
Monica yang berjalan melewati lorong itu memikirkan laporan yang dia dengar tadi, tak mungkin ada tuduhan seperti itu jika tak ada mereka curigai dari laki laki dewasa itu.
Tapi selama bersama ku dia baik baik saja, tak mungkin dia menyusun rencana untuk menggulingkan si Bos bukan. Batin nya berkecamuk dengan tetap melangkah menuju kearah laki laki yang sedang berada di kamarnya.
" Kita harus menyusun rencana sesuai yang Marco katakan, di saat Marco menculik Suhu dan membawa nya pergi kita harus menembak orang orang itu..." Salah satu anggota dari Marco kini berucap di dalam kamar itu.
" Aku tak yakin kita bisa melawan mereka, kita hanya ada lima orang dan mereka terlalu banyak..." Jawab dari temannya itu.
" Kau harus tahu, Marco sudah siapkan kita semuanya dan semua senjata ada di tangan kita dan mereka tak memakai apapun. Senjata mereka akan kita sembunyikan."
" Meskipun mereka banyak dan kita hanya lima tapi kita memiliki senjata dan meraka hanya akan bisa lari. Peluru dan langkah lari mereka lebih cepat dari peluru kita yang menembus kaki mereka. Jadi jangan khawatir..." Timpal satu nya.
" Mereka lebih kuat dari mereka kawan, kau harus tahu itu. Kita bisa saja mati di tangan mereka."
" Kau takut?"
" Aku tak ingin mati konyol karena mendengarkan rencana Marco yang ambisi ingin mendapatkan kedudukan. Dia bisa saja menjadi Singa di tempat lain tapi tak akan bisa merebut kekuasaan di sini..." Mereka berempat berpikir, apa yang di katakan oleh temannya itu benar tapi mereka sudah kepalang tanggung.
Bruak!! Monica yang mendengar itu semua merasa geram dia yang dari tadi berdiri di depan pintu dengan menempelkan telinga nya kini mendengar semua rencana yang ingin mereka susun.
" Suhu..." Semua orang yang ada di sana kini ketakutan bukan main. Kilatan tatapan kemarahan yang di layangkan wanita itu seakan mematikan oleh mereka semua.
" Jadi kalian pengkhianat?, kalian ingin membunuh kami?, kau ingin menggulingkan Singa?" Semua pertanyaan sinis kini terlontar dari mulut nya, Suhu itu masuk ke dalam dengan santainya serta rasa geram ingin menghajar mereka.
" Suhu itu hanya sandiwara..." Seseorang dari mereka yang dari tadi ketakutan kini membuka suaranya yang bergetar bahkan dia tak sanggup menatap wanita itu.
" Kalian harus aku laporkan kepada mereka agar kalian bisa di hukum oleh para orang orang..." Suhu yang ingin meninggalkan tempat itu tak bisa karena tangan nya di tarik oleh kedua orang yang berani.
__ADS_1
Suhu itu akhirnya tak bisa berjalan ketika dirinya di hantam kan ke dinding oleh orang itu.
" Kau tak bisa keluar dari sini Suhu cantik, jika kau keluar dari sini kau akan melaporkan kita semua dan rencana Marco akan berantakan. Kau harus kami buat tutup mulut..." Ucap laki laki itu dengan tetap mencekal tangan Suhu.
" Tutup pintu nya..." Satu dari orang itu kini segera menutup pintu itu dengan cepat.
" Kita akan kalah melawan nya?" Bisiknya pada temannya.
" Kita memang kalah melawan nya tapi jika kita beri dia pelajaran untuk menikmati tubuh indahnya yang sangat harum dia tak akan membuka mulut nya untuk melaporkan kita, dia akan trauma jika dia harus melayani kita semua..." Ucapan menjijikan dari laki laki itu membuat Suhu itu tersenyum kecut. Bahkan dirinya tak memberontak sama sekali.
