
Abhi yang keluar dari ruangan komandan baru nya merasa sangat kesal karena komandan itu mengambil keputusan sepihaknya tanpa mengatakan apapun pada nya terlebih dulu. Laki laki itu melangkahkan kaki nya dengan dada yang benar benar gemuruh.
" Emang dia pikir dia siapa, bisa seenak nya mengambil keputusan seperti itu. Hanya karena dia komandan kriminal dia bisa mengambil keputusan sepihak..." Katanya dengan nada tinggi ketika dirinya tiba di ruangannya.
Abhi kini menghempaskan pantat nya dengan memijat pelipis nya yang sedikit pusing. Abhi tak tahu harus bagaimana menghadapi laki laki tua yang bernama Antoni itu. Jika FBI ikut campur yang di takutkan Abhi adalah kelompok itu akan terbongkar.
" Aku harus segera katakan kepada yang lain..." Entah sadar atau tidak apa yang akan di lakukan oleh Abhi sama saja menyembunyikan sindikat narkoba yang ingin di berantas oleh kesatuannya. " Kenapa aku sekarang seperti berkhianat di kesatuan ku sendiri..." Sambungnya senyum kecut ketika dia sadar bahwa dia seperti mencuri di rumah nya sendiri.
" Tapi sudahlah, yang terpenting keluarga ku aman. Aku juga nyaman dengan lingkungan ku yang baru..." Abhi mengangkat bahu nya dengan tertawa pelan karena akhirnya dia malah terjebak di dunia gelap yang dulu ingin dia tangkap.
Abhi dengan cepat menghubungi Suhu cantik itu, tapi beberapa kali ia menghubungi nya, Abhi tetap tak mendapatkan jawaban dari wanita itu.
" Seperti nya aku belum tahu nama wanita itu..." Liriknya dengan tersenyum. Entah senyuman apa yang di artikan oleh laki laki itu, hanya Abhi yang tahu arti senyuman itu.
Sedangkan di tempat lain Suhu cantik itu kini mondar mandir di dalam kamar nya, kabar tadi pagi mengejutkan dirinya, hingga pagi tadi dia langsung bangun dari tidur nya dengan terburu buru. Kabar yang dia dengar tadi seakan membuat nyali nya ciut seketika.
" Abhi.. harus nya aku menghubungi nya dari tadi..." Suhu itu langsung menekan nomer Abhi untuk menghubungi laki laki itu.
" Abhi please.. lu harus bantu aku.. ini bener bener darurat..." Wanita itu langsung mengatakan tujuan menghubungi police yang ada di pihak nya.
Abhi yang belum mengatakan apapun kini terdiam ketika mendengar suara wanita bertato itu panik seketika.
" Ada apa?, katakan dengan pelan pelan..." Tanyanya dengan tak fokus dengan pekerjaan di depan nya.
__ADS_1
" Bisa kah kita bertemu, aku tak bisa katakan jika di telfon?"
" Baiklah, aku akan datang..." Abhi tanpa pikir panjang langsung menyetujui mereka bertemu.
" Aku di dalam kamar, kau langsung saja datang kemari. Aku akan menunggu mu..." Panggilan itu pun langsung terputus ketika wanita itu mengatakan di mana dia berada.
Sedangkan Andre yang dari tadi di ambang pintu kamar dari Suhu itu langsung masuk tanpa mengatakan apapun.
" Astaga kau membuat ku terkejut..." Sentuhan di pundak wanita itu membuat nya terkejut bukan main, dirinya sedang panik.
" Kau tak apa?" Andre yang memang tak tahu apapun kini bertanya ketika melihat wanita itu panik dengan mondar mandir dari tadi.
" Tim ku sudah di cium oleh para Police dan sial nya FBI juga tengah mengincar tim ku, kini para police itu bekerja sama dengan FBI..." Andre terdiam dan tak terkejut sama sekali.
