
" Kau masih mengelak dengan bukti bukti yang ada di depan mu?" Wanita itu meninggikan suaranya ketika staf yang ada di depan tak mengakui dengan semua bukti bukti ada di depan matanya.
" Saya tak melakukannya Nona..." Laki laki muda itu tetap mengelak bahwa dirinya tak melakukan pengambilan sejumlah uang bagi keuntungan perusahan.
" Nona saya berani bersumpah saya tak mengambil nya, semua laporan itu benar dan tak ada yang saya kurangi ataupun saya tambahi..." Laki laki itu juga tetap tak ingin mengakui kesalahannya, dia tetap mengatakan tidak mengambil keuntungan selama ini.
" Jangan pernah membawa sumpah di sini..." Suara laki laki yang dingin itu membuat laki laki muda yang ada di depan nya kini tertunduk ketakutan, dia tak bisa berkutik ataupun menjawabnya lagi. Laki laki gondrong itu selalu bersikap tenang meskipun dia tenang tapi Jennifer yakin bahwa bos nya bisa membaca wajah ketakutan dari laki laki yang di menjadi tersangka sekarang.
" Berapa jumlah yang dia ambil dari perusahan ku?" Jennifer hanya menyerahkan semua kertas yang di sana sudah di teliti oleh dirinya, ada beberapa angka yang sudah di beri tanda lingkaran dan paling bawah ada sebuah angka yang sungguh mengejutkan bagi semua orang tapi tidak untuk Zac, nilai yang kecil itu membuatnya tersenyum sinis.
" Tuan saya akan segera menganti nya..." Ucapnya dengan terbata bata.
Zac melemparkan buki besar yang ada di depannya yang mengenai perut laki laki muda itu.
" Jika kau tak mengambil nya kenapa aku menganti nya he?" Suara sinis dari bos nya membuat laki laki itu tak berani menatap ke arah wajahnya.
" Saya terpaksa Tuan, karena saya memiliki banyak hutang di tempat saya tinggal..." Akhirnya laki laki muda itu mengakui kesalahannya yang dari tadi di membantahnya bahwa dia tak melakukan penggelapan dana perusahan.
" Kau pikir perusahan ku bergelut di jasa meminjamkan uang kepada seseorang he, apa gaji yang aku berikan pada mu belum cukup besar untuk mencicil semua hutang hutang mu itu. Apa di perusahan tak bisa kau ajukan untuk pinjaman bagi pegawai ku?" Suara yang tegas serta tatapan yang menusuk jantung membuat aura di dalam ruangan itu menjadi panas seketika.
Pendingin ruangan yang ada di ruangan ini nampaknya tak cukup untuk mendinginkan aura yang begitu panas yang tersebar di ruangan besar ini.
__ADS_1
" Maafkan saya Tuan Zac, saya janji saya akan mengembalikan semua nya. Saya akan menjual semua aset aset saya untuk membayar kerugian perusahan..." Laki laki muda itu kini menunduk ketakutan, tubuhnya gemetar serta keringat dingin membasahi seluruh wajah serta tubuhnya.
Steve menyodorkan semua daftar aset laki laki itu, Zac hanya tersenyum tipis melihat daftar aset aset yang berjumlah jutaan itu jika di jual. Ternyata di sini masih ada beberapa orang yang ingin bermain main dengan kekuasaannya dan ingin menguji seberapa kejam nya dia bagi para orang orang yang berkhianat di belakangnya selama ini.
" Sudah berapa lama kau mengambil uang ku hingga mampu membeli ini semua?" Zac tak yakin bahwa dia melakukan penggelapan dana ini karena keterpaksaan untuk membayar hutang yang dia katakan tadi, tapi nyatanya aset aset di depan nya ini sungguh menunjukan angka yang fantatis jika di beli mengunakan gaji nya.
" Katakan berapa lama kau menjadi ular di sekeliling ku ha?" Gebrakan pada meja itu membuat semua orang tersentak terkejut.
