
Malam ini semua orang telah berkumpul di markas, Jenni yang melihat semua orang yang ada di sana ingin sekali mengajukan pertanyaan tapi dirinya tak memiliki keberanian yang begitu besar untuk bertanya, saat ini dia tak ingin membuat masalah baru yang nantinya akan memperkeruh suasana yang sudah tenang dan damai. Hari hari yang menegangkan dan menyakitkan kini seakan sudah hilang dari depan mereka, kini di depan mereka hanya kebahagian yang akan menunggu mereka semua.
Semua orang yang berkumpul di sana merasakan kebahagian itu nyata di depannya, kedua orang yang di kabarkan meninggal akibat ledakan itu ternyata masih hidup dan saat ini masih bisa berkumpul bersama sama di sana. Valarie yang tadi sudah tiba di sana dirinya terus saja bergelantung manja di lengan kakak nya, kepergiaan kakaknya kemarin membuatnya kehilangan semangatnya, Valarie setiap hari menangis dan semua orang merasakan keterpurukan yang begitu dalam.
Zac hanya merasa sesak ketika istrinya malah tak ingin bersama nya melainkan malah terus duduk di tengah tengah kakaknya dan kakak iparnya itu.
" Honey kau menganggu mereka untuk duduk bersama, Abhi dan Monica juga butuh waktu untuk duduk bersama, mereka ingin melepaskan rindu karena lama tak bisa bersandingan..." Semua orang yang di sana hanya diam ketika bosnya membuka suaranya, Valarie kini malah menatap kearah suaminya dengan tatapan tak bersahabat sama sekali.
" Aku juga merindukan kakak ku Hubby, lagian nanti jika mereka masuk kamar aku tak bisa menganggu nya..." Ucapan dari Valarie membuat kedua pasangan itu langsung memerah, perkataan Val membuat kakak dan kakak iparnya itu menahan rasa malunya.
" Iya aku tahu tapi tak enak dengan Suhu sayang, ayo sini duduk di sebelah ku..." Ajaknya dengan lembut agar istrinya bisa kembali duduk bersamanya di samping dirinya.
" Suhu apa kau keberatan jika aku meminjam kakak ku sebentar?" Monica menelan ludahnya dengan kasar ketika dirinya malah di beri pertanyaan yang membingungkan baginya.
Di jawab terganggu bos wanita yang marah, di jawab tidak terganggu bos laki laki yang marah. Aku harus jawab apa. Batin Monica.
__ADS_1
" Sudah bos tak apa, saat ini aku juga masih ingin bersama adik ku..." Abhi yang melihat raut wajah bingung istrinya dia dengan segera menjawabnya agar sang istri tak bingung. Abhi tahu apa yang sedang dia pikirkan.
Sedangkan Zac kini hanya menatap tajam kearah kakak iparnya itu, hatinya terasa sakit ketika melihat istrinya itu manja dengan laki laki lain meskipun itu adalah kakaknya sendiri. Aura dingin di ruangan itu kini semakin terasa ketika tatapan tajam dari singa yang begitu nyata.
" Sekarang ceritakan pada kita bagaimana kalian bisa keluar dari sana dan bagaimana bisa ada orang yang juga ikut berada di dalam mobil kalian?" Val mewakili semua orang yang memiliki rasa penasaran di sana kini diucapkan oleh bos wanitanya.
Abhi dan Monica kini saling berpandangan, Monica memejamkan matanya memberikan kode agar suaminya saja yang memulai bercerita tentang semua kejadiannya.
Flash black On
Malam itu semua orang sedang setengah mabuk, sedangkan Monica kini seperti biasa dirinya mabuk malam itu sedangkan Abhi kini hanya meminum sedikit. Mobil mereka yang awaknya berada di tengah tengah iringan mobil mereka kini secara tiba tiba Abhi melajukan mobil itu dengan cepat. Dia ingin segera tiba di markas karena sang istri nya yang dari tadi sudah memuntahkan semua isi perutnya tapi di pertengahan jalan rem yang ada di mobilnya itu kini tak bisa di fungsikan, rem yang tadi baik baik saja kini tak bisa di gunakan.
