
" Jelaskan pada ku kenapa ada wanita ini dan laki laki ini. Kalian sedang merencanakan apa?" Jenni kini berteriak menanyakan kepada kedua orang yang juga menatapnya dengan penuh keterkejutan itu.
" Jenni kita bisa jelaskan semua ini..." David kini menghampiri Jenni yang berdiri di sana.
" Tak perlu mendekat kau jelaskan saja dari situ..." David menghentikan langkahnya dia tak tau harus berkata apa sekarang, semua nya sudah terbongkar saat ini.
" Aku memang menyekap mereka berdua..." Suara Marco kini terdengar santai dan tenang, dia kini membuka nya sendiri. Semuanya sudah terbongkar dan tak perlu di tutupi lagi.
" Lalu siapa jasad yang ada di mobil itu jika dia kau sekap he?" Jenni kini menyilangkan tangan nya ke dada dia kini menatap tajam kearah Marco yang berdiri di ambang pintu.
" Jasad seseorang yang sudah meninggal. Aku meletakan di sana agar Zac di tuduh membunuh orang itu, tapi tak ku sangka bawa mobil itu malah mengalami kecelakaan dan meledak, Tapi tak ku sangka bawa Monica, wanita ku yang di dalam mobil itu..." Marco kini menatap sendu ke arah wanita yang masih lemas menunduk itu.
" Sebenarnya dia ingin menjebak Zac Kozan dia tak tau bawa mobil nya di naiki oleh adik iparnya ini..." Timpal David yang menunjuk kearah Laki laki yang juga belum sadar itu.
" Menjebak kau bilang?, kau memutus kabel rem nya kau mengatakan hanya menjebak nya?" Jennifer tak habis pikir dengan apa yang di katakan oleh laki laki itu.
" Orang ku yang harus nya membuat selang bensin bocor malah memutuskan kabel rem. Aku juga baru tau. Harusnya bensin mereka habis dan dia berhenti di pemberhentian untuk mengisi ulang bensin agar ada yang mencurigai aroma jasad yang ada di bagasinya, tapi kecelakaan itu mengubah semua rencana ku..." Kini Marco menjelaskan semua rencana nya itu kepada wanita yang marah marah pada nya.
" Kami memang sengaja menyembunyikan ini semua, agar kami melihat semua orang orang itu han-"
__ADS_1
Bug!! Jenni yang memukul wajah David dengan segera ketika mendengarkan semua yang di katakan oleh David, darah langsung keluar dari hidung nya ketika bogem itu mengenai hidung nya.
" Kau melanggar etika kita Vid, kau pimpinan ku tapi kau malah menjijikan seperti ini..." Jenni menekan kata kata nya. " Aku lebih memilih kesatuan di banding mempertahankan cinta ku bersama orang yang aku cintai, aku melepaskan cinta ku agar aku bisa di sini bersama mu menjalankan tugas tugas ini, aku memilih kesatuan ku meskipun ada laki laki yang menawarkan cinta dak kebahagian untuk ku. Tapi lihatlah pimpinan yang aku bela, pimpinan yang aku pilih sekarang memalukan, dia memilih mengkhianati kesatuannya hanya sebuah pertemanan yang buruk bagi nya..." David membisu ketika Jenni mengatakan hal itu.
" Kau mengorbankan aku hanya untuk ambisi mu yang tak aku ketahui. Apa kau tak sadar bawah jabatan mu di sini di pertaruhkan, jika semua orang tau kau menyekap mereka jabatan mu tak akan berarti apa apa di sini Vid. Buka mata mu...." Jenni kini belum cukup puas untuk mengatakan semua yang ada di pikiran nya.
" Cukup hentikan, aku tak ingin kalian berdebat di sini...." Marco kini yang membentak mereka kini malah membuat Jenni ingin menendang laki laki yang memakai tongkat untuk berdiri.