" Dua.. dua tahun Tuan Zac..." Jawabnya dengan terbata bata, laki laki muda itu sudah menggelapkan dana selama dua tahun dan dia tak tahu sama sekali selama ini.
" Dua tahun?" Ulangnya dengan melirik ke arah Steve yang juga takut karena mendapatkan lirikan tajam dari bos nya.
" Maafkan saya Tuan, maafkan saya..." Nada penyesalan serta nada permohonan maaf itu terlontar dari bibirnya yang gemetar.
Tapi Steve tak ingin mendengar ocehan dari laki laki yang dia sudah seret dari duduknya. Steve menyeretnya keluar dengan paksa. Bahkan Steve tak segan untuk memberi bogem mentah kepada laki laki itu meskipun di depan banyak Staf di sana.
Jennifer kini hanya melihatnya dengan tatapan datarnya, dia tak tahu dengan kata kata 'lakukan seperti biasanya'.
" Nona Jennifer terima kasih sudah membuka satu masalah bagi perusahan saya, saya tak tahu bahwa dia ada di dalang ini semua..." Zac kini kembali tenang ketika dia berucap kepada wanita yang duduk di sebelahnya.
" Itu memang pekerjaan saya Tuan Zac."
__ADS_1
" Tapi kau hebat baru tiga hari kau bisa membongkar yang tak beres di dalam dokumen itu. Padahal dokumen itu sudah satu tahun lama nya..." Zac memberikan pujian kepada pegawai yang dia sewa untuk mengaudit data data selama beberapa bulan ini dan beberapa tahun ini.
" Anda terlalu memuji Tuan, itu memang sudah pekerjaan saya, jadi saya sudah biasa menangani ini semua..." Jennifer bahkan masih memikirkan apa yang terjadi pada laki laki muda itu, di lenyapkan atau hanya di lempar keluar dari gedung tinggi ini.
" Tuan apa dia akan membusuk di penjara?" Sebuah pertanyaan dari Jennifer membuat Zac menatapnya.
" Tentu saja dia akan membusuk di penjara..." Jennifer bernafas lega mendengar jawaban dari bos nya itu. " Kau berpikir bahwa dia akan aku habisi?" Sambungnya ketika menangkap wajah kelegaan dari wanita itu.
" Tidak Tuan..." Elaknya padahal dari awal dia yakin bahwa laki laki itu akan menghabisi semua orang yang berkhianat di belakangnya.
" Kau katakan saja pada bagian keuangan bahwa saya memberikan bonus untuk mu, kau bisa mengambil bonus itu kapan pun kau mau..." Janji yang telah di tepati oleh Zac adalah memberikan bonus ketika dia bisa mengungkap masalah nya.
" Terima kasih Tuan Zac, tapi sepertinya tak pantas saja jika saya mendapatkan bonus secepat itu. Padahal saya baru saja bekerja di sini."
" Tidak masalah, saya sudah katakan kemarin bahwa kau akan mendapatkan bonus bukan. Kalau kau tak ingin mengambilnya terserah saja, tapi nanti Steve akan mengurus bonusnya untuk mu..." Zac kini kembali dengan menatap lembaran angka yang ada di depannya. Data yang dianalisis wanita itu tak dapat di ragukan ternyata.
Tak salah menyewa jasa nya untuk membongkar siapa saja yang ingin bermain main di belakangnya jika dalam perusahan Memang semua orang memiliki kelebihannya masing masing dan tugas masing.
" Tuan Zac kalau begitu saya permisi, saya akan kembali keruangan saya..." Zac mengangguk tanpa melihat kearah wanita itu. Jennifer kini keluar dari ruangan bosnya.
__ADS_1
Jennifer bisa bernafas lega dan udara dingin langsung menyapa nya, rasa panas tadi seakan membuat dirinya mandi keringat. Dadanya dari tadi sesak seperti tak bisa bernafas ketika berada di dalam ruangan bos nya itu.