Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Keputusan 1


__ADS_3

Memilih cinta dan meninggalkan satu profesi bukanlah hal yang muda,


Melepaskan pekerjaan hanya untuk sebuah cinta bukanlah perkara muda,


Tapi seorang wanita memang harus memilih untuk bertahan demi cinta,


Karena pada dasarnya wanita adalah akan berdiam diri dirumahnya menunggu suami pulang, bukan keluar rumah untuk mencari nafkah,


Karena wanita adalah tulang rusuk, bukan tulang punggung satu keluarga.


______________


" Saya akan tetap memilih bersama Steve di sini dan meninggalkan pekerjaan saya demi menjadi istri yang baik untuk suami ku."


Semua orang yang di sana kini langsung menatap kearah Jenni yang mengatakan dengan tegas dan nada seriusnya. Steve yang baru mendengar keputusan ini pun dia juga sama hal nya dengan yang lain, dia juga terkejut ketika wanita itu mengatakan akan berhenti dari pekerjaannya dan memilih untuk bersama dirinya.


" Saya rela melepaskan jabatan yang saya impikan demi cinta saya Tuan, saya memilih nya untuk menikah dengan Steve. Jika saya berhenti untuk pengkhianatan maka saya tidak setuju tapi jika saya berhenti karena saya menikah maka saya akan lakukan, karena saya menginginkan rumah tangga yang bahagia seperti anda dan Nyonya Valarie..." Jenni menghela nafasnya dengan pelan dia yang mengatakan semuanya tadi seperti tak memiliki nafas, kini dia menghirup udara ketika selesai mengatakan hal itu.


" Jenni kau yakin dengan keputusan mu itu?" Bisik Steve dia hanya takut wanita itu menyesal dengan pilihannya. Jabatan yang semalam dia katakan adalah impiannya dan sekarang dia melepaskannya begitu saja.


" Aku sudah memikirkan semuanya Tuan dan saya sudah memantapkan hati saya bawah saya akan mundur dari kesatuan dan menikah dengan Steve..." Katanya lagi membuat semua orang yang di sana bernafas lega.

__ADS_1


Kecemasan serta ketegangan dari semalam kini luntur seketika, hawa dingin yang memenuhi ruangan itu kini lenyap.


" Kau yakin dengan semuanya?, kau tahu resiko jika kau keluar dari kesatuan mu?" Zac kini membuka suaranya.


" Saya yakin Tuan, dan mungkin hari ini surat pengunduran diri saya sudah turun jadi saya akan menyerahkan kepada atasan saya..." Jawabnya dengan lantang yang membuat semua orang di sana benar benar lega.



" Saya hanya minta satu hal, jangan katakan pada saya siapa kalian sebenarnya, saya tak ingin tahu tentang kalian, biarkan aku tetap tak tahu apapun, karena saya dulu pernah berjanji kepada orang tua saya, jika saya menikah saya akan meninggalkan semua kebiasaan saya yang suka dengan kejahatan, saya akan fokus kepada keluarga kecil saya dan kebahagian keluarga saya..." Zac kini mengangguk pelan dia mengerti bawa wanita itu tak ingin mengetahui siapa mereka sebenarnya.


" Steve."


Semua orang yang di sana bersorak bahagia, mereka akhirnya melihat kebahagian di wajah rekannya itu. Mereka yang mendapatkan sorakan itu saling melepaskan pelukan itu dengan rasa malunya. Sedangkan Tangan Val kini mengenggam erat tangan suaminya mereka saling tersenyum dengan ikut larut dalam kebahagian itu.


Keputusan itu tak bisa di sangka oleh semua orang yang ada di sana, mereka mengira kini keputusan itu adalah mereka saling meninggalkan satu sama lain tapi ternyata Jenni memberikan kejutan yang membuat masalah itu terselesaikan. Semua orang tak menyangka dan semua orang salut karena wanita itu rela meninggalkan pekerjaannya yang begitu cemerlang demi mempertahankan cintanya.


