
" Terima kasih anda masih mengigat saya. Suatu kehormatan bagi saya anda mengigat anda Tuan James..." Jasmin menunduk sebentar yang kemudian menatap pasien nya lagi dengan tersenyum.
" Bagaimana anda bisa di sini Nona?, bukan kah anda dinas nya tidak di sini!" James kini malah yang bingung dengan kehadiran Dokter yang dulu pernah menangani nya.
" Apa kabar Tuan?" Jasmin malah tak mau menjawab pertanyaan pasien nya dia mengahlikan pertanyaan tersebut.
" Seperti yang anda lihat! saya sedang tak baik!" Ucapnya dengan kembali menatap langit langit kamar nya. Hela nafas beratnya memberi pertanda bawah hal buruk telah terjadi.
" Tuan James jika anda ingin bercerita maka saya siap mendengar cerita anda."
" Tidak Dokter terima kasih. Semua nya tak ada yang perlu di ceritakan..." Liriknya dengan nada sedihnya.
Jasmin tau ada luka yang di simpan oleh laki laki itu tapi inilah James dia laki laki tertutup dia tak ingin menceritakan apa yang di rasakan olehnya. James bukanlah orang yang selalu menceritakan keluh kesah nya kepada orang lain, di cenderung tertutup rapat dengan masalah hatinya.
" Tapi suara anda bisa dapat di dengar jelas bahwa ada luka yang anda simpan! jangan jadikan saya Dokter tapi jadikan saya adalah teman anda. Anda bisa mengatakan apapun yang ingin anda katakan. Jangan sungkan Tuan."
James tersenyum tipis, dia melirik ke arah Dokter wanita cantik yang duduk dengan tenang di sana. Bahasa nya begitu tenang bahkan wajahnya terlihat sangat tenang tak ada ketakutan menghadapi laki laki yang di cap mengerikan bagi sosok wanita.
" Dari dulu anda selalu bisa membaca apa yang saya pikirkan. Tanpa saya jelaskan anda sudah tau kenapa dengan saya."
__ADS_1
" Jadi ini masih dengan masalah istri anda yang bernama Nyonya Violet?" James tak menjawabnya dia hanya terdiam dengan menatap langit langit kamar.
Seakan di atas sana ada ribuan bintang yang bertebaran di sana. Matanya memandang dengan tatapan sendunya, matanya seakan menggambarkan jelas apa yang telah di rasakan.
Sakit hati dan luka itu tergambar jelas di mata James, bahkan jika hatinya ada di luar tubuhnya dapat terlihat bagaimana luka besar itu ada di hati nya.
" Tuan James saya tau merelakan adalah hal yang paling sulit kita terima, tapi jika anda tidak merelakan Istri anda maka selama nya anda akan terperangkap dengan hati anda sendiri."
" Anda tak pernah merasakan mencintai orang begitu dalam lalu anda di tinggalkan begitu saja, dengan dia memilih orang lain. Rasa sakit itu Nyata dan begitu besar, rasa sakit serta rasa kecewa itu ada di hati begitu saja. Tujuh tahun saya berjuang mendapatkan cinta nya tapi nyata nya masih tetap gagal karena dia memilih orang lain untuk membahagiakan dia."
James tersenyum tipis ketika dengan tidak sengaja keluh kesah yang di rasakan oleh James kini di ungkap sendiri oleh dirinya.
James menoleh ke arah Dokter Jasmin dengan tatapan tak percaya, kerutan di keningnya seakan mengatakan bahwa dia tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Dokter itu.
" Sembilan tahun yang lalu saya merasa hancur ketika suami saya berkhianat di belakang saya, dia berselingkuh dengan sahabat saya. Saya hancur mengetahui semuanya tetapi saya juga bahagia karena di waktu yang sama, saya tahu jika ada bayi yang ada di kandungan ku."
James yang mendengarnya kini menatap serius ke arah Dokter yang menceritakan kehancurannya dulu. Jasmin yang bercerita pun tak gusar matanya tenang menatap ke depan tak ada beban yang ada di hatinya ketika dia bercerita.
" Tapi semuanya sia sia, suami saya ternyata lebih memilih sahabat saya dia meninggalkan saya dan calon anak kami. Aku hancur, sehancur hancurnya di tambah bayi yang ada di dalam kandungan ku tak berkembang, ada masalah yang membuat dia tak berkembang. Kehancuran ku menjadi satu, suami ku pergi dengan wanita lain dan calon anak ku yang saat itu aku punya juga tak ingin ada di sisi ku."
__ADS_1
Matanya berkaca kaca Jasmin hampir meneteskan air matanya ketika dia menceritakan tentang bayinya yang tak ingin berkembang di dalam kandungannya.
" Saya terpuruk beberapa saat Tuan, saya ingin mengakhiri hidup saya waktu itu. Tapi ada seorang yang berkata, Jangan sia sia kan hidup ku memikirkan orang yang belum tentu memikirkan mu, jangan bodoh menangisi orang yang belum tentu menangisi mu."
" Saat itu aku sadar bahwa aku adalah wanita yang paling bodoh! aku bangkit dari rasa terpuruk ku, aku menggugat cerai dengan nilai tunjangan yang tak main main aku layangkan ke mantan suami ku. Aku bangkit dari sana, aku menempuh kuliah ku yang sempat terputus karena aku menikah. Aku merelakan nya dengan wanita lain, aku menghilangkan dendam yang ada di hati ku untuk. Aku melanjutkan hidup ku dengan tangan terbuka, aku berjalan tanpa melihat masa lalu ku, aku berjalan tanpa menunduk, aku angkat kepala ku, agar semua orang tahu jika aku bisa berdiri dan bisa hidup meskipun tak ada suami ku di samping."
James tertegun dia tak menyangka hidup wanita itu juga penuh dengan luka. Hancurnya sama dengan apa yang di rasakan oleh dirinya.
" Saya pernah ada di titik anda saat ini Tuan, saya tahu seperti apa rasa nya kehilangan orang yang sangat kita cintai. Kebahagian yang kemarin hanya sandiwara ketika Tuhan menghentikan kebahagian begitu saja di atas kepala kita. Tapi dengan saya merelakan semuanya, berdamai dengan jalan Takdir Tuhan saya bisa berjalan dengan tenang, saya berjalan dengan langkah yang terbuka. Dan inilah saya sekarang, wanita yang dulu tersakiti kini menjadi bahagia karena jalan Tuhan yang aku pilih dengan kerelaan hati."
" Apa aku bisa seperti anda Dokter?, saya tak tahu apa saya sanggup seperti anda atau tidak. Saya mencintainya tapi anda juga tahu seperti apa cinta ku pada nya. Dia selalu mengatakan bukan cinta yang aku berikan kepada nya tapi rasa luka yang besar yang aku berikan kepada nya. Melihat dia bahagia dengan orang lain membuat ku hancur, membuat ku ingin marah. Tapi aku sadar bahwa cinta ku hanya akan menyakitinya bukan memberikan kebahagian yang dia inginkan."
James sadar dengan apa yang telah di berikan kepada Violet, cinta nya hanya akan menyakiti nya bukan kebahagian yang di berikan oleh dirinya kepada wanita itu.
" Aku kalah Dokter! aku kalah. Aku kalah memperjuangkan cinta ku, aku kalah jauh dari orang lain..." Air matanya tiba tiba menetes.
Seorang laki laki jika dia sudah mengeluarkan air mata nya maka dapat di pastikan ada luka yang besar di hatinya. Sekejam apapun laki laki pasti akan menangis jika merasakan kehilangan yang begitu dalam.
Sambung nanti sore lagi ya 🥰
__ADS_1