Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Menyusun Rencana 4


__ADS_3

Warning 21+ 🤭 awas basah oke 😁 jangan di hayati jangan di nikmati nanti benaran basah 🤪


Happy Reading 🤗🤗


" Aahhhhh..." Teriakan dari gadis lugu itu membangunkan laki laki yang baru saja tertidur satu jam.


" Hentikan teriakan mu itu, kau membuat ku harus susah lagi untuk memejamkan mata ini..." Andre hanya mampu menggeliat dia sungguh mengantuk pagi ini.


" Om ngapain tidur di sebelah ku, astaga kau tak sedang memanfaatkan aku bukan?" Gadis itu langsung menatap kearah tubuhnya yang masih lengkap dengan seluruh kain yang ada di tubuhnya itu.


" Apa bajumu berserakan di lantai?, apa kau merasakan organ intim mu sakit?" Andre kini mendesis kesal ketika gadis itu selalu menuduhnya. " Atau jangan jangan kau sudah pernah melakukannya, jadi organ mu tak sakit ketika aku melakukannya semalam?" Ucapnya dengan kesal.


" Kau pikir aku pernah melakukan dengan laki laki?, jaga bicara mu aki aki, aku masih bersegel...." Jawabnya dengan sungguh sungguh.


" Kau masih bersegel?, tapi aku tak percaya jika kau bersegel."


" Kau ingin membuktikannya?" Senyum licik dari Andre ketika menatap wajah garang dari gadis itu.


" Jadi kau menyuruhku untuk membuktikannya?" Maria kini dengan gaya polosnya dia mengangguk. " Jangan menyesal ketika aku memasukan benda itu ke organ mu."


Maria kini memukul wajah Andre dengan bantal, menghajar tubuh Andre mengunakan bantal dengan membabi buta.


" Dasar kau sungguh mesum, dasar aki aki tua yang kurang ajar, aku tahu maksud dari ucapan mu itu..." Maria kini sadar dengan apa yang mereka obrolkan itu.

__ADS_1


Maria yang terus menghajar Andre dengan bantal hanya tertawa di sana, pukulan itu sungguh tak membuat Andre merasakan sakit sama sekali, hanya merasa geli karena sikap gadis itu begitu polos.


Andre kini menarik bantal itu hingga membuat gadis itu tersungkur di atas tubuh Andre yang terlentang itu. Mata mereka kembali beradu, mata mereka kini kembali bertatapan dengan arti yang berbeda. Jantung mereka kini seakan berpacu cepat tak karuan, tatapan itu seakan ingin menyelami tatapan yang begitu indah di pagi hari ini. Andre yang merangkul pinggang Maria membuat Maria sungguh berada begitu dekat oleh tubuh telanjang dada nya milik dari Andre.


" Kau selalu mencari kesempatan dalam kesempatan..." Tangan itu memukul keras dada itu tapi tak membuat Andre melepaskan pelukan pinggangnya.


" Asal kau tahu gadis kecil, kau masuk ke dalam sangkar harimau yang berbahaya, kau menjebak ku dalam hubungan ini. Tapi lihatlah kau sendiri yang tak ingin berada di situasi seperti ini. Sepasang kekasih melakukan ini sungguh wajar sayang...." Lagi lagi Andre menggodanya, membuat Maria harus menahan malunya.


" Wajar bagi mereka yang saling jatuh cinta, sedangkan kita hanya bersandiwara."


" Maka belajarlah untuk mencintai ku...." Jawabnya dengan tenang.


" Aku tidak mungkin mencintai aki aki seperti mu...." Andre kini segera melepaskan pelukan pada pinggang gadis itu ketika sebuah gigitan bersarang di dada bidangnya itu.


Maria yang merasakan pelukan itu terlepas dengan secepat kilat dia berdiri dan langsung berlari meninggalkan kasurnya.


Sedangkan di kamar lain Jenni yang dan Steve Kini berada di dalam satu bathtub, mereka saling tertawa dengan hubungan mereka yang selalu bahagia akhir akhir ini. EO yang mengabarkan semua persiapan pernikahan mereka sudah hampir setengah nya selesai.


