
Warning 21+ harap minggir untuk para bocil 🤭 jangan pada meresapi nanti pada basah 😁 suami mana suami 🤣🤣 jangan basah ya 😝
Happy Reading 😍😍
Burung berkicau membuat semua yang mendengar mengembangkan senyuman mereka yang begitu indah, mentari pagi telah menyambut dengan kehangatan sinarnya yang begitu hangat. Angin yang terhempas pelan menambah kesan pagi ini begitu cerah.
Lima hari sudah terlewatkan begitu saja, persiapan pernikahan yang telah di rencanakan kini di depan mata, hari yang spesial sangat di nantikan ke dua insan yang sedang merasakan jatuh cinta. Mereka berdua sepakat menikah meskipun tak memiliki restu dari sang kakak, mungkin jika nanti mereka sudah menikah sang kakak tak akan bisa memaksa adiknya untuk menikah dengan laki laki pilihannya.
" Honey sebentar lagi kita akan menikah, apa kau bahagia?" Zac yang berada di atas tubuh wanitanya, memompa pinggulnya dengan pelan dengan dia menatap mata kekasihnya yang sedang sayu menikmati sentuhan yang dia berikan.
" Aku sudah tak sabar menunggunya sayang..." Desah*n nya tertahan ketika pinggul itu semakin cepat memompa nya.
Senyum mereka berdua mengembang begitu nyata ketika mereka mengingat bahwa dua hari lagi mereka akan segera menikah, dan mereka yakin tak akan ada yang bisa memisahkan mereka lagi, meskipun itu sang kakak nya sendiri.
" Honey... ah...." Desaha* itu kini memenuhi kamar mewah itu, ketika Zac dengan cepat menghentakkan pinggulnya dan memberikan sebuah ciuman yang begitu liar.
Valarie kini tak tahan dia membalikan posisi, dengan sebentar memeluk tubuh kekasihnya, menggapai bibirnya dengan sebentar sebelum akhirnya memasukan Julio itu lagi. Valarie dengan cepat mena*k turu*kan bokon* nya, hingga membuat kedua benda itu juga ikut bergoyang sesuai dengan tempo yang dia berikan.
Zac dengan cepat menggapai benda yang sudah menantang dari tadi di depan nya, meluma* nya dengan liar dan seperti akan haus benda itu, Valarie hanya bisa mendesa* ketika mulut laki laki itu lagi lagi memberikan kenikmata* tersendiri. Kini Valarie memaju mundurkan yang di bawah, dia mengambil nafas nya sebelum akhirnya dia mulai bergerak lagi dengan cepat.
" Sayang jangan terburu buru, kita bisa pelan pelan..." Erangnya yang tertahan ketika miliknya merasa di aduk aduk oleh lubang kenikmatan yang di berikan oleh milik wanita nya.
__ADS_1
Zac hanya bisa pasrah tak berdaya ketika wanitanya begitu pandai membuatnya tak berdaya di bawah kuasa nya, Julio kini merasakan kenikmata* ketika miliknya terasa sangat terjepit oleh luban* itu sendiri.
Kini kedua tangan Zac berada di pinggang wanitanya, dia juga ikut bergerak meskipun dia ada di bawah, kini mereka saling bergerak sesuai dengan tempo yang mereka ciptakan sendiri. Bibir mereka saling menyesa*, saling membelitkan lidah, saling menggoda dengan ciuman liar mereka.
" Ah.. sayang..." Valarie menekan tubuhnya kebawah, tubuhnya menengang, tubuhnya menggeliat kenikmata* ketika tubuhnya di dorong pelepasan yang begitu nikmat.
Zac tak membuat Valarie berhenti cukup lama, kini dia mulai membalikan tubuh wanitanya memasuki tubuh wanita nya dengan cara menyamping, kaki satu nya berada di atas dan di tahan oleh tangan nya, Julio kini masuk dengan sepenuhnya lagi. Zac memompa pinggulnya lagi dengan irama yang cepat, hingga membuat wanita itu tak berdaya, hanya remasan pada seprei yang dia lakukan.
