Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim 3_ Pilihan Yang Sulit 1


__ADS_3

Semua orang yang ada di sana kini hanya terdiam mendengar apa yang di tanyakan oleh bosnya itu. Steve kini kembali dengan rasa takutnya untuk kehilangan, Jenni hanya memejamkan matanya untuk menahan rasa sesak di hatinya. Ternyata keputusan bos nya tetap sama meskipun dia kini rela kehilangan nyawanya tapi keputusan untuk menyatukan mereka masih banyak yang harus dia pertimbangkan.


" Pikirkan lah apa yang harus kalian ambil, karena ini adalah keputusan kalian berdua. Apapun keputusan kalian nanti aku pasti akan menerimanya. Jika Steve yang keluar dari profesinya pun aku juga akan terima..." Zac kini melangkah menuju ke kamarnya, dia meninggalkan semua orang yang ada di sana dengan rasa tegangnya.


Mereka kini hanya saling bertatapan dengan tatapan yang berbeda. Mereka merasa iba kepada kedua orang yang saling mencintai tapi tak bisa bersatu karena mereka tetap kekeh dengan pendirian mereka yang tetap tak ingin keluar dari kesatuan mereka masing masing.


Steve kini terduduk kembali dengan mengusap wajahnya dengan kasar dia sungguh tak tahu bagaimana lagi menyakinkan bos nya itu untuk merestui hubungan mereka berdua.


" Apa tak bisa jika Jenni yang keluar dari CIA?" Bariton Abhi kini membuat kedua orang yang di landa kebingungan itu langsung menatap ke arahnya. " Maksud ku jika kau keluar dari sana cinta kalian bersatu, dan kau hanya duduk manis di rumah menunggu Steve pulang kerja, bukankah rumah tangga juga membutuhkan pekerjaan untuk menjalani hidup kalian sehari hari..." Abhi segera menjelaskan apa yang di maksud dengan apa yang dia katakan itu.


" Sebenarnya kenapa kalian sangat takut jika kita akan bertemu di pertarungan?, sebenarnya dalam bidang apa kalian bekerja, apa ada yang kalian langgar dari hukum?" Jenni kini penasaran dengan apa yang sedang di geluti oleh semua orang yang ada di sana. Kenapa mereka sangat takut kepada CIA.


" Kami tak takut hanya saja kami enggan berurusan dengan agen seperti itu. Jiwa mu pasti tahu, jika kau mencurigai seseorang pasti kau akan mencarinya sampai dapat membongkarnya, dan semua orang yang ada di sini tak ingin hal itu terjadi dengan hubungan kalian..." Timpal Andre menjelaskan semuanya.


" Apa kau tak bisa keluar dari agen mu?" Kini Monica yang dari tadi berada di dalam kamar bersama adik iparnya kini mulai bertanya dari arah yang ingin bergabung dengan mereka semua.

__ADS_1


Jenni membuang nafasnya dengan kasar dia tak tahu harus bagaimana tapi yang jelas dia masih tak ingin keluar dari sana. Keputusan untuk yang harus dia ambil adalah keputusan yang akan menyakiti kedua insan yang sedang merasakan jatuh cinta.


" Aku butuh waktu sendiri..." Jenni berdiri dan meninggalkan semua orang yang ada di sana sedangkan Steve hanya menatapnya dengan sekilas dia juga butuh waktu untuk memikirkan semuanya.



" Lu harus mengambil keputusan Steve, kau tak bisa seperti ini terus, perasaan mu dan Jenni harus kau pikirkan tapi perasaan bos juga harus kau pikirkan. Jika kau yang keluar bagaimana dengan kita, kita tak bisa berjalan dengan kaki yang hilang satu..." Abhi tahu bawah temannya itu pasti tak akan mengambil keputusan untuk dirinya yang keluar tapi dia juga tak tahu apa yang sedang di pikirkan oleh laki laki itu.


" Cinta tak harus memiliki bro. Jika hubungan kalian akan merumitkan kalian nanti buat apa kalian pertahankan, mungkin benar apa yang di katakan oleh si bos, sampai kapan agen CIA menutup matanya ketika ada sebuah namamu yang harus mereka curigai, sampai kapan di pura pura tak mengenal nama itu?" Andre juga menasehati temannya dia juga tak terlalu paham tentang cinta tapi dia juga tak bisa membiarkan temannya itu keluar begitu saja dari tim nya.


" Jika kau masih ingin mempertahankan hubungan yang tak bisa di satukan, dan kalian masih tetap kekeh dengan menjalani hubungan yang tetap sama sama bertahan dengan masing masing profesi, mungkin itu bisa, tapi sampai kapan kalian menutup mata semuanya?, apa kalian akan sanggup jika kalian saling membunuh suatu saat nanti?, apa kau akan terima jika dia membunuh anggota mu, sebaliknya dengan Jenni. Kalian memiliki anggota masing masing yang ingin kalian lindungi, jika kalian saling menyerang nanti apa kalian akan tetap memikirkan tentang cinta ini?" Monica kini menatap ke depan, menatap kearah temannya yang sedang gusar tentang pilihan.


" Mungkin saat ini Jenni tak tahu kelompok kita, jika suatu hari nanti dia tahu siapa kita, apa dia akan tinggal diam sedangkan dia terlalu setia dengan kesatuannya dan dia menyampingkan rasa cintanya itu. Cinta tak harus memiliki, cinta juga butuh pengorbanan Steve. Salah satu dari kalian harus ada yang berkorban di sini. Kau atau dia yang berkorban. Kau atau dia yang keluar dari tim kalian masing masing..." Suhu itu menjelaskan dengan panjang lebar dan membuat Steve bisa menentukan pilihannya.


__ADS_1


" Kau benar cinta harus butuh pengorbanan dan aku juga tak bisa meninggalkan tim mu yang sudah seperti keluarga ku, tapi aku juga tak bisa kehilangan cinta ku."


" Sepertinya yang tahu jawaban itu hanya kau dan Jenni, sebaiknya kau susul dia dan rundingkan semuanya dengan baik baik. Aku tahu kalian pasti bisa mengambil keputusan yang menurutmu benar."


Steve kini berdiri menyusul kekasihnya, semua orang yang di sana merasakan begitu iba kepada mereka. Kemarin mereka berpisah dan sekarang mereka bersatu dan memiliki rencana untuk menikah tapi rencana itu hanyalah rencana yang harus mereka kubur selamanya. Mereka masih enggan untuk meninggalkan profesi mereka yang mereka capai dengan susah.


" Sudahlah jangan pikirkan mereka berdua sebaiknya kalian berdua pergi istirahat, hari hari yang melelahkan sudah berakhir dan sekarang harus banyak banyak istirahat untuk memulihkan kondisi kalian berdua..." Kedua orang itu hanya mengangguk pelan.


" Kau mau kemana?, ini sudah malam..." Monica yang melihat kakaknya memakai jaket kini dia bertanya dengan mengerutkan keningnya itu. " Aku baru kembali dari maut dan kau ingin pergi meninggalkan aku?"


" Apa aku harus tidur berdua dengan kalian?, apa aku harus tidur di tengah tengah kalian?, ayolah kalian sudah suami istri dan aku tak bisa tidur bersama kalian."


Monica kini meraih bantal sofa itu melemparnya kearah Andre yang berkata seperti itu.


" Aku hanya ingin ke tempat Albert, aku bosan di sini. Hubungi aku jika terjadi apa apa..." Andre langsung melangkah meninggalkan mereka semua yang sedang ingin beristirahat, dia lebih baik menemui Albert yang sedang berada di bar miliknya.

__ADS_1


__ADS_2