
" honey.. ahh.." ******* jovanka ketika jonathan memompanya.
" posisi mana yang kamu sukai honey.. hmm."
" semua posisi aku suka honey.. argh.. hmm.." kini mereka bercinta dengan berbagai posisi yang berubah ubah, dengan sedikit mengobrol.
Bruak !! Alfred menendang pintu utama ketika dia melihat mobil kris yang terparkir di halaman. Kris yang sedang bicara dengan orang orangnya menatap ke arah pintu dengan sedikit terkejut.
" jovanka.. keluar.. jangan sembunyi.." kris berlari menghalangi alfred yang tengah masuk ingin mencari jovanka.
" apa yang anda lakukan disini?" Alfred menatap kearah kris yang sedang menghalangi jalannya untuk masuk kedalam rumah mewah tersebut.
" aku mencari istriku.. dimana jovanka.. keluar jovanka.. " teriaknya lagi. Alfred mencari dengan matanya yang menelusuri setiap sudut rumahnya.
" silahkan keluar tuan alfred.." kris menyuruh alfred keluar dengan mendorong tubuhnya. Sedangkan orang orang yang dibawah alfred juga didorong oleh orang orang nya kris.
Alfred mencengkram baju kris dengan mata yang menyalang. " kau tak berhak menyembunyikan istriku.. akan ku laporkan bahwa kau menyembunyikan istriku.." katanya dengan sinis.
Kris menghempaskan tangan nya alfred. " apa anda tidak membaca dokumen yang saya bawah tuan. Bahwa pernikahan anda dibatalkan dan tak sah di mata negara."
" aku tak peduli.. aku tak akan melepaskan jovanka begitu saja."
" silahkan keluar tuan.." kris tetap bertahan menyuruhnya untuk keluar dari rumah tersebut.
" ahhh.. arghh..hmm.. jo stop.. di bawah seperti ada keributan.." jovanka mendorong pelan tubuh jonathan yang tetap berada di atasnya.
" ssttt.. diamlah honey.. ada kris di bawah.. kau tak usah khawatir.." jonathan membalik tubuhnya menjadi jovanka yang berada di atas tubuhnya. " bergeraklah honey.. " sambungnya dengan meremas gundu*kan yang di depan matanya.
__ADS_1
Jovanka menaikan tubuhnya dengan cepat, dengan mendes** ketika bibi* jonathan mengul** gundu*** di depannya.
" jovanka.. keluar.. jangan lari dari ku.." teriakan alfred tetap menggema di rumah tersebut.
" honey.. ada yang teriak teriak di bawah sana.." jovanka menghentikannya dengan telinga yang coba mendengarkan apa yang terjadi di bawah sana.
" honey.. please.. tak usah khawatir.. ada kris dan penjaga di sana.. tidak usah pedulikan mereka.. kita selesai dulu urusan kita honey.." jonathan memompanya dengan posisi dia tetap dibawah.
" ahh.. arghh.. jo.. hmm.." desaha* dan racauan mereka seakan tak memperdulikan teriakan dan apa yang terjadi di bawah sana.
" tuan silahkan keluar.. saya bisa melaporkan anda karena menerobos masuk tanpa seizin pemiliknya.." kris kini bicara dengan sedikit membentak.
" saya yang akan melaporkan anda juga.. karena telah menyembunyikan istriku.." jawabnya dengan marah.
Bugh !! Kris memukul wajah alfred dengan rasa kesalnya. " saya bisa membunuh anda di sini.. silahkan anda keluar.." kris bicara dengan membentak dan mendorong tubuhnya.
" tunggu honey.. kita keluar bersama.." jonathan menekan pinggulnya jovanka dan mereka saling menekan pinggulnya.
" arghh… ahhh.. hmmm…"desa*an mereka berbarengan dengan denyut** yang membunuh mereka dengan kenikma** yang sesungguhnya.
" mandilah dulu, aku akan melihat apa yang terjadi dibawah hmm.." jonathan mencium puncak kepala jovanka ketika jovanka sudah turun dari tubuh jonathan. Dan jonathan memakai celana pendeknya tanpa memakai bajunya.
" honey.." panggil jovanka dengan mesra dan jonathan menghentikan langkahnya.
" gendong.. aku tak kuat berjalan karena ulahmu.." jovanka memajukan bibi* nya dan jonathan yang melihatnya tersenyum.
Jonathan tanpa mengatakan apapun menggendong tubuh jovanka, jovanka melum** bibi* jonathan dengan gemasnya, mengalungkan tangannya pada leher kokoh jonathan. Saling melum** dengan berjalan ke kamar mandi.
__ADS_1
"Jangan menggodaku ara.." suara jonathan sudah berubah, ada hasrat di sana.
" aku tidak menggodamu honey.. aku hanya menutup percint** kita dengan cium**.." jovanka menggigit bibi* nya.
" kau ini honey.." katanya dengan menurunkan jovanka di dalam bathup kamar mandinya. Jovanka bukanya melepaskannya menggigi* lehe* jonathan dengan meninggalkan bekas disana dan jonathan menikm*** gig*** tersebut.
" mandilah.. aku keluar.." jovanka hanya menganggukan kepalanya. Dan jonathan keluar dengan menahan hasratnya. Jika dia tadi tidak mengganggu aktivitasnya dengan suara yang ramai seperti teriakan mungkin saat ini dia akan bercint* lagi di dalam kamar mandinya.
" keluar jovanka.." teriaknya lagi. " jovanka kau tak bisa bersembunyi terus didalam.. kau masih istriku.. jovanka keluar.." teriakan lagi.
" silahkan keluar tuan alfred.." bentaknya kris.
" akan ku buat kau ditangkap karena sudah merusak rumah tanggaku dan menyembunyikan istriku.." mata mereka saling bertatapan dengan emosi yang sama sama memuncak.
" siapa yang kau maksud istrimu he.. rumah tangga mana yang kau maksud rusak.." suara yang asing ditelinga alfred membuat dirinya menatap ke dalam rumah. Ada sosok yang turun dari tangga tapi tak nampak jelas di mata alfred, karena posisi mereka yang berjauhan.
" selamat datang tuan alfred.. selamat datang di rumah saya.." sambungnya dengan berjalan mendekati alfred yang ditahan oleh asistennya kris.
" tuan.. jonathan.. kau masih hidup.. apa aku salah lihat.. apa kau hanya mirip.." alfred terkejut ketika melihat sosok yang sudah dianggap tak ada di dunia kini berdiri di depannya tanpa mengunakan bajunya dan hanya mengenakan celana pendeknya.
" apa aku tak mendapatkan ucapan selamat darimu karena aku berhasil menyelamatkan diri dari kecelakaan itu.." jonathan kini berdiri didepan alfred dengan tersenyum sedangkan alfred mengamati wajah laki laki yang menjadi saingan terberatnya.
" saya gak percaya bahwa anda bisa selamat dari kecelakaan tersebut.." alfred tetap tercengang tak percaya bahwa laki laki di depannya adalah benar jonathan yang sudah dikabarkan meninggal.
__ADS_1