Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Pagi Yang Hangat 4


__ADS_3

" Kau tak takut pada ku honey?" Zac mencium punggung tangan istrinya dengan lembut.


" Tidak.. buat apa aku takut pada mu sayang, aku siap menjadi istri dari ketua mafia yang kejam. Kau tahu bukan bahwa aku sudah mengatakan pada mu berulang kali. Tak jadi masalah bagi ku kau kejam seperti apa di kelompok mu dan para musuh mu, yang jelas kau selalu bersikap baik pada ku dan mencintai ku, itu sudah cukup untuk ku..." Valarie mengatakan semuanya, tangan nya menggoda dada bidang suami nya. Semua kenyataan yang di ceritakan oleh suaminya memang sulit masuk ke akal sehatnya, tapi dia tak peduli dengan semuanya itu.


" Terima kasih karena sudah menerima ku sayang..." Katanya tertahan ketika bibir istrinya dengan sengaja mengulum dada nya dengan keras hingga membuat sesuatu bangkit di bawah sana. " Jangan menggoda ku honey..." Zac mengeram ketika tangan istrinya mengelus julio yang hampir berdiri tegak itu.


" Aku tak melakukan apapun honey..." Val menyangkal jika dirinya menggoda suaminya, laki laki mana yang tak bangkit jiwa nya jika di lakukan seperti itu.


" Kau memang nakal sekali honey..." Zac dengan segera memengang dagu istrinya, menggapai bibir istrinya, meluma* nya dengan segera, menyesa* nya dengan rakus serta liar.


Val pura pura memberontak dalam ciuman itu, mencoba menghindari serangan suami nya itu.


" Honey hentikan..." Katanya dengan melepaskan ciuman itu.


" Jangan memulai nya jika tak ingin melanjutkan nya sayang..." Val tak bisa menjawabnya karena bibirnya sudah di bungkam oleh ciuman yang memaksa nya itu. Val mendorongnya dengan senyum di sela sela ciuman itu.


" Sayang hentikan ini sangat lengket..." Katanya dengan tersenyum, Val mencoba ingin kabur dari kungkungan suami nya yang memaksa itu. Di bawah sana memang terasa sangat lengket karena pergulatan panas mereka baru saja terjadi.


" Kau yang memulai nya maka kau harus mengakhiri nya sayang.. julio ku bangkit dan kau yang harus menidurkan nya..." Tangan Zac meremas benda yang menantang di sana.


" Sayang hentikan ini benar benar lengket.. aku ingin mandi lebih dulu..." Val menghindar dari serangan suami nya itu, dia mencoba kabur tapi kekuatan nya laki laki tak bisa di tahan.

__ADS_1


" Kita akan mandi bersama sama..." Zac dengan cepat mengendong tubuh istrinya yang sudah polos itu, membawa nya masuk ke dalam kamar mandi dengan saling tertawa penuh bahagia.


Zac segera menurunkan tubuh istrinya di bawah guyuran shower. Lida* mereka saling berbelit, bertukar slavina, tangan mereka kini menelusuri tubuh telanjang, memainkan benda yang di tumbuhi bulu bulu halus itu, mereka saling mendesa* dan mengeram di sela sela ciuman panas itu. Tangan Val kini menggapai Julio yang sudah mengeras sedari tadi. Tangan Val menaik turunkan nya dengan lembut. Desaha* dan gerama* kini memenuhi ruangan kamar mandi yang menguyur mereka dengan air shower.


Val kini menurunkan tubuhnya, berjongkok di depan suaminya, memainkan julio itu dengan lidah* yang basah, Val sangat menikmati ******* yang dia berikan kepada suaminya itu. Val melirik sebentar ke arah suaminya yang memejamkan mata nya, menikmati sensasi yang di berikan oleh bibir istrinya itu. Sentuhan bibir nya yang begitu lembut membuat laki kaki gondrong yang memiliki kekuasan banyak kini tak berdaya di bawah kendali bibir istrinya itu.


" Da*n..." Umpatnya dengan sedikit pelan menjambak rambut milik istrinya dengan memainkan rambut istrinya, secara tak langsung tangan itu seakan menyuruhnya untuk memasuk lebih dalam julio itu kepada bibirnya.


