Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim_ Perang 1


__ADS_3

Albert hampir kehabisan nafasnya, rantai itu mencekik lehernya dengan kencang, wajahnya memerah ketika nafasnya seakan habis. Sedangkan Violet tak bisa berkata kata, dia merasa tertipu saat ini.


" Ternyata hanya segitu tenaga kekasih mu heh?" Suara dingin dari orang itu membuat tubuh Violet merinding seketika.


" Lepaskan dia ku mohon, jangan sentuh dia. Yang salah aku jangan sentuh dia..." Katanya dengan tangisan yang semakin deras.


Orang itu kini menghampiri Violet dengan tersenyum sinis. Ketakutan dari Violet kini semakin menjadi ketika langkahnya semakin cepat menuju kearahnya.


Plak!! satu tamparan yang keras kini di layangkan oleh orang itu. " Kau membela banci seperti dia..." Katanya dengan berteriak kencang.


Bugh!! kepala Albert kini dihantamkan kepada orang yang ada di belakangnya dengan keras hingga membuat orang itu kesakitan kepada hidungnya. Orang yang memegangi kedua tangan Albert kini di hempas kan dengan kasar.


" Albert...." Teriaknya dengan kencang.


Albert kini berhasil melepaskan cengkraman mereka dengan segera, dia membabi buta dengan menghajar mereka, dia murka ketika melihat sendiri wanita nya di tampar oleh laki laki itu.


Bugh!! bugh!! bugh!! mereka di hajar dengan kencang, Albert begitu membabi buta mengalahkan mereka. Pukulan demi pukulan kini secara langsung melayang ke arah orang orang itu, Albert dengan sigap menghindar ketika serangan itu melayang ke arah nya.


Bug!! satu orang yang tengah di hajar kepalanya oleh Albert kini secara langsung tumbang tergeletak di sana.


" Albert hati hati..." Katanya dengan kencang. Orang yang ada di sampingnya Violet kini mengepalkan tangannya ketika mendengar secara langsung wanita itu meneriaki laki laki lain.


Bugh!! satu pukulan yang tepat sasaran yang di layangkan ke arah inti kemalua* nya kini membuat orang itu merasakan sakit serta panas yang menyasar tubuhnya. Tak butuh lama orang itu tergeletak pingsan.


Violet sempat tersenyum getir karena ketakutannya kini seakan bertambah ketika melihat Kekasihnya mengalahkan mereka dengan cepat.


Bug!! satu pukulan yang di layangkan Albert ke arah hidung membuat orang itu mengeluarkan darahnya segar. Bug!! Albert juga memukul punggung orang itu yang belum terkalahkan. Albert juga mengambil rantai itu melilitkan ke leher orang itu. Dengan dua tarikan serta putaran yang kasar.


Krek!! suaranya yang membuat leher itu patah kini membuat orang itu secara langsung tak sadarkan diri. Albert mendorong orang itu ke arah depan hingga orang itu terpental cukup keras.


" Kau memiliki kekuatan yang besar, kau bukan banci seperti yang aku bilang tadi..." Katanya dengan sinis.

__ADS_1


" Lepaskan dia. Violet adalah milik ku, kami sudah mengajukan gugatan perceraian yang sudah kau tanda tangani..." Ujar Albert dengan menyentuh dadanya yang sakit.


Orang itu adalah James dia kabur dari pengobatannya tanpa sepengetahuan Gusman, dokternya pun hanya James yang tau nasibnya di dalam kamarnya.


Prok!! prok!! suara tepuk tangan dari James membuat Albert menatapnya dengan tajam. James kini malah tertawa kencang di sana.


" Kau ingin dia?, wanita mu adalah istri ku Tuan Albert jadi sadar dan buka mata mu, dia masih istri ku."


" Kalian akan bercerai jadi lepaskan dia..." Bentaknya dengan kencang.


" Baiklah lepaskan dia..." Perintahnya. " Kau mendapatkan Violet dan aku mendapatkan Angel..." Perkataannya membuat Violet menghentikan langkahnya.