" Kau ingin menikmati tubuh ku?, kau yakin?, kau ingin merasakan tubuh ku?" Suaranya bahkan sangat santai tapi tatapan pembunuh dari matanya terpancar jelas di sana.
" Layani kami dan kau bisa keluar dari sini..." Jawab laki laki itu.
" Kalian atau aku yang mati di sini."
Bug!! pukulan demi pukulan kini menyasar ke semua orang yang ada di sana, dengan amarah yang menggebu membuat kelima orang yang ada di sana kewalahan bahkan.
Bruak!! Laki laki itu kini di banting ke arah meja yang ada di sana membuat meja besar itu kini patah menjadi beberapa bagian.
" Berdiri.. lawan aku.. kalian ingin menikmati tubuh ku bukan.. berdiri sialan..." Teriaknya ketika suhu itu mengalahkan ke lima orang laki laki yang tak ada apa apa nya itu.
Bug!! Rintihan salah satu yang berkata ingin menikmati tubuhnya kini tak bisa berkata kata apa apa lagi ketika tendangan pada bagian intim nya lagi membuat laki laki itu tak sadar seketika.
" Bangun..." Teriaknya lagi.
Bruak!!! Seseorang yang membuka paksa pintu itu membuat Monica langsung menatapnya dengan tatapan tajam nya. Monica menghampiri orang itu menatapnya dengan tatapan benci yang mendalam.
__ADS_1
Plak! bug!! tamparan dan pukulan yang mengenai hidungnya membuat laki laki itu langsung mengerti.
" Kau menjijikan, kau pengkhianat..." Kata kata nya penuh dengan penekanan. " Aku menyesal telah membantu mu datang kemari, kau mejadikan aku untuk memuluskan jalan mu agar dapat menggulingkan Singa dan mengambil anggota nya, kau benar benar menjijikan Marco..." Monica kini tak bisa menahan amarahnya dia sudah tak bisa mengontrol emosinya.
" Aku iri pada nya, dia di hormati dan di takuti sedangkan aku hanya anggota biasa yang harus mengikuti semua yang dia katakan..." Teriaknya juga.
Plak!! satu tamparan lagi yang di layangkan Monica membuat laki laki itu menatapnya dengan tak benci.
" Kau anggota yang tak tahu malu, hati mu seperti sampah busuk yang tak akan bisa di bersihkan. Aku menyesal mengenal mu dan mencintai mu..." Monica yang melangkah pergi tak jadi karena tarikan dari tangan laki laki itu.
" Aku memang pengkhianat tapi jika cinta ku pada mu aku tulus mencintai mu..." Monica menghempaskan tangan laki laki itu dengan kasar.
Dor!! Satu tembakan yang di layangkan oleh Steve mengenai lengan dari Marco, Steve dan Andre kini keluar dari persembunyian nya. Dia mendengarkan semua yang di katakan oleh kedua orang itu.
" Kau harusnya mati di tangan ku..." Ucap Andre yang begitu marah, dirinya tak menyangka bawa laki laki itu pengkhianatan.
" Suatu saat aku akan kembali mengambil cinta mu..." Marco kini lari dengan menekan lengan nya yang tertembak, sedangkan semua orang mengejarnya. Menembaki nya tapi laki laki itu kini bisa lolos dari markas itu.
Sejak saat ini Monica tak ingin mengenal cinta, karena dirinya tak ingin terjebak dengan cinta dan pengkhianatan lagi. Karena itu akan sangat menyakitkan dan dirinya tetap berada di kelompoknya, dirinya tetap berdiri di sini meskipun cinta menawarkan sebuah kebahagian yang begitu nyata.
Flashback Of
Bersambung besok ya mak 🤭
Si kecil lagi anget badan nya jadi sedikit duku ya sambung besok lagi 😁
Masuk hari senin kirim vote dan hadiah boleh ya 🤭 tinggalkan like dan komentar kalian. 😁 makasih 😘😘
__ADS_1