" Aku mencintai mu honey, aku harap ada anak yang tumbuh di rahim mu..." Bisiknya tepat di telinga kekasihnya dengan sedikit menggodanya mengunakan lida* nya, terkadang menggigi* nya pelan hingga membuat wanita itu melenguh kenikmatan yang di rasakan.
" Aku harap kehidupan rumah tangga kita nanti akan segera sempurna dengan kehadiran si buah hati..." Balasnya dengan memejamkan matanya.
" Honey.. ah.. mmphmm..." Erangnya lagi ketika tangan Zac merema* sesuatu yang ada di depan. Kedua benda itu kini juga ikut bergerak membuat mata Zac yang melihatnya sangat tergoda untuk menyentuhnya bahkan ingin dia masukan di bibirnya.
" Valarie ini begitu nikma* sayang.. ah..." Geramannya ketika merasa sensi bercinta dengan gaya seperti ini begitu nikmat dia rasakan, seakan ada yang menarik Julio nya hingga kenikmatan itu dia rasakan.
" Honey, aku tak bisa bertahan..." Tubuh Valarie tak bisa untuk tak melepaskan sesuatu yang sudah dia tahan sedari tadi, akhirnya dia melepaskan nya untuk kedua kalinya.
Lagi lagi tubuhnya menengang karena kenikmatan, tak butuh lama Zac juga menyusul kekasihnya. " Sayang, aku juga..." Julionya seakan menekan ke dalam ketika merasakan Julio itu ingin menumpahkan sesuatu.
Tubuh mereka berdua sama sama menengang, sama sama menggeliat karena kenikmatan yang mereka capai, di bawah sana terasa sangat hangat dan lengket. Kini mereka masih saling mengatur nafas dan masih saling ambruk dengan posisi mereka yang masih tengkurap. Zac masih belum sepenuhnya melepaskan Julio nya dari tubuh wanitanya, dia masih berada di atas tubuhnya, masih menikmati sisa pelepas*n yang begitu nikmat dia rasakan.
__ADS_1
" Honey lepaskan ih, itu lengket banget..." Ocehnya karena Julio itu masih enggan lepas dari miliknya, bahkan masih sangat betah di dalam sana.
" Sebentar lagi honey..." Katanya dengan mengecup pundak mulus wanitanya.
" Sayang aku ingin ke kamar mandi..." Valarie mencari alasan agar bisa lari dari sana, dia tahu betul akal dari kekasihnya itu. Dia tak akan muda melepaskan Julio nya begitu saja, pasti ini akan ada ronde kedua jika itu tak terlepas segera.
" Sebentar saya honey..." Zac bukannya melepaskan penyatuan itu, tapi malah menggoda punggung wanita nya di depan mata itu, dia menggigi* nya dengan lembut hingga membuat wanita itu melenguh nikmat, menggeliat karena ulah laki laki nya itu.
" Zac jangan serakah, kita baru saja selesai..." Valarie tak percaya bahwa kekasihnya ini sangat serakah hingga dirinya masih saja ingin memulai adegan panas yang baru saja selesai.
" Aku tidak..." Elaknya dengan cepat, tapi bibir serta lidahnya masih saja bermain main di punggung wanitanya. Wanita mana yang taka akan tergoda jika di sentuh seperti itu.
Valarie hanya bisa memejamkan matanya, menahan desaha* nya agar tak keluar lagi, jika desaha* itu keluar maka dapat di pastikan mereka tak akan muda menyelesaikan percintaan ini yang akan menjadi ronde ke dua.
" Jangan di tahan honey, keluarkan..." Godanya membuat Valarie semakin tak karuan di bawah kekasihnya itu.
" Zac, kau..." Akhirnya Valarie menyerah dia mendesa* ketika sentuhan pada lehernya membuat nya tak tahan jika tak tergoda, Zac tahu betul tempat sensitif wanitanya itu, hingga dia muda sekali menggoda wanitanya dengan satu serangan.
" Honey kau harus tanggung jawab..." Katanya dengan nada yang berubah.
" Dengan senang hati sayang..." Zac tersenyum senang ketika berhasil membuat wanitanya itu bangkit dari api gaira* mereka. Dan dapat di pastikan ronde kedua kini terjadi di antara mereka lagi.
__ADS_1