Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Rencana


__ADS_3

Val yang sedang mengoles make up nya tipis menambah kesan wajah nya yang terlihat segar. Sedangkan Zac duduk di tepi ranjang dengan mengotak atik ponsel nya melihat beberapa dokumen yang di kirim melalui email.


" Honey kau ingin bulan madu?" Sebuah pertanyaan tiba tiba membuat Val hanya menatap suami nya dari pantulan kaca yang di depan nya.


" Tidak..." Tolaknya dengan cepat.


" Tidak?" Zac mengulangi nya. " Kenapa?, apa kau tak ingin pergi bersama ku?"


" Buat apa bulan madu sayang, jika kita di rumah saja bisa melakukan banyak hal..." Zac menatap heran ke arah istrinya, dia baru tahu bahwa ada wanita yang tak ingin di ajak pergi bulan madu bersama suami.


" Kau yakin tak ingin berbulan madu?" Zac kembali menanyakan nya dia takut salah mendengarnya.


" Yakin sayang, aku tak ingin pergi kemana pun. Ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan..." Val membalikan badannya menatap suaminya yang terkejut dengan semua ucapannya.


" Kau ingin bekerja setelah kita menikah?"


" Hmm.. ada beberapa kontrak yang harus aku selesaikan, mulai besok mungkin aku akan bekerja lagi."

__ADS_1


" Tidak.. aku tak mengijinkan nya..." Zac dengan suara tegas nya langsung berdiri. " Kau dan aku sudah menikah jadi kamu adalah kewajiban ku, jadi aku tak mengijinkan mu kembali bekerja. Aku akan menghubungi Jovanka untuk mengatakan bahwa kamu tak bisa menjadi model nya lagi..." Sambungnya dengan suara tegas nya.


" Honey, kau tak bisa tiba tiba melarang. Aku memiliki tanggung jawab yang belum aku selesai kan, aku pasti akan membayar pinalti jika aku tiba tiba memutuskan kontrak secara sepihak dan agency ku serta orang orang juga tak ada yang tahu bahwa aku sudah menikah..." Val yang mendapatkan tatapan tajam dari suami nya langsung terdiam.


" Aku bisa membuat konferensi pers dan mengatakan bahwa kita berdua sudah menikah dan aku akan membayar semua pinalti untuk mu bisa membatalkan kontrak sepihak itu..." Katanya dengan segera. Valarie hanya mampu diam tak membantahnya.


" Honey..." Panggilnya dengan lembut.


" Jangan membantah Val, kau tahu aku tak suka di bantah, ini sudah menjadi keputusan ku, kamu tak aku ijinkan bekerja..." Suara nya yang tegas tak bisa di bantah kali ini. Val hanya membuang nafas nya dengan kasar ketika suaminya benar benar tak bisa di belokan niatnya untuk melarangnya bekerja.


Valarie yang menunduk membuat sang suami merasa bersalah, dia berjalan menghampiri istrinya berjongkok di depan nya, menyentuh tangan istrinya dengan lembut, kedua mata mereka saling bertatapan. Amarah tadi kini luntur ketika melihat mata istri nya.


" Zac aku tahu, tapi aku tak bisa tiba tiba membatalkan kontrak dengan beberapa brand yang masih berjalan. Akan banyak uang yang kau keluarkan untuk membayar pinalti ku, bahkan tak hanya satu tapi ada beberapa..." Val mencoba memberi pengertian kepada suaminya, agar suami nya mau mengerti tentang pekerjaan nya. " Aku tak masalah jika kau ingin mengumumkan pernikahan kita, tapi yang membuat masalah adalah kau ingin aku berhenti menjadi model secara mendadak..." Sambungnya lagi dengan menatap suaminya itu.


" Aku mampu membayar semua pinalti mu, bahkan uang ku tak akan habis hanya untuk membayar semua nya..." Jawabnya dengan tetap kekeh dengan pendirian nya bahwa sang istri harus berhenti bekerja.


" Aku akan berhenti setelah semua yang sudah aku tanda tangani selesai. Hanya beberapa honey dan satu tahun ini akan berakhir semua nya, tak lama..." Val tak ingin dirinya di cap tak profesional dalam bekerja karena sudah menikah, dia hanya ingin menyelesaikan kontraknya yang sudah terlanjur.

__ADS_1


Zac tak menjawabnya melainkan melepaskan tangan istrinya, kemudian berdiri dan berjalan menuju balkon kamarnya, dia tak suka di bantah semua yang dia mau harus terlaksana, dia tak ingin istrinya bekerja karena dia tak ingin fokus istrinya ke dunia pekerjaan nya, dia ingin istrinya fokus nya kepada rumah tangga nya agar cepat di berikan anak di tengah tengah mereka.


" Kau marah?" Val memeluk tubuh istrinya dari belakang dengan suaranya yang begitu lembut.



" Jangan marah, aku hanya ingin profesional dalam bekerja, aku akan berhenti dari dunia model ku tapi setelah semua kontrak yang aku tanda tangani selesai semua nya. Hanya satu tahun tak akan lebih..." Sambungnya lagi.


" Aku tak ingin kau lelah dan pikiran mu fokus ke dunia kerja mu..." Katanya dengan ketus. " Di dunia mu akan banyak model laki laki yang tampan, bahkan kau akan di kelilingi mereka setiap hari..." Sambungnya.


" Sayang aku tak menyukai mereka, aku lebih memilih mu di banding mereka, buktinya aku menikah dengan mu bukan dengan mereka..." Val dengan cepat merambat memeluk suaminya dari depan. Dia tak ingin bertengkar dengan suaminya hanya masalah seperti ini.


" Aku akan rundingkan ini dengan Jovanka, aku tetap tak ingin kau bekerja..." Val membuang nafas nya karena sang suami tetap tak bisa merubah keputusan nya untuk tak menyuruhnya mundur dari dunia sebelum nya.


" Baiklah.. aku pasrah, rundingkan saja dengan Jovanka, aku akan menuruti mu, aku akan berhenti dari dunia model..." Val tersenyum ketika menatap suaminya yang dari tadi memasang wajah ketus nya.


" Benarkah?, kau akan mundur?" Senyum tipis terbit di bibirnya. " Kau tak marah pada ku?" Sambungnya dengan menatap istrinya yang tiba tiba menyetujui permintaan nya. Val hanya mampu menggeleng dengan senyum tipis di bibirnya, dia tentu saja tak marah tapi hanya kecewa dengan keputusan suaminya yang tak bisa di bantah oleh nya.

__ADS_1


" Iya, aku akan mundur jika kamu dan Jovanka sudah berunding. Tapi apapun keputusan Jovanka kau harus menurutinya?" Zac mengangguk karena dia yakin bahwa sepupunya itu akan mendukung dirinya untuk memundurkan istrinya dari dunia entertainment itu.


Mereka saling berpelukan dengan pemikiran mereka masing masing. Val yang sebenarnya tak ingin mundur seperti ini berharap bahwa Jovanka akan menolak permintaan yang akan di ajukan oleh suami nya itu. Tapi dia juga tak mungkin untuk tak menuruti suaminya, dia tak ingin terjadi pertengkaran hanya masalah sepele seperti ini. Dia ingin menikmati kebahagian ini karena mereka baru saja menikmati nya dan baru saja mengakhiri hari hari paling sulit. Tak masalah jika sang suami harus menguras uang nya untuk membayar semua pinalti karena membatalkan kontrak secara sepihak, ini adalah keputusan nya dan ini adalah yang dia inginkan.


__ADS_2