Dia tak bergerak sama sekali, dia tak bisa bergerak ketika mengetahui anaknya ada di tangan James. " Kembalikan Angel kepada ku..." Teriaknya.


" Angel anak ku sayang jadi dia akan kembali kepada ku."


" Dia anak ku bukan anak mu..." Teriaknya.


" Jangan percaya Vio, dia tak akan bisa berubah, orang penyakitan sepertinya tak akan bisa berubah."


" Kembali lah kepada ku, apa kau tak kasihan kepada Angel yang ingin kita bersama."


" Dia mendukung kita berpisah James jangan membawa dia ke dalam urusan kita, aku dan kamu yang memiliki masalah jadi jangan bawa gadis kecil itu."


" Baiklah jika kau tak ingin bersama ku maka jangan harap bisa bertemu Angel..." Titahnya dengan serius membuat Violet diam di tempat.


Dia tak tau harus berkata apa yang jelas saat ini pilihannya hanya dua bersama Albert atau bersama James serta Angel putrinya.


" Jangan kembali bersama nya, ku mohon Vio. Ada jalan di mana semuanya bisa terselesaikan, orang sakit seperti dia tak akan bisa sembuh, kau dan aku memiliki mimpi yang indah untuk kita bangun, kau harus ingat itu Vio."


" Diam..."

__ADS_1


Dor!!! satu tembakan itu melayang begitu cepat membuat semua orang tak bisa menghindar.


Sedangkan di tempat lain Gusman di buat curiga ketika tak mendengar apapun dari suara di dalam kamar adiknya. Gusman hanya mondar mandir dia yang bingung antara mau masuk dan tidak.


Gusman duduk lagi tapi hatinya tak karuan, Gusman takut terjadi apapun. Gusman berdiri dengan cepat dengan langkah tergesa-gesa dia membuka pintu itu dengan cepat. Gusman bertambah panik ketika mendapatkan pintu itu tak bisa di buka.


" James.. James..." Teriaknya dengan kencang serta nada kepanikan. " Dokter Anton.. Dokter Anton.. buka.. kenapa harus di kunci.. Dokter Anton.. James..." Gedoran pintu begitu kencang membuat semua orang yang ada di sana berlari menghampirinya.


" Bos ada apa?"


" Dobrak pintunya..." Perintahnya.


Dua orang yang ada di sana segera berusaha mendobrak pintu yang tertutup dengan kunci. Gusman kini tambah panik tak ada satu pun suara yang menunjukan semuanya baik baik saja.


" Kenapa kalian seperti wanita ha, membuka pintu saja tak ada yang becus..." Katanya dengan nada marahnya. " Dobrak pintunya cepat...." Sambungnya lagi.


Orang orang itu ketakutan ketika bosnya berteriak marah. Mereka berusaha untuk kembali mendobrak pintu yang tertutup tersebut.


Angel kini menangis di pojokan kamarnya dia menangis dengan ketakutan, orang orang yang tadi membawa nya kini mengurungnya di dalam kamar miliknya.


" Mama, Paman..." Panggilnya dengan menangis.


" Gimana, Nona Angel dari tadi memangil Nyonya dan Paman. Apa yang di maksud Paman Gusman?" Orang yang menjaganya kini malah ketakutan ketika mendengar tangisan dari Nona kecilnya.


" Jika kita ketahuan oleh Bos Gusman habislah kita."


" Tutup mulut mu."


" Mama aku takut, Mama bawa pergi aku dari sini hiks hiks..." Tangisnya lagi dengan suara seraknya. Angel ketakutan dia tak menyangka orang orang itu akan menculiknya dan membawa dirinya ke rumah nya. Rumah yang membawa dia dengan ketakutan.


Bruak !!! pintu yang di dobrak secara paksa itu akhirnya terbuka, membuat Gusman secara cepat langsung masuk ke dalam kamar tersebut. Langkahnya yang tadi berlari kini langsung terhenti ketika melihat Dokter nya seperti itu. Gusman tak bisa berkata apa lagi kecuali dia yang terkejut kembali di buat ulah dari adiknya.

__ADS_1


__ADS_2