Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim3_ Ini Hanya Awal 7


__ADS_3

Andriano beserta Peter kini hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar ketika mereka secara tiba tiba di lingkari oleh laki laki tegap, mereka kini menatap kedua orang yang tengah pucat pasi seakan tak memiliki darah sama sekali. Peter kini merasa geram kepada menantunya yang tak tahu apapun dan membuat masalah seperti ini.


" Tidak ada apa apa, kami hanya mengobrol dengan bos kalian..." Peter kini menjawabnya dengan gugup.


" Bos..." Salah satu dari mereka kini menatap kedua laki laki yang tak bisa berkutik itu.


" Seperti nya mereka ingin bermain main dengan kita Bro, lihat saja tampangnya seakan menantang ke kita..." Salah satu dari mereka kini yang berada di dekat Adriano kini menepuk pipi Adriano dengan cukup pelan tapi hanya seperti itu membuat Adriano sudah tak karuan jantungnya.


" Bos katakan apa mereka menganggu anda?, maka dengan senang hati kami menjadikan dia samsak hidup hidup di luar sana."


" Kita lama tak menghajar orang Bos, nampaknya mereka cukup untuk menjadi latihan kami hari ini..." Timpal yang lain juga.


Alex beserta istrinya tak ada yang menjawab mereka hanya diam, mereka cukup menguji ketakutan kedua laki laki yang ada di depannya itu. Dan ini semua adalah tontonan yang akan menyenangkan untuk mereka saksikan.


" Madam kami hanya mengobrol bukan?, kami tak sedang mencari masalah dengan anda?, katakan kepada mereka..." Peter kini memohon. Untuk kesekian kalinya Peter merendahkan harga dirinya, dia lebih baik membuang harga dirinya di banding dengan melawan mereka.


" Jangan memohon kepada Bos kami laki laki tua, dari tadi kalian berdua sudah cukup untuk bicara, sekarang giliran tangan kami yang bicara..." Salah satu dari mereka kini mencengkram kuat baju yang di kenakan oleh Peter.

__ADS_1


Peter dan Adriano kini seakan tak memiliki nyali sama sekali, mereka berdua sama sama sport jantung, mereka sama sama di buat tak karuan. Nafasnya seakan memburu ketakutan, jantungnya seakan ingin lari dari rongga tubuhnya.


" Sudahlah mereka hanya ingin bicara kepada kami, lepaskan mereka. Kasihan jika kalian menjadikan samsak mereka bukan lawan yang tangguh. Tak akan asik melawan nya, mereka hanya akan bisa pasrah..." Kini Alex menyudahi drama di sana ketika mata Albert dari kejauhan cukup membuat kode agar menghentikan ini semua.


" Baiklah Bos..." Kini mereka semua yang mengelilingi mereka tersebut kini langsung membubarkan diri.


" Terima kasih..." Ucap Peter dengan lega. " Bilang terima kasih kepada mereka, jika tidak kita habis dengan mereka..." Bisik sang Ayah mertua itu membuat Adriano menatap sang Ayah. " Katakan atau kau akan habis..." Peter kini menekan kata katanya dengan rasa geram, karena menantunya itu tak ingin mengatakan apa yang harus dia katakan.


" Terima kasih..." Adriano kini yang merasa tak ingin merendahkan harga dirinya dia berucap dengan terpaksa dan pelan. Setelah itu dia langsung meninggalkan cafe dengan langkah cepat.


Peter yang melihatnya kini membuang nafasnya dengan kasar, menantunya itu kini membuat dirinya harus memohon ampunan kepada kedua anak muda. Tapi jika dia tak melakukan ini, dia harus berhadapan dengan orang orang yang begitu kejam. Siapa yang tak mengetahui nama Mafia Dragon Red, nama itu dari dulu selalu di kenal semua orang, dengan kejahatan yang tak kenal kata kata ampun. Hukum Rimba di terapkan di kelompok Mafia tersebut.


Setelah melihat kepergian mereka berdua dari cafe kini kedua orang yang dari tadi hanya melihatnya dari balik tembok besar itu kini keluar dari sarang persembunyiannya. Sedangkan Alex berserta sang istri kini juga menghampiri Albert yang duduk dengan tenang di sana.


" Kalian hebat..." Puji Albert ketika Alex berserta sang istri kini duduk di depannya.


" Kakak hebat, aku tak menyangka kakak yang memiliki wajah cantik dan lembut ini, Juga bisa mengancam mereka..." Sambung gadis polos yang dari tadi menyaksikan pertengkaran di sana.

__ADS_1


" Maria kau harus banyak belajar dari hidup mu. Kau boleh menjadi wanita baik dan lembut tapi kau juga harus mengunakan kejahatan mu di posisi yang tepat juga. Jika mereka tadi kita beri kelembutan maka mereka akan kurang ajar, mereka tak pantas mendapatkan hati kita yang baik, kita harus beri mereka sedikit pelajaran..." Allinna kini menyentuh tangan gadis lugu itu, dia menatap Maria dengan tatapan iba. Gadis muda yang harus memiliki dendam kepada keluarganya sendiri.


" Apa yang di katakan oleh Cla benar, kadang kau harus bersikap keras kepada orang yang tak bisa kita beri hati..." Timpal Andre yang sedari tadi menyusun rencana dengan tim nya yang kini sudah siap pergi.


" Baiklah aku akan ingat kata kata kalian semu, maka ingat Om kau akan menjadi orang pertama yang akan aku jahati..." Ucapnya dengan tersenyum.


" Sayang apa kau lupa kalau kita sepasang kekasih?, sepasang kekasih tak boleh saling menyerang. Tapi jika menyerangnya dengan kenikmatan maka aku akan senang hati..." Goda Andre yang membuat semua orang yang ada di sana hanya geleng geleng kepala.


" Dengar Om Andre sayang, kau itu sudah tua dan aki aki, jadi jangan bahas tentang kenikmatan. Kemampuan mu tak akan sanggup untuk membuat aku puas...." Balas nya dengan menyerang Andre.


" Wouw.. Ndre, lu di remehkan?, astaga gadis kecil yang pertama kali meremehkan lu..." Albert kini dengan senang hati memberikan bumbu perkataan kedua orang yang sedang saling menggoda itu.


" Dia memang payah Om Albert, dia itu sudah aki aki, jadi gak bakal mungkin sanggup untuk memuaskan aku seperti yang selalu dia banggakan itu..." Sepertinya Maria saat ini sedang menguji ketua perampok yang ada di sebelahnya itu.


" Kau ingin mencobanya sayang?, kita buktikan nanti setelah tiba di rumah oke..." Andre kini berbisik pelan dengan mencuri ciuman di pipi gadis itu.


Maria kini melotot ke arah Andre ketika ciuman itu menyasar kearah pipi nya. " Lihatlah dengan mencium pipinya saja dia sudah marah dan ketakutan..." Andre kini tertawa kencang di sana membuat semua orang yang melihatnya hanya geleng geleng kepala.

__ADS_1


" Dasar aki aki mesum..." Maria kini memukul lengan Andre yang membuat laki laki itu tak merasakan apapun.


Semua nya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil. Andre yang umurnya sudah 35 kini harus menghadapi gadis lugu yang selalu membuatnya tertawa di setiap harinya. Jantung nya seakan di buat tak karuan ketika melihat senyum nya yang begitu polos. Entah sadar atau tidak yang jelas benih benih cinta itu kini tumbuh di antara mereka berdua.


__ADS_2