lain yang ada di hati nya.


Kedua orang itu terlalu lama menunggu sang dokter keluar dari kamar bos nya, tak mungkin hanya satu peluru yang dia keluarkan membutuhkan waktu begitu lama.


" Kenapa lama sekali sang dokter, atau jangan jangan ada apa apa dengan adik ipar ku..." Abhi yang ingin membuka pintu tak jadi, dia mengurungkan dirinya karena merasa tak enak jika tiba tiba masuk paksa.


" Mungkin ada luka lain yang harus di obati oleh sang dokter..." Suhu itu bicara dengan pelan.


Sebenarnya Suhu itu juga curiga tapi dia tak ingin memperlihatkan apa yang membuatnya khawatir sepenuhnya. Abhi menunggunya lagi tapi rasa penasaran serta khawatir itu tak bisa di bendung lebih lama lagi.


Ceklek !! dengan memberanikan diri Abhi membuka pintu kamar adik iparnya, mata kedua orang yang di sana di buat melotot dengan pandangan yang mereka lihat. Abhi dengan segera menghampiri nya, melepaskan ikatan itu dengan cepat.


" Apa yang terjadi?" Tanyanya.


Sang dokter itu lega karena ada seseorang yang mencurigai nya karena tak keluar dari kamar ini.


" Tuan Zac kabur, dia meminta saya untuk tidak memberi tahu kondisi lengan nya pada kalian, jadi dia mengikat saya, dan setelah mendapatkan telfon tuan pergi dari jendela..." Penjelasan sang dokter itu membuat kedua orang itu tak percaya bahwa Zac akan pergi.


" Tuan Zac tak mengatakan apa apa kepada mu?" Suhu itu kini duduk di sebelahnya.


" Dia hanya berkata bahwa untuk mengatakan kepada kalian untuk tidak mencari nya, dia sendiri yang akan menyelesaikan masalahnya dengan Hugo dan membawa pulang istrinya..." Abhi langsung berlari meninggalkan Suhu dan sang dokter itu.

__ADS_1


" Zac kabur, dia mencari sendiri Hugo, dia tak ingin kita ikut, dia ingin menyelesaikan masalahnya sendiri dengan Hugo..." Ucapan Abhi yang di barengi oleh nafas yang memburu membuat semua orang yang di sana terkejut bukan main. Mereka dengan cepat berdiri dengan mata yang melotot.



__ADS_2