Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Main Hati Atau Main Pikiran 2


__ADS_3

" Benarkah?, tapi seperti nya kau kecewa karena aku tadi tak menyentuh mu..." Abhi kini membalikan menggoda wanita bertato itu, pikirannya tak ada sama sekali bahwa laki laki itu menyentuhnya.


" Tentu saja tidak..." Elaknya dengan cepat, Abhi kini malah menikmati pandangan wajah cantik dari wanita itu, wajah nya yang bersemu merah karena menahan malu.


" Baiklah..." Jawabnya dengan cepat. " Katakan siapa nama mu sebenarnya?, kenapa semua orang selalu memanggil mu Suhu, apa tak ada nama yang bisa aku panggil selain Suhu?" Laki laki itu mencoba mengahlikan pembicaraan itu, dia tak ingin terjebak lagi dengan godaan yang akan membuatnya tambah malu di depan wanita itu.


" Tidak ada yang tahu siapa nama ku, aku sengaja menyembunyikan nya. Semua orang dari dulu selalu memanggil ku Suhu..." Jawabnya dengan pandangan ke depan.


Abhi kini mangut mangut mengerti. " Apa kau sudah lama mengenal Andre atau kau sudah lama menjadi bandar?"


" Sudah ku katakan sebelum aku masuk di sini aku sudah mengenal Andre bahkan dari aku kecil, aku menjadi bandar cukup lama. Sudah berapa kali aku lolos dari pengejaran para FBI, mungkin musuh terbesar ku adalah FBI..." Wanita itu dan Abhi kini saling mengobrol banyak hal, bertukar cerita serta pengalaman. Abhi tak menyangka bahwa kehidupan wanita bertato itu cukup keras, bahkan tak bisa di banyangkan bagaimana hidupnya yang keras dan dia mampu melewatinya.


" Kau termasuk wanita tangguh..." Pujinya dengan melirik ke arah wanita itu.


" Tak perlu memuji ku, aku tak butuh pujian mu, tapi yang aku butuhkan adalah informasi tentang kesatuan mu..." Abhi tersenyum mendengar apa yang di katakan wanita itu.


Kini mereka berdua sama sama terdiam dengan pemikiran mereka masing masing yang tak ada yang tahu apa yang mereka pikirkan sebenarnya.

__ADS_1


" Bisa aku bertanya satu hal?" Suhu cantik itu tiba tiba bersuara lagi hingga membuat Abhi menoleh ke arahnya.


" Katakan..." Abhi penasaran dengan apa yang akan di tanyakan oleh wanita itu, kini dia dengan sepenuhnya melihat ke arah nya, memutar badannya agar dia lebih leluasa melihatnya.


" Kau yakin dengan keputusan mu memihak tim ku?, maksud ku ini adalah sindikat besar dan jika kau ketahuan melindungi, kau akan di pecat dari jabatan mu..." Wanita itu sebenarnya takut bahwa laki laki yang baik ini akan mendapatkan masalah jika dia ketahui oleh komandan nya. Di tambah sekarang komandan nya adalah bukan orang nya, dia takut jika orang lain malah terkena imbas nya karena pekerjaannya.


" Kenapa kau bertanya seperti itu?, apa ada yang kau pikirkan?" Abhi dan Suhu itu saling bertatapan sebentar, sebelum akhirnya Suhu cantik itu memutus tatapan itu.


" Entahlah, aku takut kau terkena imbas dari masalah ku. Aku tak ingin ada orang yang menanggung akibatnya atas apa yang aku kerjakan..." Abhi menghela nafas nya ketika mendengar jawaban dari wanita itu.


" Mungkin ini adalah pengalaman pertama ku bergabung di dunia gelap yang masih berstatus menjadi police, tapi aku juga tak bisa berbohong bawa aku nyaman dengan kelompok mu, meskipun sebenarnya aku tahu siapa kelompok mu, dan pekerjaan apa saja yang kalian lakukan. Tapi sejauh ini aku sungguh nyaman maka dari itu aku ingin melindungi kejahatan kalian, aku akan menjadi tameng buat kalian..." Suhu itu menatap laki laki yang berkata dengan sungguh sungguh. Mencari kebohongan di mata laki laki itu, tapi nihil dia tak menemukan nya, semua yang dia katakan kini benar.



