Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Kepulangan


__ADS_3

" Honey besok aku ingin pulang kerumah, ada beberapa baju yang harus aku ambil di sana..." Malam ini Val dan Zac tengah duduk di ruang keluarga dengan mereka yang sibuk dengan ponselnya masing masing di tangan mereka.


" Kita bisa membelinya lagi sayang, kenapa kau harus pulang?" Mata Zac langsung menatap kekasihnya ketika mengatakan bahwa kekasihnya ini ingin pulang ke rumahnya.


" Ada baju yang harus aku pakai besok sayang..." Mata Valarie menangkap wajah kekhawatiran dari kekasihnya itu. " Kau mengkhawatirkan sesuatu?" Tangan Val yang tadi memegang ponsel kini di letakan dan memegang pipi kekasih nya itu.


" Entahlah aku hanya takut kau terpengaruh dengan kakak mu itu."


" Tak ada yang akan membuat ku berpaling dari mu Zac, sudah ku katakan bukan bahwa aku mencintai mu, dan siap menikah dengan mu, kenapa kau malah khawatir sekarang."


" Valarie kita tak tahu apa yang akan di perbuat oleh kakak mu, tapi aku akan mencoba bicara dengan kakak mu lusa..." Val tak tahu bahwa kekasihnya memiliki rencana untuk menemui kakak nya itu.


" Kau ingin bertemu dengan kakak ku?" Kini malah gantian Val yang merasa khawatir kepada kekasihnya itu. " Honey kau tak perlu menemui kakak ku..." Sambungnya dengan nada panik.


" Sekarang kau yang merasa khawatir hem..." Zac membawa tangan kekasihnya kebibirnya, menciumnya dengan penuh cinta. " Tak akan ada yang terjadi apapun, aku hanya bicara antar laki laki saja, mungkin jika kita bicara sesama laki laki kakak mu berubah pikiran..." Sambungnya dengan menyakinkan kekasihnya kali ini.


" Tapi berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku meskipun kakak ku berbuat kasar pada mu?"


" Harusnya kau yang berjanji untuk tidak meninggalkan ku karena terpengaruh omongan kakak mu sayang..." Valarie tak menjawabnya melainkan masuk ke dalam pelukan kekasihnya .


" Aku takut kau akan meninggalkan ku Zac, kau tahu aku mencintai mu, aku di sini memilih mu untuk menjadi suami ku. Jika kau pergi karena ulah kakak ku, lebih baik aku tak ingin hidup lagi..." Liriknya dengan bernada benar benar sedih dan bercampur ketakutan.


" Kau merasakan ketakutan yang sama dengan ku sayang, aku juga takut kehilangan mu. Berjanjilah untuk tidak saling meninggalkan apapun yang terjadi nanti..." Katanya dengan mendekap tubuh kekasihnya dengan erat.


" Aku janji akan berada di samping mu apapun yang terjadi, meskipun nanti semua bukti mengarah pada mu, aku akan tetap memperjuangkan mu."

__ADS_1


" Maksud nya bagaimana sayang aku tak mengerti dengan kata kata mu?" Zac melepaskan pelukannya menatap mata kekasihnya, jantungnya berdebar cepat ketika tadi mendengar kata kata kekasihnya.


" Mungkin hidup ku bakal seru jika kau benar benar gembong mafia yang di katakan kakak ku, hidup ku tak akan hanya berada di depan kamera saja, mungkin hidup ku akan berada di lari larian, di kejar para police, di kejar para musuh, saling menendang bahkan saling menembak, dan aku sudah membayangkan bahwa hidup ku akan seseru itu..." Zac tak menyangka bahwa kekasih nya kini malah tersenyum bahagia ketika mengatakan itu semua, Zac yang dari tadi jantungnya akan lompat kini bernafas sangat lega.


" Honey itu adegan berbahaya, bagaimana kau ingin melakukan hal itu semua. Lagian tangan mulus mu itu bisa saja terluka kapan pun..." Zac tak tahu harus menjawabnya bagaimana lagi.