Zac nampaknya tak tahan jika istrinya terus berada di bawah, memainkan julio nya. Zac dengan cepat menarik tangan istrinya. Zac duduk di atas kloset dan mendudukkan istrinya di atas pahanya.


" Ah.. Honey..." Desaha* itu tak mampu di tahan ketika julio itu masuk dengan sempurna tubuhnya menggeliat ketika julio menakan dirinya ke atas. Val mengerahkan pinggulnya dengan pelan dan tangan Zac yang berada di pinggul nya mengimbangi tempo yang di Val ciptakan sendiri. Kali ini Zac hanya mampu mengeram kenikmatan ketika Julio nya terasa di aduk aduk oleh milik istrinya itu.


" Ah..Val.. ini benar benar nikmat sayang..." Gerama* yang tertahan ketika kenikmatan menerjang tubuhnya.


" Kau membuat ku gila honey..." Ucapnya ketika merasakan bahwa istrinya kini mengerahkan pinggulnya dengan cepat dan tak beraturan lagi .


" Ah.. sayang aku sampai..." Desaha* yang panjang serta tubuhnya menekan kebawah dan menggeliat ketika dorongan pelepasan pertama kalinya di keluarkan oleh dirinya.


Zac kini yang bergerak dengan pelan tapi meskipun pelan itu yakin mengenai kenikmatan yang mereka lakukan. Dengan meremas pinggang Val ketika pergerakan itu semakin cepat dan Val kini kembali terbuai dengan kenikmatan yang di berikan oleh suaminya, Gaira* nya kini bangkit setelah sapuan pada kedua buki* itu serta pergerakan sang suami yang begitu mampu membuat tubuhnya kembali panas.


__ADS_1


" Honey aku tiba.. ah..." Zac menekan tubuh istrinya kebawah dengan bibirnya yang membungkam bibir istrinya dengan ciuman yang begitu lembut. Denyuta* itu kini dapat dia rasakan dengan nikmat. Dengan saling melepaskan ciuman itu dan masih mengatur nafas mereka yang memburu karena pergulatan panas mereka yang telah terjadi.


" Honey kau membuat ku tak bisa berjalan..." Val tak bisa berdiri karena ulah suaminya yang dari tadi memaksa nya untuk melakukan adegan panas ini.


" Kau yang memulai nya dan kau menyalahkan aku..." Zac kembali mencium bibir istrinya yang kembali mengerucut karena dia pura pura marah kepada suaminya itu.


Val memukul lengan suaminya dengan keras hingga ciuman itu terlepas begitu saja dengan Val yang melotot ke arah nya.


" Honey kau ingin kita bergaira* lagi dengan ciuman panas mu itu..." Protes nya, tapi mereka masih belum melepaskan penyatuhan itu. Jadi posisi mereka masih sangat bahaya untuk membangkitkan gaira* cinta mereka.


" Kau tahu aku tak bisa mengontrol gaira* ku jika sedang bersama mu sayang, membayangkan senyum mu saja membuat ku kembali bangun..." Valarie melotot tak percaya ketika merasakan yang bawah sana sedang bangkit dengan perlahan.


" Honey.. kau ingin membuat ku pingsan di sini he..." Desaha* tertahan ketika julio itu mulai menggodanya dengan pelan serta lembut. Zac tersenyum puas ketika mendengarkan desaha* istrinya yang tertahan.


" Kau menolak ku tapi tubuh mu tidak sayang..." Goda nya dengan menggigit puti** itu dengan pelan.


" Zac Kozan..." Bentaknya dengan pelan. Dia tak bisa tahan dengan kenikmatan ini tapi jika di lanjutkan Val yakin ini tak akan sebentar.


Zac hanya tertawa pelan sebelum akhirnya dia melepaskan penyatuhan itu dengan mengendong istrinya itu.


" Aku tak akan melanjutkan nya sayang, meskipun aku ingin tapi aku bisa menahannya karena jika aku lakukan kita bisa keluar dari kamar nanti sore..." Ucapnya dengan meletakan istrinya ke dalam Bath up. " berendam lah aku akan mandi di sana..." Sebuah ciuman lembut menggapai kening istrinya sebelum dia pergi fi bawah guyuran shower untuk membersihkan keringat nya.

__ADS_1



__ADS_2