Wanita Nakal

Wanita Nakal
Pertengkaran Lagi


__ADS_3

“ kamu mau kemana lagi..” jonathan menatap wanita nya yang sudah bangun.


“ aku hanya ingin olahraga pagi..” jawab ara tanpa melihat ke arah jonathan yang masih terduduk di atas kasurnya.


“ tunggu aku akan ikut.”


“ tidak perlu, aku ingin sendiri..” ara yang bicara dengan santai yang kemudian melangkahkan kaki nya keluar dari kamarnya.


Jonathan hanya mengusap wajah nya dengan kasar, ia binggung harus bagaimana lagi membujuk wanitanya, semakin dia membujuknya semakin ara menghindari nya.


***


“ hai..” suara tak asing di telingga ara, ketika seorang laki laki yang menyapanya dan duduk di sebelahnya.


“ dokter yongki..” ara menggeser duduknya ketika melihat yongki duduk di sebelahnya.


“ apa kau takut pada ku?”



“ tidak..” ara menjawabnya dengan tak melihat kearahnya lagi.


“ bagaimana kabar mu?”


“ seperti yang kau lihat, aku baik.”


“ apa kamu sudah sarapan?”


“ belom, ini masih terlalu pagi untuk sarapan.”


“ oh ayolah jangan sinis padaku..” yongki menatap wanitanya dari samping. “ aku minta maaf jika pertemuan kita kemarin membuat mu takut pada ku, tapi itu urusan ku dengan kakak ku dan jangan libatkan mu dalam urusan ku dengan kakak ku..” sambungnya lagi.


Ara berdiri dan menatap ke arah yongki dengan sinis. “ apapun urusan mu dengan jonathan aku tak peduli, jadi jangan ganggu aku. Kamu bisa duduk disana atau dimana pun, tapi jangan berada di dekat ku..” ucap ara dengan sinis yang kemudian meninggalkan yongki yang terduduk disana dengan terdiam.


Yongki hanya tersenyum melihat reaksi ara yang tak ingin berada di dekat dirinya, padahal sebelom kejadian kemarin, ara selalu bicara lembut meskipun ia menghindari dirinya.


“ kau wanita yang menarik, baru kamu wanita yang tak memandang ku sama sekali..” ucap pelan yongki dengan tersenyum miring. “ apa kakak ku tersayang sudah ada di hati mu..” sambungnya lagi. “ kau lihat jo, kali ini aku harus menang lagi, dan ku pastikan wanita mu yang satu ini akan ku nikahi, bagaimana pun cara nya..” sambungnya lagi dengan tetap menatap ara yang sudah tak nampak larinya.


***


“ bertemu siapa kamu di taman..” jonathan segera mencecar pertanyakan ketika melihat ara masuk kedalam kamarnya.



“ tak ada yang ku temui di sana?” ara menjawabnya dengan melewati jonathan yang wajahnya sudah memerah karna marah.


Jonathan mencekal lenggan ara hingga mereka saling bertatapan dengan mata yang sama sama tak bisa di artikan. “ aku bicara dengan mu ara..” meskipun lembut tapi suara nya masih terdengar dingin. “ aku tanya sekali lagi, kau bertemu dengan siapa di taman?” sambungnya dengan menekan pertanyakan nya.


Ara sedikit mendorong jonathan hingga tangan jonathan yang mencekal ara terlepas. “ jika kamu sudah tau untuk apa bertanya lagi, tanpa aku jawab pun kamu sudah tau bukan aku bertemu dengan siapa.”


“ jangan main apa ara, aku tak suka.”

__ADS_1


“ kau pikir aku sedang apa dengan yongki ha..” bentak nya ara. “ kau pikir aku bermain di belakang mu?” sambungnya lagi dengan nada tinggi.


“ kamu tau apa yang aku takutkan.”


“ aku bukan seperti wanitamu yang dulu, meskipun aku wanita dari lembah hina tapi aku tak akan merendahkan harga diriku dengan adikmu..” ara sudah tak bisa lagi membendung kekesalan nya.



“ aku tak berkata seperti itu sayang.”


“ sudahlah jo, aku malas berdebat kali ini, aku benar benar lelah..” ara meninggalkan jonathan yang menahan emosinya. Jonathan menarik ara hingga mereka bertatapan lagi.


“ ara tak bisakah kamu buang sedikit keras kepala mu itu..” jonathan bicara dengan lembut, ia menahan emosinya dengan susah payah.


