Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Keluarga Phelix 1


__ADS_3

” Jonathan apa yang kau sembunyikan dari ku?" Zac segera mencecar pertanyaan kepada sepupunya ketika mereka sudah masuk ke dalam mobil.


" Tidak ada, aku hanya menyetujui nya karena dia adalah kakak dari wanita yang kau cintai..." Elaknya dengan cepat serta gugup.


" Jonathan jangan berbohong pada ku, aku tahu kau menutupi sesuatu dari ku. Mata mu tak bisa berbohong Jo, aku bukan anak kemarin yang muda kau bohong begitu saja..." Zac menatap serius ke arah sepupunya yang dari tadi mencoba berbohong pada nya.


" Aku tak berbohong Zac, aku mengatakan semua nya, aku memang tak menyembunyikan apapun dari mu..." Jonathan tetap ingin menutupi dari sepupunya, meskipun sepupunya itu tak akan mudah di bohongi.


" Kau mengenal keluarga Phelix bukan?, kau tahu apa yang terjadi dengan mereka, kau juga tahu siapa yang menyerang mereka bukan?" Zac langsung menembak semua nya dengan tepat.


" Kau jangan mengarang cerita..." Jonathan yang ingin kabur terpaksa harus menahan diri karena pintu mobil itu di kunci oleh laki laki yang tengah menatapnya dengan tajam. " Zac..." Sambungnya.


" Kita tak akan pergi sebelum kau menjawab semua nya Jo, aku tak akan muda percaya dengan apa yang kau katakan. Mata mu selalu menatap sedih ke arah wanita ku, bahkan kau langsung menyetujui permintaan Abhi tadi, kau bukan orang yang muda menyetujui apapun tanpa berunding dengan Kris ataupun aku, tapi tadi kau langsung menjawabnya dengan cepat dan tak mengatakan apapun pada ku..." Zac menatap ke depan dia mengatakan semua nya yang mencurigakan.


Jonathan memejamkan mata nya bayangan keluarga Phelix seakan terlintas di mata nya, darah serta hembusan nafas terakhirnya seakan di depan mata nya sekarang. Rasa bersalahnya kini memenuhi hati dan pikiran nya.


" Jonathan..." Zac menjadi tak sabar karena sepupunya itu malah terdiam dengan memejamkan mata nya.


" Adelio Phelix dan Adella Phelix..." Liriknya dengan pelan meskipun begitu Zac masih bisa mendengarnya dengan jelas nama itu.


" Dia adalah anak dari orang yang pernah menolong ku sewaktu aku tenggelam dulu. Adelio adalah anak dari mendiang Aden Phelix serta mending Amora Phelix..." Jonathan masih memejamkan matanya dia tak ingin membuka matanya ketika dia mulai mengenalkan nama nama itu kepada sepupunya.

__ADS_1


" Kedua orang tua Adelio adalah orang yang sangat berjasa bagi hidup ku, aku berhutang nyawa kepada mereka, jika mereka tak ada mungkin aku juga tak ada di sini bersama kalian, tapi karena pertolongan nya aku di sini dan selamat..." Sambung nya lagi.


" Kami saling dekat, menjadi teman, menjadi sahabat bahkan menjadi keluarga. Aku dan Jovanka selalu mengunjungi mereka dan selalu menghabiskan waktu bersama dengan mereka, waktu itu Abhi sudah dewasa, tapi karena dia berada di asrama kami tak saling mengenal..." Jonathan ingat betul seperti apa kebaikan keluarga Phelix dan dia sangat berhutang nyawa kepada keluarga Phelix.


*Flashback On


Beberapa minggu sebelum mereka meninggal.


" Jonathan bisa kita bicara, ada hal yang ingin aku ceritakan pada mu, tapi aku ingin kita bertemu di rumah ayah dan ibu..." Adelio pagi ini tiba tiba menghubungi Jonathan dengan nada paniknya, dia tak tahu harus meminta bantuan pada siapa jika bukan pada laki laki yang sedang di hubungi.


" Ada apa Lio?, kenapa suara mu begitu panik?, apa terjadi sesuatu, katakan ada apa?" Jonathan mendengar suara nya yang begitu panik menyadari bahwa laki laki itu sedang dalam masalah.


