Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Melawan 37


__ADS_3

Semuanya kini telah siap di tempat tunggu pengadilan, mereka para saksi juga sudah datang di tempat saksi yang harus mereka sembunyikan untuk sebuah ledakan yang akan sangat menyenangkan di tonton. Maria juga ada di sana dengan dirinya yang bersama Tim nya.


Anna kini menatap ruangan yang bertulisan ruangan tunggu untuk para penuntut, dia dengan cepat membuka pintu yang tertutup. Semua orang yang ada di sana langsung menatap ke arah pintu yang terbuka. Mata mereka kini menyipitkan matanya ketika melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.


" Maria aku ingin kita bicara."


" Buat apa kau datang kemari?, aku tak ingin bicara kepada mu..." Ujar Maria dengan sinis.


Anna kini berjalan menghampiri Maria dengan segera menyentuh tangan adiknya dengan cepat. " Maria aku ingin meminta maaf, aku janji tak akan mengulangi kesalahan ku kepada mu, aku akan pergi jauh dari hidup mu tapi aku mohon maafkan aku dan bebaskan salah satu dari mereka aku tak ingin mereka berada di sana, bebaskan salah satu dari mereka, hiks hiks..." Tangisan itu kini pecah seketika, dia membuang harga dirinya untuk orang yang dia cintai.


Maria kini menghempaskan tangan itu dengan kasar tatapan nya tajam. " Sekarang kau meminta maaf kepada ku?, di mana kesombongan mu?" Maria kini mengejeknya.


" Maria aku tahu aku salah dan aku meminta maaf kepada mu, aku sungguh minta maaf kepada mu. Aku akan pergi jauh sejauh mungkin dari hidup kalian tapi beri aku salah satu dari mereka aku akan pergi dan tidak akan menganggu mu. Bukankah kita keluarga Maria beri aku kesempatan untuk berubah dan merangkul keluarga ku."


Semua orang yang ada di sana kini hanya terdiam karena ini bukanlah urusannya mereka, mereka hanya cukup diam dan menonton apa yang terjadi di sana.


Maria kini tertawa ketika mendengar apa yang di dengar oleh telinganya, wanita yang menghinanya kini datang kepadanya memohon maaf dan memohon untuk membebaskan salah satu dari mereka dengan mengatakan mereka adalah keluarga.


" Sekarang kau mengatakan kau adalah keluarga ku?, dimana kau di saat keluarga mu ini mengalami kesusahan?, di mana kau saudara ku?" Maria menekan kata katanya dengan sinis.

__ADS_1


Anna kini menatap penuh dengan rasa penyesalan, Anna kini hanya terdiam ketika Maria mengatakan tentang semuanya, dia tau kini dia salah telah membuang kelurganya dan menyombongkan dirinya lebih mementingkan hartanya dan sekarang hartanya tak ada artinya untuk masalah nya saat ini.


" Aku akan lakukan apapun asal kau mau memaafkan aku dan membebaskan salah satu dari mereka, aku akan melakukan apapun yang kau katakan."


" Tak ada yang harus kau lakukan karena aku sudah menutup pintu maaf ku untuk kalian semua. Sebaiknya kau hemat air mata mu itu, karena percuma bagi ku..." Maria kini berbalik memunggunginya dan tak ingin melihatnya sedangkan Zac hanya diam di sana menatap kehancuran putri dari musuhnya adalah tontonan yang menyenangkan.


Anna kini melihat orang yang menuntut Ayahnya kini dia malah berlari menghampiri Zac dan dengan cepat Andre berdiri di depan bos nya menghalangi wanita itu yang ingin mendekat.


" Jangan mendekat..." Andre kini langsung meninggikan suaranya dan itu membuat Maria menatap ke arah kakak iparnya.


" Tuan saya mohon maafkan Ayah saya, jika dia memiliki kesalahan tolong maafkan!! saya akan mengembalikan semua aset aset yang anda minta saya bersedia tidak memiliki apapun asal Ayah saya bisa kembali di samping saya. Saya mohon, saya akan pergi dari sini sejauh mungkin..." Kini giliran dia membuang harga dirinya untuk kebebasan Ayahnya dia bisa melakukan apapun untuk Ayahnya.


" Saya tidak butuh aset aset itu karena aset nya terlalu rendah, aset ku lebih banyak dari Ayah mu punya..." Lirik Zac dengan sinis bahkan dia tak menatap kearah wanita itu.


" Pergilah karena kau percuma di sini karena tak akan ada gunanya kau memohon kepada kami karena kami tidak akan membebaskan Ayah mu..." Kini Andre yang berucap ketika dia tau bahwa bosnya tidak akan menjawab atau mengulangi apa yang dia tolak dari awal.


Hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu kini telah ada di depannya maka tak akan semuda itu semua orang bisa membalikan semua keadaan untuk mengajaknya berdamai. Keadilan harus mereka dapatkan dengan bagaimana pun caranya.


Bug!! Maria kini dengan cepat berlutut dengan derai air mata yang terus mengalir semua orang yang di sana kini sempat terkejut tapi itu adalah tontonan yang sangat menyenangkan untuk mereka lihat secara langsung.

__ADS_1


" Aku berlutut di depan kalian semua demi kebebasan mereka, bahkan aku rela mencium kaki kalian hanya untuk mereka. Saya mohon maafkan mereka, saya akan melakukan apapun untuk mereka semua..." Anna kini menjatuhkan harga dirinya dia membuang kehormatannya demi kelurganya saat ini.


" Saya mohon Tuan kasihani kami semua, saya tahu anda mencari keadilan tapi saya bisa berikan semua aset aset ini asal mereka bisa bebas Tuan saya mohon..." Tangisan itu kini kembali pecah.


Sementara yang lain hanya acuh dan tak memperdulikan hal itu, mereka beranggap tontonan itu adalah hal yang biasa mereka lihat.



Andre kini sedikit menarik tangan wanita itu agar dia berdiri tetapi Anna memberontak dengan kuat tapi sayangnya kekuatan Anna tak ada di banding dengan kekuatan Andre.


" Lepaskan saya.. biarkan saya memohon ampun kepada mereka untuk Ayah dan suami ku.. Lepaskan aku.. lepaskan aku..." Teriaknya ketika dirinya di tarik paksa untuk keluar dari ruangan itu.


" Jangan buat ulah jika kau ingin mereka tidak mendapatkan hukuman yang berat, jika kau sekali lagi mencari masalah di depan kami, maka kami tidak segan untuk menambah tuntunan yang lebih berat, kau dengar..." Anna kini langsung terdiam ketika ancaman Andre sungguh sungguh berkatanya. Kini Anna dengan cepat pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Tangisan air matanya seakan tak mampu membuat semua orang yang ada di sana berubah hatinya dengan memaafkan mereka, dia yang sudah berkorban menghilangkan harga dirinya kini seakan adalah hal penyesalan terbesarnya karena semuanya percuma tak ada gunanya.


Anna kini menghapus air matanya menatap pintu itu yang tertutup dengan tatapan sendunya, dia kini melangkah menuju kearah ruangan yang di mana ada Ayahnya di sana.


" Kau sudah tahu siapa saksi kita kedua?" Peter kini juga tengah cemas karena dia juga tak tahu siapa saksi dari mereka saat ini.

__ADS_1


" Tidak ada yang tahu siapa saksi dari mereka!! mereka menyembunyikan saksi nya..." Hans juga tengah khawatir karena dia tak tahu siapa saksi yang akan memberatkan hukuman dari klien nya.


Nah loe siapa saksi nya 🤭🤭


__ADS_2