Wanita Nakal

Wanita Nakal
Seson4_ Ex Husband Is Broken_ Tempat Apa Ini 6


__ADS_3

Flashback On


" *Apa yang ingin aku lakukan untuk mu?" Bryan mengerutkan keningnya meskipun dia tak yakin dengan semua ini tapi dia masih berusaha untuk tetap ingin menolong wanita yang ada di depannya.


" Saya tak meminta bantuan yang berlebihan saya tau siapa saya, tapi saya yakin anda bisa saya percaya. Saya hanya ingin anda memengang uang saya ketika saya mendapatkan bayaran dari para tamu."


" Kenapa tak kau pegang sendiri uang mu? kau juga pasti membutuhkannya untuk keperluan sehari hari mu. Kau tadi berkata kau ingin meringankan beban kakak mu lalu sekarang kau ingin aku membawa uang mu. Apa yang kau pikirkan sebenarnya?"


" Sir kau benar aku membutuhkan uang untuk sehari hari, tapi saya akan mengambil seperlunya saya. Saya bisa menyimpan nya di anda, kita tak tau apa rencana Tuhan untuk kita, aku juga tak tau apa yang sudah menunggu aku di depan sana. Maka dari itu aku ingin menyimpan sebagian pendapatan saya kepada anda untuk berjaga jaga."


Deg!! jantung Bryan saat ini tersentuh dengan apa yang di katakan oleh orang nya. Dia yang sangat polos dan baru saya bertemu degannya malah mempercayakan dirinya untuk membawa sebagian uang dari hasil kerja nya nanti.


" Jika nanti aku ada apa apa tolong berikan kepada kakak ku Sir, setidaknya dia bisa memakai uang ku, mungkin uang ku nanti tak akan mampu membalas dia yang berjasa selama ini kepada aku, tapi aku berharap dia bahagia dengan apa yang aku berikan meskipun aku rasa nanti akan kurang dengan dia yang sudah membiayai ku selama ini."


" Seorang kakak tak akan membutuhkan seperti ini Amel. Kau tau jika kakak mu sangat menyanyangi mu maka dia akan memberikan apapun kepada mu."


" Aku tau, jika aku meminta jantungnya pun dia akan memberikannya kepada ku. Selama ini dia bekerja keras untuk membiayai ku, membanting tulangnya untuk memenuhi semua kebutuhan ku. Dan sekarang aku ingin membalasnya meskipun mungkin apa yang aku berikan tak seperti dia memberikan kepada ku, tapi setidaknya aku berusaha ingin membuatnya bahagia dengan hasil keringat ku sendiri meskipun jalan ku salah."


" Baiklah jika itu mau mu, aku akan simpan sisa uang yang kamu berikan nanti kepada ku..." Bryan tak bisa berkata kata selain hanya bisa menuruti apa yang di katakan oleh wanita itu.


" Terima kasih Sir..." Amel tersenyum bahagia dia merasa senang setidaknya dia berusaha membantu kakaknya meskipun jalannya salah.


Terjun ke tempat hina seperti ini bukanlah hal yang muda, bukanlah perkara dia yang memiliki tubuh yang indah dan wajah yang cantik. Tetapi harus memiliki mental yang kuat seperti baja, memiliki hati yang kuat untuk bersaing dengan para wanita lain nya yang juga bekerja di sana.


Jalan mereka mungkin salah tapi keadaan yang memang harus menuntut mereka untuk berada di sana. Mereka yang kecewa dengan keadaan, mereka yang memberontak dengan situasi ini merelakan harga dirinya berada di sini untuk memenuhi semua kebutuhan hidup mereka.

__ADS_1


Flashback Off*


Sarah menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang di dengar oleh dirinya, dia tak menyangka uang yang ada di depannya ini adalah uang hasil kerja kerasnya dari adiknya selama ini.


