Wanita Nakal

Wanita Nakal
Season4_ Ex Husband Is Broken_ Siapa Laki Laki ini 2


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain Markas yang sepi seperti tak berpenghuni tiba tiba ramai karena kedatangan kedua bos nya yang lama ini tak pernah berkunjung sama sekali.


Bertahun tahun kedua Bos itu seakan meninggalkan mereka semua meskipun kedua laki laki itu masih sering memantau dari kejauhan selama ini.


Semua orang berkumpul dengan menunduk, hati mereka senang tapi di sisi mereka yang lain mereka juga takut karena secara mendadak tiba tiba mereka datang.


Kedua laki laki tangguh itu meskipun hanya bisa tersenyum dengan menatap para orang orang nya tapi semua orang yang ada di sana hanya bisa menunduk dengan cemas.


Semua orang seakan cemas dengan pemikiran mereka masing masing meskipun kedua laki laki tangguh itu tak ada maksud apapun.


" Kenapa kalian harus tegang seperti ini?, apa kalian tak suka kami datang?" Zac yang dari tadi tahu wajah mereka yang merah karena tegang kini mulai bertanya dengan berdiri.


Mereka hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar dengan keringat dingin mereka yang sudah mulai bercucuran. Meskipun bertahun tahun mereka tak pernah bertemu dan hari ini mereka kembali bertemu, nyatanya ketakutan kepada kedua laki laki itu masih ada, bahkan semakin melekat di hati mereka semuanya.


" Kenapa kalian hanya diam dan menunduk?, aku bertanya kepada kalian, kenapa kalian tegang? apa kalian berbuat salah kepada kami hingga kalian ketakutan seperti ini heh!"


" Tidak! kami hanya takut anda tiba tiba datang kemari Bos. Kami senang anda datang kemari, tapi kami juga takut anda tiba tiba datang tanpa memberi tahu kami dulu Bos..." Salah satu dari mereka kini menjawabnya dengan gugup. Tak hanya dia yang gugup tapi semua orang yang ada di sana memiliki kegugupan.


" Astaga..." Jonathan menepuk jidatnya dengan merasa lucu kepada orang orang nya yang ada di sana. " Kami datang kemari karena kami merindukan suasana ini, tak ada masalah apapun, semua aman."


Mereka yang ada di sana hanya bisa saling bertatapan dengan tersenyum lega. Jantung yang berdebar tak karuan dari tadi kini merasa lega ketika mendengar penjelasan dari Bos nya.


" Jadi dari tadi kalian berpikir kita sedang dalam masalah?"


" Maafkan kami Bos..." Jawabnya mereka dengan serempak. " Di mana Tuan Andre Bro?"


" Andre dan yang lain sedang menunggu seseorang di ujung jalan sana."


Mereka yang tadi lega kini kembali di buat tegang oleh perkataan dari Jonathan yang menjawabnya dengan santai. Jonathan tak bermaksud membuat mereka tegang tapi apa yang di katakan oleh Jonathan mampu membuat mereka bertanya tanya dalam kecemasan.


" Jangan takut mereka adalah keluarga besar kita nanti. Mereka akan menjadi anggota kita juga..." Timpal Zac yang kembali menghempaskan panta* nya di sofa sana.

__ADS_1


Kini mereka kembali berbincang dengan semua nya. Banyak pertanyaan yang di lemparkan kepada orang orang nya. Mereka semua menceritakan bisnisnya yang juga berjalan lancar tanpa hambatan sama sekali.


" Suap para petinggi dengan lancar agar kita bisa berjalan dengan tenang, apapun yang mereka minta kasihan kepada mereka, asal masih masuk akal."


" Tapi Bos ada satu hambatan."


Zac dan Jonathan menatap ke arah orang yang ada di sana. Salah satu orang yang mengurus tentang perdagangan manusia yang saat ini membuka suaranya.


" Salah satu dari orang kita rupanya mengundurkan diri dari pekerjaan nya!"


" Katakan dengan yang jelas!"


