
Mentari pagi selalu membuat semua insan yang menjadi bersinar karena cahayanya yang begitu apik, terik matahari yang nyata membuat semua orang selalu mencari keteduhan agar tak merasakan panas nya sinar sang surya. Angin yang berhembus membuat suasana pagi ini begitu lengkap, cahaya yang indah serta hembusan angin yang menemani panas nya sang surya.
Abhi yang dari tadi hanya memandangi wajah ayu dari wanita yang kemarin malam baru di ambil kesucian nya, bahkan dia juga rela melepaskan apa yang dia jaga dari dulu. Mata yang terpejam membuat Abhi bisa memandangi wajah ayu dari dekat. Debaran debaran kecil ia rasakan, kebahagian yang alami membuat laki laki itu bahagia tiada tara. Jatuh cinta untuk pertama kalinya membuat laki laki police itu tak melunturkan senyumannya dari tadi, bahkan kejadian semalam seakan membuatnya merasa ingin mengulangi nya.
Tangan nya mengelus pelan wajah cantik itu dengan lembut, menyentuh hidungnya yang mancung, menyentuh tindik yang bersarang di tengah bibirnya. Monica hanya menggeliat ketika merasakan bahwa wajah nya di sentuh lembut serta ada yang sedikit memainkan tindiknya di sana.
" Abhi.. aku masih mengantuk..." Gumam nya karena dia tahu siapa pelakunya yang sengaja ingin menggodanya.
" Bangun cinta, ini sudah hampir siang..." Katanya dengan lembut.
Monica langsung membuka matanya dengan segera ketika dia mendengar kata kata siang yang di katakan oleh kekasihnya.
Terasa menggelikan jika dia menyadari bahwa dia memiliki kekasih.
" Sudah jam berapa?" Tanyanya dengan panik dengan memandang wajah laki laki yang tersenyum manis di sebelahnya. Jantungnya kini tak bisa di pungkiri bahwa debaran kecil yang tercipta membuatnya merasakan kebahagian nyata.
" Jam sembilan cinta..." Wanita itu langsung terduduk dengan segera tanpa sadar selimut itu juga turun hingga memperlihatkan benda yang tertutup sedari tadi.
Abhi hanya menatap wanita itu dengan bingung, tangan wanita itu segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang dari tadi ternyata menghubunginya.
__ADS_1
" Kau menghubungi siapa?" Abhi bertanya dengan segera tapi wanita itu hanya meletakan jari nya ke bibir kekasihnya agar untuk tak mengatakan apapun.
" Halo, sorry aku ketiduran dan baru bangun..." Katanya dengan segera.
" Kau tidur jam berapa he jam segini baru bangun?, sudah ku katakan jangan begadang..." Oceh nya seseorang dari sebrang sana.
" Aku gak begadang tapi karena aku memang lelah, sejak kemarin aku gak bisa tidur memikirkan ini semua. Tapi akhirnya aku baru tidur semalam setelah semua aman..." Jawabnya dengan penuh kelegaan.
" Kau bangun siang karena nyaman tidur di kasur yang mahal atau nyaman tidur di dekapan Abhi?" Godanya membuat wanita itu menatap laki laki yang mengerutkan keningnya.
" Jangan menggoda ku, aku menghubungi mu untuk tak mendengar godaan mu. Sekarang katakan semuanya sudah siap di tempat mereka?"
" Aku belum cerita padanya, tapi setelah ini aku akan katakan padanya, nanti aku akan hubungi lagi..." Monica langsung mematikan panggilan itu dan menatap ke arah Abhi yang sedang menautkan keningnya menatapnya penuh tanda tanya serta kebingungan.
" Andre, aku menghubungi Andre..." Abhi mendengar nama itu langsung merubah wajah tak suka nya, tapi dia sekuat hatinya untuk menahan agar tak mengatakan bahwa dirinya tak suka ataupun cemburu.
" Jangan cemburu dia hanya kakak ku, kami saling melindungi satu sama lain karena kami kakak beradik..." Monica menyentuh rahang laki laki itu ketika dia tahu bahwa laki laki itu merubah wajah tak suka nya.
__ADS_1
" Maafkan aku, harusnya aku tak boleh cemburu dengan kakak mu, dia akan selalu melindungi mu karena kau adik wanita satu satu nya..." Jawabnya dengan lembut dengan mengecup punggung tangan wanita nya.
" Abhi dengarkan aku satu hal, aku dan mereka semua telah mengatur semua untuk tim mu, kau hanya harus ikut apa yang aku katakan. Dengarkan baik baik dan jangan membantah apapun..." Abhi hanya mendengarkan apa yang telah di ucapkan wanita itu, Abhi mencerna semuanya dari awal, memahami apa yang harus dia lakukan.
Abhi hanya terdiam meskipun hati dan pikiran nya menolak apa yang telah mereka susun untuk tim nya, tapi kemudian akal mafia nya bekerja dia harus lakukan jika tidak wanita itu yang akan tertangkap.
" Apa tak apa dengan semua itu?" Tanyanya lagi dengan berdebar, kali ini debaran itu adalah debaran ketakutan yang akan terjadi pada tim nya, kali ini dia harus mulai mencoba merelakan tim nya jika harus ada yang gugur di setiap pertempuran dengan anggota mafia nya.
" Tak apa, semuanya akan baik baik saja. Aku yakin kau pasti bisa melakukan ini..." Monica tahu wajah itu tak yakin untuk melakukan hal ini kepada tim nya. " Tapi jika kau tak yakin tak apa, aku bisa mengatakan pada Andre bahwa kita akan merubah rencana..." Sambungnya lagi, dia tak ingin laki laki itu terpaksa melakukan apa yang sudah mereka rencanakan, mereka bisa mengubah semua rencana lain.
" Tidak, aku akan ikuti rencana ini, demi kamu..." Katanya dengan pelan. Meskipun hati dan pikiran nya saling bertengkar tapi bibirnya tetap ingin melindungi kekasihnya.
" Kau yakin?, jika kau maju kau tak bisa mundur, kau bisa mundur sekarang, tapi jika kau ada di sana kau tak akan bisa mundur lagi..." Wanita itu sebenarnya tahu Abhi adalah pimpinan yang bertanggung jawab, dia tak akan tega melukai anggotanya, tapi jika dia tak ingin melakukan rencana ini pun tak masalah bagi dirinya.
" Aku yakin, aku akan maju dengan tim ku. Aku bisa memakai pakaian anti peluru untuk melindungi tubuh kami, kami akan mempersiapkan segala kebutuhan untuk berjaga jaga di sana."
" Kau bisa melindungi tim mu, aku akan katakan pada tim ku untuk tak terlalu menyentuh mu. Aku bisa lakukan segala cara untuk melindungi tim mu juga..." Abhi menatap wanita itu dengan tatapan lembut, Abhi tahu suhu cantik itu memiliki hati yang lembut serta memiliki kasih sayang di sana tapi jalan nya yang salah membuatnya menjadi kejam tak kenal kata kalah, tapi demi dirinya dia juga bisa melindungi tim anggota police itu.
__ADS_1
" Tidak perlu sayang, jika kau mengatakan itu pada tim mu maka semuanya akan curiga dengan mu, tak apa tim ku terluka, sudah biasa kami gugur menjalankan tugas. Setidaknya mereka mati terhormat dalam bertugas..." Ucapnya dengan kecut, anggotanya mati terhormat ketika menjalankan tugas tapi jika dia yang gugur di sana, dia mati dengan cara tak terhormat karena mengkhianati tim nya dari belakang.