" Kenapa kau khawatir?, bukan kah kita sudah biasa menghadapi ini semua, bahkan tak hanya kali ini tim mu tercium oleh para police dan FBI..." Jawabnya dengan nada yang santai.
" Tinggal hubungi laki laki buncit itu saja, dari pada kau bingung seperti ini..." Andre langsung merebahkan badan nya di atas kasur wanita itu dengan santai.
" Andre, komandan Excel di pindah tugas kan pagi ini secara mendadak, dan pengantin nya dia belum tahu..." Andre yang mendengar perkataan wanita itu langsung terduduk dengan segera dan terkejut bukan main.
" Kau yakin?" Andre di buat tak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Dia mengatakan sendiri pagi ini, dia baru saja menghubungi ku..." Andre kini yang tambah panik, dengan mengusap wajah kasar nya dia ikut panik dan khawatir.
__ADS_1
" Aku sudah katakan bahwa tim ku harus tiarap dan bersembunyi sementara waktu..." Suhu itu kini juga duduk di sisi ranjangnya, duduk bersebelahan dan saling menatap ke depan.
" Sebaiknya kalian pergi dari sini..." Suara tegas serta sinis kini membuat kedua orang itu langsung menatap ke arah sumber suara.
Abhi kini berdiri di ambang pintu dengan tatapan datarnya. Dia masuk ke dalam kamar wanita itu dengan tatapan sinis dan hati nya bergemuruh secara tiba tiba.
" Kalian belum pergi dari negara ini?, sudah ku katakan bahwa kalian harus cepat meninggalkan tempat ini. Tak hanya pihak police yang mengejar kalian, tapi para FBI juga..." Bahkan Abhi tak melihat ke arah wanita itu yang sedang menatapnya.
" Sebaiknya kalian bahas saja berdua, aku pergi dulu..." Andre dengan cepat keluar dari kamar itu, membiarkan kedua orang itu membahas masalah nya sendiri.
Andre dengan cepat meninggalkan kamar itu, dan melangkahkan kaki nya menuju tempat latihan nya.
" Kenapa kau menatap ku seperti itu?" Suhu cantik itu kini bertanya dengan tak mengerti kenapa laki laki itu menatapnya dengan tatapan tajam. " Apa ada salah?" Sambungnya.
" Tidak..." Katanya dengan singkat. " Kau menyuruh ku datang kemari tapi kau malah berduaan dengan Andre, ch..." Abhi menatap ke depan tak menghiraukan bahwa wanita itu tengah bingung oleh sikap nya.
" Andre baru datang, dan dia baru duduk di sini..." Suhu itu dengan cepat menjelaskan.
Tidak mungkin dia cemburu kan? batin nya dengan menatap laki laki itu yang hanya diam saja dari tadi.
" Abhi..." Suhu itu sedikit membentak nya karena merasa kesal, laki laki di depan nya itu tak mengatakan apapun kecuali hanya menatap ke depan tanpa menatap ke arahnya.
" Katakan saja aku mendengar nya..." Wanita itu menghela nafas nya dengan berat ketika laki laki itu membuka suaranya dengan sinis.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku mendapatkan kabar bahwa FBI juga tengah mengincar tim ku..." Abhi langsung menatap nya karena mendengar apa yang di katakan wanita itu. " Aku juga tahu bahwa police kini bekerja sama untuk membongkar sindikat tim ku..." Sambungnya lagi.
__ADS_1
" Kau tahu dari mana?, aku belum mengatakan pada mu tentang ini semua, tapi kau sudah mengetahui nya?" Abhi kini menatap wanita itu penuh dengan curiga. " Jangan bilang bahwa kalian juga menyuap para petinggi di kesatuan kami?" Sambungnya dengan menyipitkan matanya.
" Abhi tak penting aku tahu dari siapa yang jelas sekarang apa yang harus aku lakukan?, aku tak mungkin membiarkan para tim ku mendapatkan masalah?" Suhu itu tak menjawabnya dia mengahlikan pembicaraan nya.