
" Komandan saya ingin bicara..." Abhi yang tadi sepulang dari rumah Aiden langsung mendatangi kesatuannya, hati nya masih mengganjal tak enak, dia masih tanda tanya kenapa secara tiba tiba dia di berhentikan. Meskipun tadi alasannya sudah jelas tapi dia masih ingin bertanya lagi kepada komandan nya itu.
" Bicara apalagi Sir Abhi..." Komandan Excel menghela nafasnya ketika melihat bawahan nya itu masuk ke dalam ruangannya dengan wajah yang tak biasa.
" Komandan kenapa saya tiba tiba di berhentikan seperti ini?, apa saya memang sengaja di berhentikan?" Abhi langsung mencecar semua pertanyaan yang ada di pikirannya dari tadi.
" Sir Abhi bukan kah saya sudah katakan bahwa kami merasa malu karena anda selalu menuduh orang yang salah, bahkan di saat anda tak bertugas saja, tadi anda masih mencurigai seseorang..." Komandan itu masih saja duduk di kursi sedangkan Abhi masih saja berdiri di depan.
" Tapi itu memang ada kaitan nya komandan, kami saat ini sedang ada masalah dengan seseorang-"
" Abhi cukup, kau tak usah menuduh seseorang yang tak ada buktinya lagi. Inilah yang membuat saya tak menyukai mu, ambisi mu terlalu berlebihan yang membuat karir mu sendiri hancur. Kau tahu saya sebagai komandan mu sangat bangga pada mu, tapi akhir akhir ini aku kecewa dengan mu, karena ambisi mu sendiri."
" Komandan beri aku kesempatan satu kali lagi untuk membuktikan bahwa semua yang aku katakan adalah benar, aku akan mencari bukti apa yang aku curigai benar komandan..." Nada bicara Abhi penuh permohonan kali ini. Dia benar benar tak akan bisa bergerak ketika dia tak masuk lagi di tim nya.
" Kau bisa saja masuk lagi di tim mu, tapi saya sendiri yang akan menjadi kepala tim mu, aku tak akan membiarkan nama kesatuan ini rusak karena ambisi mu yang tak masuk akal itu..." Abhi tak tahu harus mengatakan apa lagi. " Mulai besok jabatan mu aku turunkan sementara, saya sendiri yang akan menjadi pimpinan kriminal sementara mengantikan posisi mu itu..." Abhi sedikit tak menyangka bahwa karir yang dia kejar dari dulu tiba tiba harus turun karena ulah nya sendiri.
__ADS_1
" Maksud anda saya menjadi bawahan seperti mereka?" Komandan Excel mengangkat alis nya ketika Abhi mengatakan itu, nada bicaranya seperti keberatan ketika dia harus di turunkan jabatan nya untuk sementara waktu.
" Apa kau keberatan?, jika kau keberatan maka ajukan surat cuti beberapa bulan."
" Tidak komandan, saya akan mengikuti prosedur yang anda katakan barusan. Saya tak keberatan jika saya di turunkan sementara oleh anda..." Abhi akhirnya mengikuti apa yang di katakan komandan nya itu, dari pada dia harus cuti beberapa bulan, lebih baik dia berada di bawah dulu untuk mencari bukti bukti.
" Jika tak ada yang di bicarakan lagi, silahkan keluar."
" Maaf komandan, saya ingin membuka kasus kebakaran tadi pagi..." Komandan itu lagi lagi menghela nafas nya dengan kasar, menatap orang itu dengan tatapan tak percaya, baru saja di tugaskan kembali tapi sudah membuat tingkah lagi.
" Atas dasar apa kau membuka kasus itu?" Komandan itu menyilangkan tangan nya, menatap Abhi dengan sungguh sungguh.
" Abhi kami sudah memeriksa nya, bahkan kamu sudah memeriksa nya dua kali, tapi semuanya tak ada apa apa, tak ada hal yang mencurigakan, bahkan kami juga sudah memeriksa sekelilingnya tapi kamu juga tak menemukan apapun, apalagi yang harus kau curigai, apa lagi yang ingin kau cari?"
" Tapi komandan hal apapun bisa terjadi, semuanya bisa saja terlewatkan begitu saja."
__ADS_1
" Kau pikir kami lalai dalam menyelidiki kasus ini?, itu yang ingin kau katakan bukan?"
" Tidak komandan, saya tidak berfikir seperti itu, aku hanya ingin mencari bukti bukti siapa yang berani berbuat seperti itu kepada restoran sahabat saya, hanya itu saja..." Elaknya dengan sungguh sungguh.
" Abhi dengar baik baik, kita tadi sudah menyelediki semua yang kau katakan tapi memang tak ada yang mencurigakan, dan kau tadi juga mendengar apa yang di katakan pegawainya bahwa mereka yang lalai, dan sekarang kau tiba tiba datang dan ingin membuka kasus lagi, kau ingin menangkap pegawai nya, maka tangkap saja dan katakan pada sahabat mu bahwa kamu menangkap pegawai nya dan kembali membuka kasus ini..." Abhi terdiam dia tentu saja tak berani mengatakan apapun kepada sahabatnya, dia tahu bahwa sahabat nya itu tak akan mengijinkan dirinya membuka kasus itu apalagi menangkap pegawai nya tadi.
" Kenapa kau diam saja?, ayo hubungi sahabatmu itu?" Komandan menekan Abhi untuk menghubungi sahabatnya dan mengatakan semua yang harus dia lakukan tapi Abhi tetap tak bergeming dia diam seribu bahasa. " Atau kau sudah tahu bahwa sahabat mu itu tak setuju kau membuka kembali kasus ini?" Sambungnya dengan menebak nya dengan benar.
" Abhi hilangkan ambisi mu yang berlebihan itu, kau bisa merusak karir mu yang sangat cemerlang, gara gara kau berambisi tak jelas, menuduh seseorang tanpa bukti, akhirnya jabatan mu aku turunkan sementara, harusnya sekarang kau bisa naik jabatan bukan malah turun dari jabatan mu..." Abhi lagi lagi tak bisa mengatakan apapun, dia tetap diam dengan dia berfikir apa yang di katakan komandan nya itu benar.
Apa ambisi mu terlalu berlebihan, hingga aku sekarang yang rugi, jabatan ku yang menjadi korban di sini. Batin Abhi dengan tetap di sana.
" Jika tak ada yang perlu di bicarakan lagi, kau bisa keluar dan kembali keruangan mu..." Abhi akhirnya mengangguk menerima semua apa yang di katakan komandan nya itu memang benar. Setelah memberi hormat dia akhirnya keluar dari ruangan komandan nya itu.
Tak berselang lama dia keluar dari sana, sebuah pesan masuk ke ponsel nya, Abhi mengerutkan keningnya ketika melihat nomer yang tak dia kenal, dia membukanya dan hati nya bergemuruh ketika membaca pesan singkat itu.
__ADS_1
Bos saya ingin bertemu dengan anda, datanglah ke restoran XXX waktu makan malam, bos saya menunggu. Jangan seperti orang penting yang akan membuat bos nya menunggu anda terlalu lama. Ingat anda bukan siapa siapa di banding bos saya, jadi tepatlah waktu, jika anda tak datang maka saya yang akan menyeret anda untuk datang.
Abhi hanya menahan amarah nya ketika membaca pesan singkat dari seseorang yang dia tahu siapa pelakunya.