Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Rencana


__ADS_3

Warning 21+ ya 🔥🔥


" Argh... ugh.. Om.. aku.. ah...." Desaha* itu semakin nyata di dengar oleh Andre membuat dirinya semakin menengang dengan sempurna.


Tangan Andre kini mengelus bulu bulu halus tersebut, memainkan klitori* nya dengan pelan membuat gadis itu benar benar menggeliat tak karuan di bawah kungkungan tubuh kekar Andre.


" Kau sudah basah, dasar gadis nakal. Kau ingin menantang ku tapi kau sendiri yang basah...." Godanya dengan menggesek milik Maria menggunakan adik yang sudah tegang dengan sempurna.


Maria hanya memejamkan matanya dia malu melihat laki laki yang ada di atas nya itu, dia kini menahan rasa malu. Lagi lagi dirinya di buat tersentak ketika milik Andre dengan secara paksa ingin masuk ke dalam sana. Maria menggigit bibir nya sendiri ketika merasakan hentakan yang berulang kali gagal itu.


Andre dengan rasa sabarnya dia tetap berusaha untuk masuk ke dalam tubuh gadis itu, dengan beberapa hentakan akhirnya adik itu kini masuk ke dalam lubang yang dia cari dari tadi. Tato itu kini menempel dengan sempurna di tubuh polos Maria yang berada di bawah tubuh Andre.


" Ah.. Om..." Erangnya.


Andre kini malah tak peduli ketika tangan gadis itu kini menarik tengkuk nya dan menyambar bibir nya, kini ciuman liar itu kembali terjadi dengan Andre yang kembali menghentakkan pinggul itu dengan cepat. Maria kini mendesa* di dalam ciuman yang begitu panas itu, mereka saling membalas serta saling meluma* satu sama lain. Rasa sakit yang di rasakan oleh Maria tadi kini tergantikan oleh rasa kenikmatan yang begitu nyata di depannya.


" Ugh.. argh.. Om.. ada yang ingin keluar dari bawah sana..." Erangnya ketika merasakan ada sesuatu yang ingin keluar dari bawah sana.


" Keluarkan sayang..." Geramnya ketika hisapa* di bawah sana seakan menghisap miliknya dengan nikmat.


" Ugh.. ah...." Gelombang itu kini menerpa tubuh Maria, denyutan itu membuat milik Andre seakan merasakan gigita* kenikmatan yang begitu nyata.


" ****.. Agh...." Geram nya ketika miliknya juga berdenyut. Andre segera menarik miliknya agar miliknya menyemburkan sesuatu itu di luar tubuh gadis itu.


Mereka sama sama memejamkan matanya dan sama sama saling menempelkan kening ketika denyutan demi denyutan itu mereka rasakan. Nafasnya yang begitu memburu membuat mereka susah untuk menormalkan kembali.


" Kau yang menantang ku tapi lihatlah kau yang lemas dahulu..." Andre kini bersuara ketika dirinya sudah menormalkan nafasnya.

__ADS_1


" Kau yang membuat ku tak bisa bertahan, ini masih terlalu sakit untuk ku..." Jawabnya dengan menahan rasa malu.


" Sekarang kau masih meragukan kemampuan ku?" Tanyanya dengan merebahkan tubuhnya di sebelah tubuh gadis itu.


" Entahlah kau masih payah menurutku."


" Kau masih ingin mencobanya?" Maria kini melotot ke arahnya, lain kali Maria harus lebih hati hati berbicaranya ketika ingin menantang laki laki ini.


" Kau tahu ini yang pertama dan kau tak ada kata kata romantis untuk ku, kau memang aki aki yang menyebalkan..." Maria kini malah memukul lengan Andre dengan kesal.


" Kau tahu aku tak bisa romantis tapi terima kasih sudah memberikan sesuatu yang berhak untuk ku. Kau sekarang milik ku Maria, milik ku..." Andre kini mencium kening Maria begitu dalam seakan rasa cinta itu tumbuh dengan perlahan.


Maria kini memejamkan matanya ketika rasa kantuk itu menyelimuti matanya. " Tidurlah ini adalah pengalaman terbaru mu jadi kau pasti lelah dan rasa sakit di bawah sana..." Andre tahu rasa itu pasti sakit dia merasa bangga ketika melihat darah itu menempel di sprei nya.