“ jika kamu masih memaksa ku terus menerus, lebih baik aku pergi jo, aku lelah jika harus dipaksa untuk melakukan hal yang tak ingin aku lakukan.”


Jonathan yang dari tadi menahan emosinya, ia mengertakan rahangnya, bibirnya tertutup rapat, tapi wajahnya tak bisa berbohong.


“ kenapa kamu muda sekali mengatakan ingin berpisah, apa setiap bertengkar kamu akan lari dan mengajak ku berpisah.”


“ aku selalu mengatakan untuk tidak untuk membahasnya dan kamu selalu membahasnya, itu membuat ku muak.”


“ dia orang tua mu ara, ibu yang melahirkan mu. Buang keras kepala mu.”


“ orang yang membuang ku..” bentaknya lagi.


“ kamu di culik bukan di buang, dengarkan dulu penjelasan mereka jangan ambil kesimpulan. Buang pikiran negatif mu itu..” nada jonathan kini juga naik.


“ ara kita belom selesai bicara..” jonathan ikut menyusul ara dengan melangkahan kaki nya lebar.


Tok


Tok


Suara ketukan pintu membuat mereka berdua terhenti dengan menatap kearah pintu.


“ tuan, nona..” panggil asisten tersebut dengan nada panik nya.


Tok


Tok


“ tuan, nona..” panggilnya lagi.


Jonathan bergegas membuka pintu dengan ara yang juga melihat kearah pintu, ia juga penasaran dengan apa yang membuat asisten tersebut begitu panik.


“ ada apa..” kata pertama yang dikatakan jonathan.


“ tuan itu, nyoya jenifer terjatuh dari tangga.”


Deg

__ADS_1


Perkatan asisten itu membuat kaki ara melemas seketika. “ kau sudah panggil dokter kita?”


“ nyonya jenifer dibawah kerumah sakit tuan.”


“ aku akan kesana, supir suruh siapkan mobil.”


“ baik tuan..” dan sang asisten itu pun bergegas pergi.


Jonathan yang melihat ke arah ara, jonathan berhasil menangkap tubuh wanitanya ketika ia menyadari tubuh wanita limbung.


“ sayang, kamu tak apa?”


“ apa..yang terjadi pada dia jo..” suara ara bergetar, bagaimana pun ia masih memiliki hati pada ibunya.


“ tante jenifer baik baik saja oke, kita akan kesana.”


“ enggak..” jawabnya dengan cepat.


“ kamu masih keras kepala setelah tubuhmu bergetar mendengar tante jenifer jatuh dari tangga?”


Ara menatap jonathan dengan mata yang sudah berkaca kaca. “ jo dia akan selamat kan?”


“ kita kerumah sakit oke, kita lihat mama mu..” ara hanya menganggu ketika tubuhnya di angkat keluar dari kamarnya menujuh mobil yang telah siap menunggu orang nya.


Didalam perjalanan ara tak ada hentinya mengosok tanggan nya yang merasa dingin, hal yang selalu terjadi pada tubuhnya, ketika ia ketakutan seluruh tubuhnya akan dingin seperti di rendam di air es.


“ jangan khawatir sayang, ada dokter hebat disana..” jonathan mendekap tubuh ara ketika merasakan tubuh wanitanya yang begitu dingin.


“ apa aku melakukan kesalahan?”


“ mereka akan mengerti tentang semuanya.”


“ apa mereka akan memaafkan aku.”


“ tentu saja karna kamu putri mereka.”


Keras kepala ara seakan luntur, ketika ia mendengar bahwa ibunya terjatuh dari tangga, ke egoisan itu hilang dari badannya. Dengan muda nya ia terjatuh kelantai. Karna seakan jantung nya tertusuk pisau yang tajam. Dan entah ia sadari atau tidak air matanya sudah membasahi pipinya.


--------------


Selamat pagi semua nya,


Kalau banyak kata yang salah maafkan author ya gaes, karna author nulis juga sambing nonton ikatan cinta hahahaha.


Jangan lupa like atau komen ya


Terimah kasih untuk yang sudah like atau komen, komen apapun boleh kok, gak bakal author marahi. Karna setiap orang pasti memiliki pendapat lain.


Kasih vote yuk, sudah hari selasa jadi jangan lupa vote ya, kasih hadiah juga boleh kok, jangan lupa jadihkan favorit juga.


Makasih.

__ADS_1


__ADS_2