" Aku tak bisa menceritakan ini pada mu di telfon, aku ingin kita bicara secara langsung, kau masih berada di tokyo bukan?"


Satu Jam


" Adelio katakan ada apa?, kenapa kamu khawatir seperti ini..." Jonathan langsung duduk di depan nya ketika mereka bertemu di rumah itu.


" Jonathan tolong jangan katakan apapun kepada istri ku ataupun kepada keluarga ku, berjanji lah dulu pada ku..." Adelio langsung meminta Jonathan untuk berjanji sesuatu hal yang sangat penting.


" Baiklah aku akan berjanji, tapi tunggu dulu, jika kau main di belakang istri mu aku tak akan berjanji untuk menutupi dari keluarga mu..." Tak dapat di pungkiri bahwa Adelio dulu adalah laki laki yang masih sangat tampan, seorang seniman yang cukup terkenal namanya saat ini.

__ADS_1


" Tidak ada di pikiran ku untuk bermain di belakang istri ku Jo, ini lebih penting dari itu."


" Baiklah katakan apa ada?"


" Aku di ancam oleh orang Jonathan, dan orang itu selalu mencoba mencelakai ku dari kemarin, dari ular berbisa masuk ke dalam mobil ku, hingga ada orang yang tiba tiba ingin menabrak ku. Dan kemarin butik istri ku di serang orang tak di kenal dan yang parah nya dia sekarang secara terang terangan ingin mengancam aku Jo..." Adelio menceritakan semua nya yang dia alami beberapa hari ini yang tak di ketahui oleh Jonathan.


" Apa aku punya musuh Lio?" Tanyanya.


" Tidak, maksud ku mungkin musuh secara terang terangan tidak ada Jo, kalau musuh di belakang mungkin sangat banyak, kau tahu maksud ku bukan..." Jonathan mengangguk pelan mengerti apa yang di maksud laki laki itu.


" Siapa yang kau curigai?"


" Aku tidak tahu, aku tak tahu siapa yang tak menyukai ku Jo, mereka semua baik pada ku dan tak ada yang terang terangan yang tak menyukai ku..." Jonathan nampak berfikir sejenak, mencari cara agar tahu siapa yang ingin bermain main dengan sahabat nya ini.


" Kau tak mendapatkan ancaman lewat pesan singkat atau pun telfon?"


" Untuk saat ini tidak, tapi jika ada aku akan katakan padamu."


" Baiklah kita masih buntu saat ini, tapi aku akan memberikan pengawal yang sangat aku percaya, dan rumah mu akan kami awasi secara intens. Orang orang ku akan di sana mulai sekarang, jangan pergi sendirian oke, bawah pengawal kalian. Katakan pada istri mu bahwa pengawal itu hanya untuk berjaga jaga, dan aku yang memberikan nya..." Adelio mengangguk mengerti, dia sedikit lega karena sahabatnya ini akan membantu nya.


" Aku akan menyelidiki ini semua dulu, kau bersikap biasa saja. Para pengawal tak akan kelihatan jika mereka ahli dalam segala hal, yang terlihat mengawal mu hanya dua orang dan yang tak terlihat mungkin ada tiga orang, jadi jangan takut jika kau menyadari ada orang yang memperhatikan mu, nanti mereka akan aku bawa ke rumah mu agar kau juga tahu wajah mereka..." Laki laki itu mengangguk pelan. " Jangan takut ada aku, kau hanya bersikap tenang jangan panik. Jika kau panik mereka akan memanfaatkan situasi ini, kita tak bisa bertemu secara terang terangan mulai sekarang, jika musuh mu tahu aku ada di belakang mu, mereka akan cepat mengambil keputusan sebelum aku tahu siapa mereka..." Sambungnya lagi.

__ADS_1


" Aku hanya takut jika mereka mencelakai istri ku Jo, jika mereka melukai ku tak apa, tapi istri dan anak anak ku, aku tak mungkin membiarkan hal itu..." Wajah kekhawatiran dari seorang suami dan seorang ayah, tak dapat di pungkiri saat ini*.


__ADS_2