
Abhi dan beberapa tim nya menelusuri seluruh area tersebut, tapi tak ada siapapun di sana, mereka yang tak tahu apapun hanya bisa berhati hati jika tiba tiba musuh nya secara tiba tiba menyerang nya. Para anggota itu terus mencari para musuh yang di kira bersembunyi di pepohonan ataupun di semak semak, tapi nyata nya tak ada satu pun yang ada di sana. Suara tembakan itu masih dapat di dengar dengan jelas, semua yang ada di sana masih mencoba waspada dengan senjata di tangan mereka masing masing.
" Sir nampaknya di sini tak ada musuh..." Salah satu dari mereka kini melapor dengan segera ketika mereke sedikit menjauh dari markas itu.
Abhi kini mengangguk mengerti apa yang telah di katakan anggotanya, memang benar di sana memang tak ada musuh karena mereka semua fokus di dalam markas itu.
" Kau benar mereka tak ada di sini..." Abhi mengamati sekelilingnya, hanya ada terik matahari dan suara kicauan burung di sana.
" Apa sebaik nya kita kembali ke markas sana untuk membantu para FBI?" Salah satu dari mereka kini tiba tiba mengatakan hal yang tak di sukai oleh pimpinannya.
" Sebaiknya kita mencari lebih jauh dari sini, mungkin di sini tak ada tapi siapa tahu kita bisa menemukan di tempat lain, kalian tahu bukan bahwa para mafia ini begitu licik dan cerdik mengelabui kita..." Seluruh anggota itu mengangguk paham, dan mereka membenarkan apa yang di katakan pimpinannya.
Kini anggota itu menyebar kembali, menelusuri hutan itu masuk ke dalam, semakin dalam dengan saling menjaga dengan saling beriringan masuk mencari musuh yang bersembunyi di sana.
Sedangkan yang berada di markas kini hanya lah tinggal sebuah nama, para FBI itu kewalahan memukul mundur para musuh, pada akhirnya mereka yang harus mengalah karena kehabisan peluru di saku nya. Pimpinan FBI itu lari dengan menyentuh lengan nya yang tertembak dari tadi, meskipun rasa sakit menjalar tapi dia tak rasakan sama sekali. Abhi yang melihat nya segera berlari menuju ke orang yang kini meremas lengan nya.
" Kau tak apa?" Tanyanya dengan membantu nya berdiri.
__ADS_1
" Tak apa, bantu tim ku..." Katanya dengan gemetar. Tim Abhi kini masuk dengan segera memberondong mereka dengan peluru tapi mereka dengan sigap menghindar, laki laki tegap dengan tangan kosong tiba tiba menyerang Abhi. Memukul nya tepat di wajah nya.
Abhi kini meladeni laki laki itu dengan segera, menghajarnya, membalasnya apa yang dia lakukan pada wajah itu. Bug, bug, bug pukulan demi pukulan kini terjadi, pimpinan dan pimpinan kini saling bertarung dengan tangan terbuka. Abhi kini menendang paha laki laki itu hingga laki laki itu mundur seketika, anggota tim Abhi yang melihat pimpinannya kini tiba tiba lari dengan kencang juga menendang paha belakang nya hingga laki laki itu secara langsung berlutut seketika, dengan cepat police itu menodongkan pistol ke arah kepalanya.
" Jika kau berani bergerak pistol ini akan menembus otak mu..." Ucapnya dengan sinis.
Mafia itu kini angkat tangan dengan mata yang memberi kode ke arah laki laki itu, Abhi kini langsung menyentuh tangan laki laki itu, memborgol nya dengan cepat. Kini semua orang yang ada di sana kini berlutut di depa para police, pimpinan mereka kini telah di takluk kan dan semua anggota nya kini juga akhirnya membuang semua senjatanya dan harus rela di giring ke penjara.
Di sana banyak mayar yang berserakan tapi itu bukan lah tim nya melainkan dari FBI yang gugur, meskipun hati berdenyut sakit ketika harus mengorbankan mereka tapi ini dia harus lakukan untuk melindungi tim nya.
Abhi yang keluar dari markas itu, memborgol para pengedar narkoba itu, berjalan dengan tergesa gesa karena Abhi sendiri tak ingin lama lama berada di dalam sana.
" Kalian bereskan ini semua, dan ambil barang bukti yang utuh, aku yang akan membawa mereka ke dalam mobil..." Anggota itu mengangguk mengerti. " Dan hubungi media katakan ada yang terluka di sini..." Sambungnya lagi.
Abhi kini memasukan laki laki itu ke dalam mobil nya. " Kau licik juga ternyata..." Katanya dengan pelan, Abhi hanya memainkan matanya sebelum akhirnya mobil itu dia tutup.
Abhi yang melihat pimpinan dari FBI itu berdiri dengan di bantu oleh tim nya yang tersisa, membuat Abhi tersenyum sinis.
__ADS_1
" Kau tak apa?, sebentar lagi para medis akan datang..." Katanya dengan nada pura pura panik, sebenarnya dalama hati dia sangat senang melihat laki laki itu tak berdaya dan harus menahan rasa sakit pada lengan nya.
" Aku tak apa..." Liriknya dengan pelan. Dia merasakan bagaimana kehilangan tim nya yang begitu banyak gugur melawan para pengedar itu.
" Maafkan aku, karena tak segera masuk ke dalam membantu kalian, jika kami tadi segera masuk mungkin tim mu tak akan banyak yang gugur..." Abhi menatap laki laki itu yang wajahnya begitu sedih, dia tahu bagaimana kehilangan anggota tim nya yang gugur saat bertugas, menyedihkan dan sangat sakit.
" Tak apa Sir Abhi ini sudah resiko yang harus kita terima saat bertugas, tapi kadang aku bingung harus berkata apa kepada keluarga nya ataupun anak nya..." Katanya dengan menunduk, sekuat kuatnya seorang pemimpin jika melihat anggotanya gugur pasti akan merasakan hal yang begitu sakit.
" Aku turut berduka atas kehilangan para anggota mu, mereka hebat karena mati dalam bertugas, setidaknya mereka mati secara terhormat dan keluarga mereka pasti akan bangga..." Abhi mengatakan dengan sungguh sungguh, dia merasakan rasa bersalah yang amat dalam, tapi tak perlu dia sesali, semuanya sudah terjadi dan tak bisa di putar mundur lagi. Dia sudah maju dan tak bisa untuk berjalan mundur lagi.
Keputusan nya itu kini bulat, dia tetap melindungi tim nya dan melindungi tim dari anggota dari wanita nya, dia senang karena tim nya masih utuh meskipun dia harus melakukan kelicikan tadi tapi tak masalah, kadang seseorang harus bersikap cerdik untuk melindungi seseorang. Abhi menatap satu persatu wajah mereka yang gugur dengan luka tembak yang ada di dada maupun ada di kepalanya, dia menahan air matanya dan menahan rasa sesak di dada nya. Dia yang membunuhnya secara tidak langsung, dia yang mengorbankan semua anggota FBI itu dengan sengaja, tapi jika dia tak begitu maka mungkin anggota nya yang mungkin saat ini yang ada di kantong kuning itu.
Abhi hanya terpaku dengan diam nya, dia meskipun berkhianat tapi hati nya masih memiliki kemanusiaan untuk berkabung.
*Dia menjalankan misi nya dengan berhasil bos. Salah satu orang dari kejauhan itu kini mengirimkan pesan singkat.
Sudahi misi nya, kita sudah cukup menguji nya kali ini. Balas nya dengan segera*.
__ADS_1