" Kau bahagia karena sebentar lagi kita menikah?"


" Aku lebih bahagia jika kita melakukan adegan panas di sini..." Jawab Steve yang sudah tak tahan karena sedari tadi milikinya sudah berdiri di bawah sana.


" Kau sungguh mesum Steve..." Desaha* nya tertahan ketika jemari Steve menggoda tubuh bagian bawah dari miliknya. " Steve hentikan, ah..." Desaha* itu kini lolos begitu saja ketika sentuhan lainnya menggapai tubuh polosnya yang tertutupi busa.

__ADS_1


" Steve hentikan, aku ingin mandi dengan tenang..." Katanya dengan tertahan.


" Kau menolak ku sayang tapi tubuhmu merespon nya dengan kuat sayang..." Steve kini menarik tangan calon istrinya itu, dia meluma* langsung bibir itu dengan rakus. Steve kini mencumbu rakus bibir wanita itu, meremas benda yang kenyal itu.


" Ah.. sayang..." Lenguhan Jenni kini tak bisa di tahan ketika tangan Steve kini mulai berkeliaran di tubuh polosnya. Jemari itu seakan ingin memporak-porandakan bagian tubuhnya ketika hanya mengelus benda yang di tumbuhi bulu bulu halus itu.


" Ugh..Steve..." Nafasnya seakan terhenti ketika satu jemari masuk ke dalam sana dengan begitu saja, jemari itu seakan menikmati permainan yang ada di bawah sana, mengaduk aduk benda itu dengan sempurna. Jenni kini menggeliat, Jenni tak tahan dengan semua godaan yang begitu nyata dia rasakan.


" Ah... sayang.. aku menginginkan dirimu..." Geraman dari Steve membuat Jenni merasakan ada benda tumpul yang sudah mengeras di bawah sana.


Jennifer kini bersandar dan Steve juga setengah bersandar, Steve kini memasukan benda itu dengan dua hentakan membuat Jenni lagi lagi harus menahan nafasnya ketika benda tumpul itu memenuhi bagian tubuh bawah dirinya.


" Ugh.. Steve...." Erangnya ketika benda itu semakin memperdalam gerakan itu yang begitu lembut dan santai.


Steve dan Jenni kini melakukan adegan panas itu di dalam bathtub kamar mandi, di bawah busa busa yang menutupi tubuh mereka yang polos.


" Ahh... sayang..." Erangnya Steve ketika mereka berdua sama sama bergerak cepat, Jenni kini juga mulai mengimbangi pergerakan dari Steve membuat Steve benar benar tak berdaya kali ini.


Jenni kini berganti posisi dia duduk di pangkuan Steve dia kembali memasukan benda tumpul itu, dia bergerak cepat dengan sekali mencumbu bibir Steve dengan liar. Tangan Steve kini kembali berada di pinggang Jenni mengikuti irama yang di berikan oleh pantat calon istrinya itu. Kamar mandi itu kini menjadi begitu panas karena pergulatan mereka yang begitu saling mencari kenikmatan.


Jenni kini menaik turunkan pant*tnya, menggoyangkan nya dengan penuh irama yang membangkitkan jiwa keliaran mereka berdua. Mereka segera ingin mencapai puncak yang sedari tadi ingin mereka gapai.


Steve kini tak tahan untuk tidak mencumbu seluruh tubuh polos wanitanya, dia memilih bangkit dengan terus menggendong tubuh polos Jenni, kini mereka berdua berdiri di bawah air shower, Jenni memutar air shower itu agar membersihkan tubuh mereka yang kini masih penuh dengan busa.

__ADS_1


Punggung kini di tempelkan ke dinding dengan masih berada di gendongan Steve terus menghentakkan pingg*lnta dengan cepat hingga membuat wanita itu semakin memeluk leher dari Steve.


" Arghh.. Steve... Ugh...." Desaha* itu sungguh semakin keras ketika hentakan demi hentakan membobol pertahannya dia yang ingin bertahan untuk tak mengeluarkan caira* cinta ini kini harus terpaksa tubuhnya merasakan ada gelombang kenikmatan.


__ADS_2