" Lihat mereka, lihat..." Jenni kini berteriak kencang, tangan nya menarik tangan David agar tubuhnya memutar agar melihat kedua tawanan itu. " Lihat mereka vid, tubuh mereka lemas tak berdaya mereka banyak darah di tubuh mereka, mereka butuh medis untuk menyelamatkan mereka, apa kau sadar itu, apa kau tak memikirkan nyawa mereka, apa kau tak punya hati. Di mana hati kalian berdua ha?" Bentaknya lagi dengan keras. Jenni pikiran nya hanya tertuju kearah David agar laki laki pimpinan itu menyadari kesalahan nya.
Dia yang sudah merelakan cinta nya demi kesatuannya, dia memilih bertahan demi tugas tugas nya itu. Tapi pimpinan yang dia pilih malah menusuk nya dari belakang.
" Jenni dengar kau tak tau apapun masalah ku dengan Zac, jadi jangan ikut campur, sekarang pergilah dan anggap ini tak pernah kau lihat, aku akan melepaskan mu..." Kini Marco bersuara dengan nada nya yang tenang, dia tak berpikir bawah wanita itu kini sedang mengamuk di sana.
" Aku akan pergi bersama kedua orang itu..." Jenni kini berbalik dia ingin melepaskan pengikat yang ada di tangan wanita itu. Yang dia utama kan saat ini adalah Wanita yang dia kira adalah kekasih Steve.
" Maafkan aku.. maafkan aku."
Sedangkan di jalanan kini semua orang orang berbaju hitam itu kini menyebar mencari tau semua informasi yang terjadi. Mereka yang dari tadi memantau sesuatu kini mulai menelusuri jalanan yang begitu luas. Mereka memancar kini mereka ada yang berada di tempat parkiran di mana kabel rem itu sengaja di putus dan ada juga yang berada di jalanan di mana mobil itu terbalik dan meledak dan beberapa orang ada yang sedang mengamati rumah David serta Marco tak lupa juga dengan ada yang memantau apartemen dari Jennifer. Sasaran mereka sekarang adalah tiga orang, yang mereka curigai kini tiga orang yang siap mereka tangkap ketika ada yang mencurigakan.
__ADS_1
" Tak ada pergerakan sama sekali dari mereka."
" Kau benar, apa kita yang datang terlambat hingga kita tak tau mereka bergerak."
Andre kini berkeliaran dengan penyamaran nya, dia memantau kantor CIA di mana ada seseorang yang dia curigai di sini. Andre kini yang sedang duduk di dalam mobil bersama Albert dengan mata nya yang tak ingin lepas dari kantor itu.
" Aku akan turun..." Albert mengangguk, dia kini yang menunggu teman nya di dalam mobil.
Andre kini berjalan santai dia menuju ke kantor CIA, Andre kini yang memakai topi, serta jaket serta kaca mata hitam nya menambah kesan kegarangan di wajahnya.
Andre kini berdiri di depan kantor CIA dia menatap lurus dengan tatapan tajam nya, dia melangkah masuk ke dalam kantor itu dengan aura dingin nya serta kekejaman yang ada di mata nya.
" Permisi jika saya ingin bertemu dengan Sir David dan Nona Jennifer di mana saya harus menemuinya?" Andre kini bersikap ramah nya ketika dirinya bertanya kepada seseorang yang dia temui di sana.
" Ada keperluan apa?, saya kebetulan Tim nya?"
" Maafkan saya tapi saya harus berbicara langsung kepada salah satu dari mereka, itu pesan dari bos saya..." Orang itu hanya mengangguk mengerti.
" Tapi maaf mereka berdua tak ada di tempat, dari tadi mereka tak bisa kami hubungi. Tadi Jennifer menghubungi ku tapi karena aku lagi ada pekerjaan aku tak menjawabnya..." Andre kini mengangguk.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu saya permisi..." Andre kini melangkah keluar dari kantor CIA itu, dia tak menghiraukan panggilan dari orang yang dia tanya tadi.