Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kemarahan Mereka 12


__ADS_3

Penyesalan tak ada gunanya saat ini,


Semua orang pernah melakukan kesalahan,


Dan


Semua orang pernah melakukan kebaikan,


Tapi semua apa yang mereka lakukan kini harus mereka terima, 


Apa yang mereka tanam maka itulah yang harus kalian ambil.


______


Di dalam penjara Peter hanya bisa meratapi nasibnya dia tak menyangka bahwa dirinya akan berakhir di sini. Ruangan yang hanya berukuran kecil dengan di isi puluhan orang yang ada di sana. 


Peter hanya duduk di pojokan ruangan itu, merapi semua kesalahannya, semua kenangan dia bersama Yun dan kedua sahabatnya seakan terlintas di depan matanya. Semua kesalahan yang dia perbuat kini tak bisa di maafkan.


Peter lah yang menjadi dalang utama dari kematian Yun, Peter lah yang menjadi pembunuh akan semua harta Yun berpindah menjadi miliknya. Pengadilan sudah membuktikan bawa laki laki itu bersalah dan hukuman seumur hidup kini sudah dia dapatkan dari semua yang telah kini dia perbuat.


" Jadi ini yang bernama Tuan Peter, laki laki terhormat yang gila harta dan rela membunuh sahabatnya karena sebuah harta nya?" Seorang narapidana lainnya kini menghampiri Peter dia dengan langsung mengejek Peter.


" Lihatlah laki laki itu sekarang dia tak memiliki apapun?, Apa yang dia dapatkan selama ini?, Hanya kesombongan dan penyesalan yang tak akan ada akhirnya…" Timpal salah satu dari mereka.


Peter hanya sebentar menatapnya dan kemudian mengabaikannya lagi. Peter tak ingin membuat masalah dengan orang yang tak berguna di sini.


" Heh Tuan Sombong, kenapa kau diam saja, di mana kesombongan mu selama ini?"


" Pasti dia sedang meratapi nasibnya di dalam penjara, kemewahan dan semua hartanya tak ada gunanya saat ini."


" Harta yang dia punya hanya milik dari orang lain, dia tak pantas meratapi nasibnya…" Semua orang yang di sana kini menertawakan nasib Peter yang seakan hancur di sana.

__ADS_1


Peter hanya mengabaikannya dia mencoba untuk tenang tak tak terpengaruh oleh apa yang mereka katakan.


" Sebentar lagi dia akan berkumpul dengan menantu dan putrinya."


" Putrinya masih menjadi buronan?"


" Aku dengar menantunya ingin mengakhiri hidupnya."


Peter kini melotot tak menyangka bahwa menantunya ingin mengakhiri hidupnya. Peter kini berdiri menghampiri orang yang mengatakan tersebut.


" Apa yang kau katakan tadi benar?, Di mana menantu ku sekarang?" Tanyanya dengan nada tinggi.


Orang itu kini mendorong tubuh Peter hingga Peter sedikit terdorong kebelakang. 


" Kecilkan suara mu?, Kau pikir kau berkuasa di sini hingga kau berteriak kepada ku?" Nada tinggi dari orang itu kini membuat semua orang yang ada di sana kini menghampiri Peter dengan menatap tajam.


" Kau pikir kau memiliki kekuasan di sini hingga kau berani berteriak kepada kami heh?, kau bukan siapa siapa di sini?"


" Sepertinya dia perlu di beri pelajaran agar tak sombong di sini."


Sedangkan di tempat lain James kini masih terduduk di sana dengan gaya nya yang sombong, sedangkan Albert dan Andre kini merasa ada tontonan yang seru yang harus mereka lihat saat ini.


" Saya bisa meminta bantuan kepada kelompok Mafia Dio Della Morte untuk menghancurkan mu, aku rasa bukan hal yang sulit untuk mereka menghancurkan kalian."


Albert dan Andre kini hanya tertawa mendengar apa yang di katakan oleh James. " Maka katakan kepada mereka bahwa kau ingin menghancurkan Albert seorang pengacara terkenal di Italia, katakan kepada mereka, saya aku menunggu mereka menemui saya..." Albert kini malah menantangnya dengan sungguh sungguh.


" Dasar laki laki bodoh..." Andre kini mencibirnya dengan penuh mengejek.


" Katakan kepada kelompok mu itu, bahwa kami menunggu Mafia mu melawan kami..." Sambungnya Andre dengan menatap mengejek ke arah James.


" Jadi kalian menantang ku?"

__ADS_1


" Kami tak menantang mu?, tapi kami hanya ingin tau seberapa kuasa mu di sini dan seberapa penting kau di mata Dio Della Morte..." Albert menekan kata katanya.



" Kita pergi dari sini dan tunggu saja kalian akan hancur sebentar lagi, ku pastikan kau akan menangis di bawa kaki ku dan memohon ampun..." Ancamnya.


" Kita lihat saja, kau atau aku yang seperti itu dan kita lihat saja, aku atau kau yang berkuasa di sini..." Albert kini mengancam nya balik.


" Jangan terlalu sombong hanya karena kau pengacara terkenal di kota ini."


" Jangan terlalu sombong hanya kau pimpinan pengawal dari sebuah Kartel..." Albert kini membalikan omongan James.


James yang merasa geram kini berdiri dan segera meninggalkan tempat di mana kedua laki laki itu menahan rasa geli nya.


Albert kini langsung terduduk dengan rasa yang penuh cemas, dia cemas jika masalahnya akan berpengaruh dengan kelompoknya. Albert bukannya takut menghadapi ini sendiri tapi yang dia takutkan sekarang adalah menjelaskan kepada bos nya Singa. Dia tak tau harus mulai dari mana ini semua.


" Sebaiknya lu harus segera ceritakan masalah mu kepada Singa Al, dari pada bos tau dari James tadi dia akan bertambah marah kepada mu."


" Aku tak tau dari mana menceritakannya Bro, lu tau aku juga tak mungkin menyerahkan Violet kepada laki laki bajinga* seperi dia, tapi aku juga tak mungkin mengorbankan tim ini..." Kecemasan Albert kini tak bisa di pungkiri semua nya kini harus dia pikirkan.


" Tak ada yang kehilangan dan tak ada yang di korbankan, percayalah bahwa bos kita tak mungkin akan mengorbankan salah satu yang membuat kita terluka. Apa selama ini ada yang kita korbankan?"


" Entahlah aku hanya takut cinta ku seperti Steve."


" Semuanya memiliki masing masing ujian yang harus kalian lewati Al, jika kau menyamakan dengan Steve sampai kapan kau akan mengatakan kepada Singa. Ini bukan masalah muda, ini akan menyangkut dua Mafia yang akan bergabung. Aku yakin Bos akan lebih memilih mu di banding orang yang baru di kenal..." Andre yang menasehati sahabatnya kini membuat Albert berpikir benar, apa yang di katakan Andre kini masuk akal dia tak mungkin seperti ini. Dia harus mengatakan kepada Singa untuk melindungi kekasihnya.


Albert menghela nafasnya dia sadar kini dia harus segera mengatakan kepada Bosnya. Meminta bantuan dan perlindungan bukanlah hal yang salah. Saat ini dia harus memikirkan banyak orang di banding dia harus melawan mereka sendiri.


" Baiklah aku akan mengatakan kepada Bos..." Akhirnya setelah pemikiran yang panjang Albert memutuskan untuk mengatakan kepada bosnya.


Dia harus butuh perlindungan dan yang tepat untuk melindungi mereka adalah tim nya sendiri.

__ADS_1



Bang Andre 😍😍


__ADS_2