" Seorang mucika*i yang biasa nya menerima wanita dari kita mengundurkan diri. Dan pengganti nya tak ingin menerima wanita kita-"


" Alasan apa kenapa dia tak ingin menerima wanita dari kita?" Potongnya dengan cepat.


" Karena presentasi yang kita minta terlalu tinggi, dia mau jika kita menurunkan presentasinya."


" Kami belum bertindak apapun Bos, rencananya kami akan merundingkan dengan Tuan Steve."


Zac mengangguk dengan pelan satu rencana telah terlintas di pikirannya. Kali ini dengan senyum devil nya dia yakin ini adalah rencana yang akan menguntungkan mereka semua.


" Baiklah! tak perlu kau rundingkan dengan Steve. Aku memiliki rencana, kalian dengar ini baik baik."


Zac mengatakan semua rencananya, apa terlintas tadi kini di katakan dengan lancar. Zac yakin ini adalah rencana yang akan menambah pundi pundi uang mereka mengalir dengan deras.


Semua orang yang ada di sana menatap bos nya dengan serius tak ada yang berani mencela nya ataupun protes dengan apa yang di katakan.


" Kau yakin dengan rencana mu itu?" Ujar Jonathan.


" Yakin dan tidak! tapi jika kita sudah tak memiliki orang yang menampung para wanita itu, mau di kemana kan para wanita itu?, apa akan kita tumpuk di gudang seperti sampah?"

__ADS_1


Jonathan tak bisa menjawabnya, apa yang di katakan oleh sepupunya benar dan tak ada jalan lain yang harus mereka pilih selain dengan apa yang di katakan oleh sepupunya itu.


" Baiklah! jika kau sudah memutuskan begitu berarti kau sudah memikirkan semuanya. Aku yakin kita ada di sini pun juga sudah termasuk ada di pikiran mu."


Zac mengangguk pelan apa yang di katakan oleh Jonathan memang benar, beberapa hari ini dia memikir keras tentang semuanya dan keputusaan nya dia ada di sini, dia berdiri di sini dengan menunggu seseorang.


Seorang yang akan mengetahui siapa mereka semua, seorang yang pasti akan terkejut mendengar apa yang akan mereka katakan nanti. Tapi dengan tekad yang bulat hari ini adalah keputusan yang tepat, di mana mereka akan membuka semua jati dirinya dengan terbuka.


Membiarkan para Dio Dello morte tertidur lama juga tak baik. Akan banyak mengira mereka pada bubar tapi nyatanya mereka masih bersatu dengan mereka yang tetap bekerja dengan sembunyi.


Sedangkan di jalan William yang duduk di sebelah Bryan hanya mengikuti arahan apa yang di katakan oleh sepupunya.


" Kau yakin kita belok ke kanan sebentar lagi?" William tak yakin dengan arahan yang di katakan oleh Bryan.


" Aku yakin Will! kau lihat ini!" Bryan memberi tahu pesan yang di kirimkan Daddy nya tadi.


" Bryan kau tahu jika kita belok ke kanan maka kita akan keluar dari Tol, dan kita akan masuk ke dalam sebuah hutan."


" Kau yakin di sana ada hutan?" Bryan terkejut mendengar apa yang di katakan oleh sepupunya.


" Aku yakin, aku pernah ingin cek lokasi dan aku salah ambil jalur waktu itu dan di sana ada hutan tak ada jalan lain."


" Ada apa sebenarnya dengan para Daddy kita?, kenapa semuanya semakin teka teki yang semakin menegangkan."


William hanya mengangkat bahunya acuh, meskipun dia tahu jalan itu adalah jalan hutan tapi dia tetap berbelok ke kanan dengan hati yang penasaran.


" Baiklah ayo kita berpetualang."


" Siapa takut Will, ini akan seru. Ayo Daddy kami akan menunggu kejutan mu di dalam sana..." Ujar Bryan dengan tersenyum menatap ke depan jalan dengan tanda tanya besar.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🤗🤗 like dan komen dan jangan lupa hadiah dan vote sudah masuk hari senin kemarin 🥰😘😘

__ADS_1


__ADS_2