Air mata yang dari tadi sudah berhenti kini menetes lagi dengan deras, dia terus menetes tak ada hentinya. Rasa duka kini menjadi rasa haru yang begitu mendalam bagi wanita itu.


" Bagaimana mungkin dia masih memikirkan aku selama ini hiks hiks..." Suaranya bergetar dia merasa sangat merasakan rasa sayang adiknya yang sangat mendalam untuknya.


" Terima uang itu, bagaimana pun ini uang hasil kerja Amel..." Bryan merasa iba kepada wanita itu.


Kenyataan demi kenyataan harus di dengar secara seperti ini, harus nya adiknya yang memberikan langsung kepada dirinya tapi sekarang orang lain dan di saat adiknya sudah meninggal malah semuanya terbongkar.


" Aku tak mungkin bisa menerima uang ini, tidak bisa hiks hiks..." Dia menutup wajahnya dengan menutup kedua tangannya dia merasa terluka.


" Bagaimana pun Amel sudah menyisakan uang ini untuk mu agar kau bisa hidup dengan enak, agar kau tak terlalu keras dalam bekerja, dia ingin meringankan beban mu."


Sarah kini menyalahkan dirinya sendiri tentang kenapa adiknya bekerja di sini, jika saja adiknya tak bekerja di sini mungkin saat ini adiknya masih ada di pelukannya dan tak akan pergi dari sini selamanya.


" Apapun yang terjadi kau harus menerima uang itu, aku harus memberikan uang itu kepada mu. Jika kau menolaknya aku yakin Amel akan bersedih di atas sana, dia sedih karena kau tak mau menerima uang nya yang sudah dia simpan untuk mu."


Sarah kembali menangis mendengar apa yang di katakan oleh Bryan, dia tak mungkin mau menerima uang hasil kerja adik nya yang salah tapi apa yang di katakan oleh Bryan ada benarnya.


" Kau simpan saja dulu, siapa tau kau membutuhkan nya suatu saat nanti. Kau tak perlu merasa sendiri untuk membalas dendam kepada pembunuh Amel, kami bersumpah akan menyeret pembunuh Amel di depan mu,bukan police lagi yang menangani nya tapi kami yang akan membalasnya..." Ucapnya dengan serius.


Sarah kini langsung menatap kearah Bryan dengan sungguh sungguh dia menghapus air matanya, berdiri berjalan menuju kearah Bryan yang memunggungi nya. Kini Sarah berdiri di sebelah Bryan menatapnya dengan keseriusan yang sungguh sungguh.

__ADS_1



" Kau akan menemukan mereka yang telah membunuh Amel? apa aku tak salah dengar dengan apa yang kau katakan?"


Bryan menunjukan luka yang ada di telapak tangan nya, luka sayatan pisau kecil itu masih ada jelas di telapak tangan itu. Sarah yang tak mengerti kini kembali menatap ke arah nya.


" Luka ini adalah luka sumpah yang kami lakukan di atas makam Amel, kami bersumpah akan membawa pembunuh Amel di kuburan Amel. Tangan di balas tangan, mata di balas mata dan Nyawa akan di balas Nyawa..." Ujarnya dengan tegas tatapan matanya menatap lurus ke arah depan dengan sungguh sungguh.


" Aku mohon jangan biarkan para police yang menghukumnya, aku ingin melihat dan mereka merasakan seperti apa rasa sakit yang di alami oleh Amel hingga dia pergi selamanya."


" Kami yang akan menghukumnya dengan tangan kami."


" Biarkan aku ikut membalaskan dendam kepada orang orang itu, aku ingin menghukum nya dengan cara kalian."


Kedua mata mereka saling bertatapan dengan tujuan yang sama saat ini.


Bersambung besok lagi ya mak 🤗 jangan lupa tinggalkan jejak kalian,


Like


Komen


Vote


Hadiah

__ADS_1


Makasih ya sayang 😘🤗🤗


__ADS_2