
Dua hari berlalu, tiga hari berlalu, satu minggu berlalu dengan cepat tapi tetap tak mengubah keadaan Clarissa, dia masih sering diam, mengurung dirinya di kamar, tatapan yang nanar memandang ke depan dengan pikiran nya yang kosong, Alex bahkan mengalah untuk membawa semua kerjaan nya di rumah agar bisa menjaga istri nya, dia tak ingin meninggalkan istri nya sedikit pun. Bahkan hari ini sudah hampar satu bulan tapi istri nya tetap bisu, bahkan tak ingin mengurus diri nya dengan benar.
" Sayang aku ada pertemuan penting hari ini, aku harus datang ke perusahan. Setelah semua nya selesai aku segera pulang..." Alex kali ini menyisir rambut istrinya, rutinitas dirinya setiap hari adalah mengurus istrinya, memandikan, menyuapi istri nya dengan lembut. Tapi itu semua tak membuat dirinya lelah mengurus istrinya yang seperti patung hidup.
" Sayang aku pergi dulu, jika kamu butuh apa apa, kamu bisa memanggil neni..." Alex mencium kening istrinya dengan lembut, bahkan istri nya tak menjawab apa yang di katakan suami nya. Alex dengan terburu buru pergi agar urusan nya cepat terselesaikan agar segera pulang untuk menemani istri nya.
Johan kali ini membiarkan wanita yang membuat putri nya menderita sadar dari tidur panjangnya. Chelsea yang sudah duduk di sebuah kursi dengan tangan serta kaki yang di ikat rantai.
" Bangunkan dia, ini sudah waktu nya aku menghukum nya secara perlahan..." Johan duduk dengan santai di depan nya, menghidupkan rokok nya dengan santai tapi tetap menakutkan di pandang.
Byur !! siraman air yang sedikit panas membuat nya segera bangun karena merasakan kulit nya yang panas. Tubuh nya yang tak bisa di gerakan karena terlalu kencang ikatan, selain itu otot nya juga merasa lemas.
" Lepaskan saya.. lepaskan..." Teriaknya ketika kesadaran nya kembali penuh.
" eh, kau sudah bisa bicara ternyata..." Laki laki tua itu berkata dengan santai.
" Sebenarnya mau kalian apa?, kenapa kalian menyekap ku..." Ujar nya dengan berteriak.
__ADS_1
" Kami sedang berduka karena ulah mu yang membuat cucu ku meninggal, seperti nya akan menyenangkan jika kami sedikit menghibur diri dengan melihat mu menderita di sini."
" Cucu?, siapa yang kau maksud laki laki tua?" Chelsea memang tak tahu siapa yang di maksud Johan. Satu bulan lalu Chelsea di bawah pergi dari tempat nya menginap dan tak ada keributan ketika mereka membawa wanita itu karena mereka sengaja membohongi Chelsea waktu itu. Mereka mengatakan bahwa ada seseorang yang sengaja mengirim mereka untuk mengawal nya datang ke sebuah tempat untuk menyembunyikan diri dari kejaran Alex waktu itu, tapi ucapannya hanya omong kosong.
" Alex dan Cla adalah anak anak ku."
" Jadi kau mengurung ku karena mereka?" Chelsea tak tahu bagaimana para laki laki itu melawan musuh nya. " Dia pantas mendapatkan hukuman dari Tuhan, karena sudah mengambil Alex dari ku, Tuhan mengambil anak nya sebagai bentuk karma..." Lanjutnya dengan senang, misi nya berhasil karena sudah membuat anak dari Cla telah meninggal.
" Ah.. ah.. ah..." Teriakan yang kencang ketika laki laki yang di belakang nya telah menyetrum tubuh wanita itu dengan sengatan listrik.
" Kau religius mengatakan itu karma?, lalu karma apa yang pantas untuk wanita yang membunuh anak kecil yang tak tahu apa apa..." Johan menekan kata kata nya ketika sengatan listrik itu berakhir.
" Kau pikir di sini untuk apa?, untuk bicara baik baik dengan mu, jangan naif nona. Bahkan aku bisa memenggal kepala mu sekarang. Tapi aku tak ingin lakukan karena aku ingin menyiksa mu dengan perlahan..." Siapa pun yang mendengar nya pasti akan takut.
" Kau... ah.. ah.. ah..." Setruman kami ini cukup lama membuat dirinya Chelsea benar benar kesakitan. Seluruh tubuhnya yang basah membuat semua nya lebih muda menyengatkan listrik ke tubuh nya.
" Kau tega menyiksa wanita seperti ini..." Katanya dengan terputus putus ketika sengatan listrik itu berakhir.
__ADS_1
Johan tertawa begitu menggelegar di sana, tertawa penuh mengejek, tertawa penuh dendam serta tertawa penuh amarah yang mendalam.
" Wanita kau bilang?, wanita mana yang tega membunuh anak kecil yang tak tahu apa apa..." Johan berdiri menghampirinya.
" Auw..." Teriakan kesakitan ketika tangan kekar itu menjambak rambut panjang Chelsea hingga membuat kepalanya terhuyung kebelakang.
" Ingat baik baik ini..." Bisik nya dengan suara yang serius dan menakutkan. " Aku adalah malaikat yang akan menyabut nyawa mu pelan pelan, dan aku bisa mengambil nya kapan pun aku mau..." Semua orang merasakan hawa menakutkan di sana.
" Kau lihat itu..." Johan menunjuk sebuah orang laki laki yang berdiri agak jauh dari mereka dan mata Chelsea mengikuti tangan itu. " Itu suntikan obat keras yang akan membuat semua organ mu tak berfungsi secara perlahan..." Perkataan nya membuat semua orang merinding, orang mana yang mau organ tubuh nya mati padahal kita masih hidup.
" Tidak ku mohon.. maafkan aku.. aku akan melakukan apapun asal jangan lakukan itu..." Suara nya bergetar ketakutan.
Plak ! Johan melepaskan cengkraman pada rambut nya lalu menamparnya dengan kencang hingga membuat ujung bibir nya mengeluarkan darah segar.
" Semua nya sudah terlambat..." Tangan kekar itu mencekik leher wanita yang sedang terikat.
" Jadi kau tak akan bisa melakukan apapun atau pun nego dengan ku, semakin kau memberontak semakin aku akan gila menyiksa mu. Jadi kau tinggal diam dan rasakan apa yang harus kau pertanggung jawabkan..." Johan melepaskan nya dengan kasar hingga membuat Chelsea terbatuk batuk.
__ADS_1
" Tidak ku mohon lepaskan aku..." Dia berteriak histeris ketika suntikan itu masuk ke dalam kulit nya, obat itu masuk perlahan dengan mematikan perlahan otot otot nya hingga akan membuat organ organ nya tak berfungsi secara pelan pelan.