" Jangan kau pikir para wanita itu lemah ya Zac, aku selalu ingin menjadi bintang laga, yang aksi nya penuh dengan tantangan, di kejar para FBI, di kejar musuh. Tapi sayangnya manager ku selalu melarang ku mengambil tawaran seperti itu, padahal aku sangat menyukai adegan menantang seperti itu..." Zac hanya geleng geleng kepala menanggapi wanita nya menceritakan apa yang di inginkan.


" Honey kau tahu bahkan aku berharap kau benar benar gembong mafia itu, maka aku akan senang hati membantu mu mengurus mereka, bahkan aku juga rela menjadi mata mata cantik dan seksi di kesatuan kakak ku..." Zac malah menggaruk kepalanya yang tak gatal dia bingung harus menjawab apa kepada kekasihnya.


" Khayalan mu terlalu tinggi nona, sebaiknya sekarang kita tidur, ini sudah malam..." Zac lebih melarikan diri dari obrolan mereka dari pada kekasihnya mengejar pertanyaan yang tidak tidak lagi.



" Valarie akhir nya kau pulang sayang..." Abhi yang menuruni anak tangga melihat sosok adiknya yang baru masuk merasa sangat senang bukan main.


" Aku hanya mengambil baju dan beberapa berkas yang ingin aku bawah kak, lalu setelah itu aku akan kembali lagi ke rumah ku yang baru..." Jawabnya dengan ketus.


" Ini rumah mu Val..." Katanya dengan tegas.


" Kakak aku tak ingin berdebat, aku sungguh terburu buru..." Valarie yang akan melangkah tak jadi ketika tangan kakak nya mencekal tangan nya dengan kencang.


" Kau tak boleh pergi dari sini Valarie, ini rumah mu dan kita satu keluarga."


" Jika kakak tak merestui hubungan ku dengan Zac aku tak akan kembali di sini, aku akan memilih bersama kekasih ku..." Katanya dengan nada yang bersungguh sungguh.

__ADS_1


" Valarie dia mafia yang kejam, bagaimana mau mengenal nya dan sekarang kau membela nya di depan kakak mu sendiri he..." Abhi tak menyangka bahwa adik nya begitu membela kekasih nya itu.


" Aku mencintai nya kakak, sangat mencintainya..." Valarie menekan kata kata nya dengan menatap kakak nya.


" Omong kosong dengan cinta kalian, kakak ingin kau putuskan hubungan mu dengan bajinga* itu..." Tatapan tajam dari kakak nya tak membuat wanita itu getar sama sekali.


" Tidak akan kakak, aku tak akan mengakhiri hubungan ku dengan Zac, kami saling mencintai dan kami tak akan saling meninggalkan satu sama lain..." Keputusan yang sudah dia ambil tak akan ada yang mampu mengubahnya.


" Kau susah di beritahu Val, kau keras kepala. Jika kau keras kepala maka aku juga akan keras kepala pada mu..." Val menatap kakaknya dengan tatapan tak di mengerti, jika kakak nya sudah memasang wajah seperti dia yakin ada yang di rencanakan oleh nya.


Abhi mengendong tubuh adik nya meletakan tubuh adiknya di pundaknya. " Kakak lepaskan aku..." Berontaknya di dalam gendongan itu.


" Kakak lepaskan..." Teriaknya dengan kencang.


" Kau keras kepala maka kakak mu ini juga akan keras kepala pada mu..." Abhi menurunkan adiknya ketika mereka tiba di dalam kamar adiknya itu, dengan cepat Abhi lari keluar dan mengunci kamar adik nya itu.



" Kakak buka pintunya..." Teriakan dan gedoran pintu itu tak membuat Abhi membuka pintu itu.


" Jika kau tak memutuskan hubungan mu dengan laki laki bajinga* itu, kau tak akan bisa keluar dari kamar mu..." Jawabnya sang kakak dari luar pintu kamar itu.


" Kau menantang ku kak, kau tak perlu membuka nya, jika aku bisa keluar dari sini ku pastikan kau akan menemukan aku dengan status bukan adik mu, melainkan istri dari Zac Kozan..." Teriaknya lagi.


Abhi meninggalkan pintu itu dengan perasan yang bercampur aduk. Ancaman adiknya tadi tak pengaruh apapun. Dia yakin adiknya tak akan kabur dari jendela kamarnya yang begitu tinggi.

__ADS_1


__ADS_2