Sedangkan Jenni belajar dari masalah kemarin, perpisahan itu menyakitkan, sangat menyakitkan hatinya. Hatinya rapuh dan kosong tak memiliki warna lagi. Hari hari nya terasa hampa ketika kehilangan cinta.


Dia kini memilih untuk mundur bukan karena ingin berkhianat tapi dia ingin menjadi istri yang baik untuk suaminya dan akan menjadi ibu yang baik untuk anak anaknya nanti. Dia bahkan tak ingin tahu profesi seperti apa yang sedang di lakukan suaminya, dia ingin lepas dari masalah kejahatan dan berdiam diri untuk kebahagiannya yang menunggu di depan matanya.


__ADS_1


" Akhirnya masalah ini selesai Hubby, aku senang Jenni memilih bersama Steve dan mereka akan segera menikah..." Valarie dan Zac kini yang langsung masuk ke dalam kamarnya ketika mereka selesai melakukan sarapannya.


" Itu adalah pilihan yang bagus untuk mereka sayang, aku tahu itu pilihan yang sulit tapi aku lega karena Jenni memilih untuk menikah dengan Steve..." Zac memeluk pinggang istrinya ketika Val juga mengalungkan tangan nya ke leher suaminya itu.


" Akhirnya mereka bahagia..." Senyum mereka mengembang, mata mereka saling bertatapan dengan pancaran yang begitu membahagiakan mereka semua.


" Sayang aku merindukan mu..." Valarie hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan suaminya itu. Jika di ingat ingat mereka sepertinya terlalu lama tak saling melepaskan melepaskan sesuatu dari tubuh mereka.


Zac kini menciumi seluruh wajah istrinya, menciumi dengan penuh kelembutan, kini menggapai bibir istrinya itu, meluma* nya dengan penuh kelembutan, menyesa* nya dengan penuh kenikmatan, saling membalas, saling menikmati setiap sentuhan. Tangan Zac kini merema* panta* Valarie, sedangkan Val kini membalas setiap lumata* yang di berikan oleh suaminya. Kini mereka berdua berjalan pelan menuju kearah ranjang, Zac yang duduk dan membawa tubuh istrinya yang duduk di pangkuannya.


" Hubby..." Erang Val ketika pangutan bibir mereka terlepas. Kini bibir Zac sedang menikmati leher istrinya, menyesa* nya serta menggigi* nya dengan pelan, meninggalkan bekas kecil yang berwarna merah keunguan itu.


" Ugh... ah.. Hubby..." Desaha* itu kini memenuhi ruangan kamar mereka ketika lida* itu bermain main di dada nya. Tangan Zac kini mengelus paha istrinya dengan lembut.


Kini mereka berdua berbaring bersampingan dengan saling berhadapan dengan kembali saling meluma* dan saling menyesa* kembali bibir itu, mereka saling mengikis jarak, saling memperdalam ciuman yang penuh dengan gaira* asmara yang benar benar memabukan kedua insan yang saling merindukan. Kini lida* itu kembali merayap ke leher jenjang milih istrinya, bermain main di sana, bermain di belakang telinga, kadang sedikit menggoda telinga istrinya.


Valarie memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut yang di berikan oleh suaminya itu, Zac tak bisa menindih tubuh istrinya karena perutnya yang sedikit besar, mereka tetap saling mengikis jarak dengan berbaring kesamping. Zac dengan cepat membantu istrinya melepaskan semua kain yang ada di tubuhnya itu.


" Hubby apa yang kau lihat?" Semu merah dari wajah Valarie kini tak bisa dia sembunyikan, dari dulu wajahnya selalu memerah ketika melihat tubuh polos suaminya itu di tambah sang suami kini menatapnya dengan tatapan mendamba.


" Kau semakin cantik jika seperti ini..." Jawabnya dengan kembali menyerang tubuh istrinya dengan lembut, kali ini Zac tak ingin buru buru melakukannya karena keadaan istrinya yang sedang mengandung calon anak mereka.

__ADS_1


__ADS_2