" Baiklah aku tidur..." Maria kini memejamkan matanya dan rasa kantuk itu membawanya di alam mimpi yang begitu indah.


Andre kini yang juga memejamkan matanya karena rasa lelahnya yang baru saja menyelesaikan kedua misi yang begitu dia inginkan. Andre kini dengan cepat menyusul gadis itu tertidur dengan pulas nya. Rasa hangat pelukan itu membuat kedua insan itu mudah terlelap di dalam mimpinya.


Flashback Of


" Astaga aku sudah tidak gadis lagi..." Ujarnya dengan tidak percaya bahwa kegadisan nya di ambil oleh laki laki yang di katai aki aki. Bahkan kejadian kemarin hanya karena saling ingin menunjukan keperkasaan dari laki laki bertato itu.


" Mulai sekarang aku harus jaga bicara ku, jika tidak adegan semalam akan terulang lagi..." Katanya lagi dengan menahan rasa malu.


Maria kini di buat bingung dia malu jika berhadapan secara langsung dengan Andre kali ini. Meskipun debaran kecil meraka rasakan tapi dia cukup canggung jika nanti bertemu di depan banyak orang. Maria kini memilih untuk turun dari kasurnya.


" Ah..." Rintihan kesakitan itu tak dapat di pungkiri ketika kakinya ingin melangkah ke kamar mandi. " Astaga kenapa harus sesakit ini?, sial..." Umpatnya lagi.

__ADS_1


" Om Andre kenapa harus pergi dulu, harusnya dia membantu ku untuk turun dari kasur dan membawa ku kekamar mandi, dasar aki aki tua yang tidak peka..." Maria kini di buat kesal ketika merasakan kesakitan tapi tak ada yang membantunya berjalan menuju ke kamar mandi. Maria kini berusaha sendiri agar dirinya tiba di dalam kamar mandi tersebut.


Sedangkan di ruangan lain, Zac kini menatap satu kertas yang sudah di siapkan oleh Albert dari semalam, kali ini mereka tak bisa bergerak terburu buru, mereka harus bertindak sangat hati hati meskipun kemenangan di depan mata mereka.


" Aku tak sabat Peter membaca ini semua."


" Bos hari ini dokumen itu akan tiba di depan nya dan kita akan melihat wajah kakek tua yang tidak tahu diri itu..." Albert kini siap melayangkan gugatan pertama untuk Peter.


" Maria harus bergerak sebelum surat itu tiba di depan nya. Suhu akan menemaninya."


" Saya siap bos."


" Abhi kau hubungi para media, dan tunjukan dokumen ini. Aku ingin semua orang yang ada di muka bumi ini tahu bawah kita melayangkan gugatan pertama untuk Peter, dan aku juga ingin foto ini juga tersebar di mana mana..." Zac kini yang mengatur semuanya sudah tak siap melihat raut kecemasan dari laki laki tua itu.


" Kami siap dengan posisi kita masing masing..." Semua orang serentak menjawab nya.


" Jam berapa ini sampai tiba di tangan laki laki tua itu?"


" Siang bos, kami akan menunggu Maria dan Suhu berkunjung di rumah Peter dan mengatakan ingin bertemu dengan sang kakak."


" Kau siap dengan semuanya Suhu?"


" Siap Bos..." Jawabnya dengan kencang.


" Mereka akan mengawasi dari kejauhan jika ada apa apa mereka akan muncul, tapi usahakan tidak ada apa apa sebelum dokumen itu ada di tangan orang tua itu..." Kini Suhu mengangguk.


Rencana ini kini matang dan rencana ini akan berjalan dengan segera. Tak ada yang akan berani menantang kekuasan Zac Kozan, ketua dari Dio Della Morte. Kini semuanya akan bergerak sesuai rencana.

__ADS_1


Bersambung ya mak 🤗 bang Andre sudah selesai ya kan 😛 belum panas 🔥 karena masih pertama 😂😂 nanti kalau kedua di buat lebih panas 😂😂


__ADS_2