" Sayang kau bisa mendengarkan aku?" Abhi menggoyangkan tubuh Monica yang setengah tidur itu.
" Ada apa?" Jawabnya dengan pelan, rasa pusing itu kini seakan berputar putar di kepala wanita itu. Dia mabuk karena dia minum terlalu banyak.
" Rem tak berfungsi sayang, kita harus keluar dari sini bagaimana pun caranya..." Monica yang mabuk kini langsung sadar dari rasa mabuk beratnya ketika mengatakan rem mobil itu tak berfungsi.
" kau tak bercanda bukan?" Kesadarannya langsung pulih ketika mendengar mereka dalam bahaya.
__ADS_1
" Sayang kita harus keluar, sebentar lagi orang orang kita pasti akan terlihat di belakang. Kita tak punya banyak waktu sayang, kita harus keluar sebelum mobil ini menabrak sesuatu..." Monica kini siap dia mengangguk pelan.
Abhi menarik tangan istrinya agar duduk di pangkuannya mereka berpelukan dengan erat, Abhi kini membuka pintu mobil itu dan dia bersiap untuk melompatkan tubuh mereka untuk keluar dari mobil itu.
Bug!! Suara tubuh mereka yang mendarat di jalanan membuat tubuh mereka berguling guling di sana. Berguling cukup jauh hingga berada di pinggir jalan. Monica yang tak sadar ketika berada di bawah tubuh suaminya kini membuat Abhi panik. Mobil yang tak ada penghuninya nya itu kini menabrak pembatas jalan yang ada di tengah tengah itu. Seorang yang mengamati dari jarak dekat itu dengan segera memukul tengkuk Abhi hingga membuat Abhi juga pingsan di sana. Marco dengan cepat memasukan mereka berdua ke dalam mobilnya ketika lampu mobil iring iringan dari mereka mulai terlihat olehnya.
Marco dan David yang berpura pura pengguna jalanan itu kini segera melajukan mobilnya dengan berlainan arah. Senyum kemenangan itu terlihat jelas ketika mendengar ledakan keras dan melihat kepulan asap hitam melambung tinggi.
" Sebentar lagi kita akan menguras semua harta dari mereka Vid?" Ucapnya dengan senang.
" Mereka pasti akan mengira kedua orang itu meninggal, dan itu membuat kita semakin muda mempermainkan mereka semua. Kita akan masuk ke dalam mereka di saat mereka terpuruk di sana, kita akan mengirimkan surat pemindahan aset aset ketika melihat semua orang itu terpuruk kesedihan..." David hanya diam dia takut jika ada yang melihatnya akan membuat kariernya hancur tapi semuanya sudah terjadi dan tak ada yang bisa di kembalikan lagi dia tak bisa mundur lagi.
" Aku takut ada yang melihat kita?" Suaranya bergetar membuat Marco menatapnya.
Marco menggenggam tangan David dan mereka bertatapan dengan sekilas.
" Ada aku jangan takut, setelah misi ini selesai kita akan berlibur dan aku akan menuruti semua yang kau mau, oke..." David yang memang mencintai Marco kini dirinya terlena oleh janji manis yang di katakan oleh laki laki itu.
Abhi yang sempat sadar sewaktu mereka sudah tiba di kabin yang menyekapnya kini harus merasakan pingsan lagi ketika suntikan itu secara tiba tiba menyasar lehernya dengan sengaja di lakukan oleh orang orang dari Marco. Sejak itu membuat kedua orang itu tak bisa saling sadar atau tak bisa membuka matanya sebelum Jennifer datang untuk membantunya.
__ADS_1
Flash Black Off