" Dari hati dan pikiran. Mungkin awal awal nya hati sedikit memberontak, tapi semakin ke sini mereka berdua bersatu untuk tetap berada di sisi kalian..." Jawabnya dengan tersenyum.


" Kau yakin?, kau akan di cap sebagai police pengkhianat karena melindungi para penjahat."

__ADS_1


" Aku tahu tapi aku tak peduli, jika aku tak suka dan tak nyaman mungkin aku tak akan melindungi mu dan repot repot membawa mu di sini. Tapi hati dan pikiran ku kini bersatu dan menetapkan pilihan untuk melindungi kalian semua. Jika aku ketahuan oleh komandan ku, aku siap untuk di pecat dari kesatuan ku..." Jawabnya dengan tegas, membuat wanita itu kini menatapnya dengan kagum.


" Kau yakin dengan pilihan mu?, maksud ku sebelum semua nya terlambat..." Wanita itu mencoba menyakinkan nya.


Abhi mengangguk pelan dan tersenyum kecut karena apa yang dia ambil adalah keputusan yang salah tapi entah kenapa hati dan pikiran nya malah ingin mengambil keputusan yang salah itu, bahkan dia tak takut jika kesatuan nya mengetahui nya, dia siap di pecat meskipun itu tak secara hormat.


" Apa yang mengubah mu seperti ini, aku mendengar dari Andre bahwa kau dulu sangat ambisi dengan tuan Zac dan kau sendiri yang ingin menghajar Andre ketika kau mengetahui dirinya kabur dari penjara..." Wanita itu kini masih ingin menanyakan apa saja yang ada di pikiran nya, rasa penasaran seakan menghantui pikiran wanita itu.


" Mungkin karena kalian merangkul masuk ke dalam lingkaran kalian, bahkan kalian juga membantu adik ku bebas dari penculikan itu, meskipun yang aku tahu adalah Zac yang telah menyelamatkan nya, tapi entahlah aku juga tak tahu pasti yang jelas aku nyaman dengan kalian..." Katanya dengan kembali menatap ke depan.


" Atau jangan jangan kau ingin mendekati ku jadi kau ingin tetap di sini bersama ku?" Wanita itu tertawa keras ketika ingin menggoda laki laki itu, dia mencoba mencairkan suasana nya agar tak terlalu tegang, dari tadi obrolan mereka terlalu serius.


Abhi hanya tersenyum menanggapi apa yang di katakan wanita itu, tawa wanita itu membuat jantungnya terasa ingin lompat keluar, hanya melihat tawa nya bisa membuat laki laki dingin itu ikut tertawa.


" Kau terlalu percaya diri Suhu..." Jawabnya dengan mengulum senyum nya.


" Aku tak percaya diri, bukti nya kau kemarin mencium ku..." Wanita itu kini seakan memancing obrolan yang lebih dalam. Abhi baru sadar bahwa kejadian kemarin membuatnya harus di goda oleh wanita bertato itu.

__ADS_1


" Eh.. kau mengingat nya?" Sebuah pertanyaan yang langsung membuat wanita itu menghentikan tawa nya. " Atau kau susah melupakan ciuman itu?, itu bukan ciuman yang sesungguhnya..." Abhi kini malah membalas godaan yang di berikan wanita itu, Abhi kini menahan senyumnya ketika wanita itu tak mengatakan apapun lagi, dia malah terdiam seketika.


Wanita yang garang di markas nya kini bisa tertawa lepas di sini, bahkan dengan sengaja mencoba selalu menggoda laki laki yang menjadi tameng untuk kelompok nya. Abhi kini melihat sisi lain dari wanita yang tubuhnya di penuh tato.


__ADS_2