Wanita Nakal

Wanita Nakal
Wanita Nakal Musim 3_ Wedding 2


__ADS_3

Semua terpanah melihat kecantikan dari pengantin wanita yang berjalan masuk pelan dengan di gandeng sang kakak laki laki nya. Semua orang yang ada di sana tersenyum bahagia ketika melihat pasangan yang begitu sulit mendapatkan restu kemarin, serta pernikahan yang tertunda kemarin kini akan melangsungkan pernikahan yang sederhana.


" Aku berikan adik ku pada mu, kau harus menjaga nya seperti aku menjaga nya..." Ucap pelan Abhi kepada calon adik ipar nya itu.


" Aku akan mengantikan tugas mu mulai sekarang bro..." Jawabnya dengan pelan juga.


Abhi memberikan tangan sang adik kepada calon suaminya, dia menggenggam tangan calon istrinya itu dengan erat. Matanya terpaku dengan kecantikan Valarie, dari tadi laki laki gondrong itu sama sekali tak berkedip melihat nya.


" Kau sangat cantik..." Bisiknya dengan pelan.


" Terima kasih, kau juga sangat tampan..." Jawabnya dengan berbisik juga.



" Ada apa dengan bos mu?, kenapa wajahnya penuh dengan rasa khawatir?" Kris juga melihat ada kerutan kecemasan yang ada di wajah bos muda nya itu, harusnya tak ada kerutan itu.


Steve yang tak mungkin bisa berbohong kepada teman nya dia hanya menghela nafas nya sebelum dia bicara. " Hugo kembali Kris.. dia saat ini tengah mengincar bos, tapi dia juga telah tahu kelemahan bos..." Steve akhirnya mengatakannya dan Kris di buat tak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Kau yakin dia Hugo yang sama?" Kris tak percaya bahwa laki laki itu adalah Hugo yang sama dengan musuh bos muda nya itu.


" Aku sudah selidiki, dan aku belum menemukan tempat persembunyian nya kali ini. Albert sekarang yang sedang mencari di mana tempat persembunyian nya..." Steve mengusap wajah kasar nya dengan rasa cemas, dia juga cemas jika Hugo itu muncul tak masalah bagi nya, itu malah lebih baik. Yang jadi masalah adalah nona muda nya yang tak tahu apapun pasti akan menjadi umpan untuk mereka untuk membuat bos nya keluar.


" Setelah ini kita akan bahas..." Steve mengangguk, dia lebih baik berkata jujur kepada Kris dari pada dia menutupi semuanya dan tak mendapatkan bantuan dari siapapun.


" Silahkan baca sumpah pernikahan..." Kata sang Pastur.


Aku Zac Kozan mengambil Valarie Octavia Phelix menjadi istrinya, pendamping hidup,


Aku Valarie Octavia Phelix mengambil Zac Kozan menjadi suami, pendamping *hidup ku,


Menjaga nya, mencintai nya, mengasihinya dengan sepenuh jiwa,

__ADS_1


Menerima nya dengan suka maupun duka, menerima nya dalam keadaan apapun,


Saling bersama dalam segala hal, menjadikan nya hanya satu ratu di rumah tangga kami,


Menjadikan nya hanya satu raja di rumah kami,


Kami akan hidup berdua sampai kakek dan nenek,


Menghabiskan waktu bersama hingga cucu kami lahir,


Tak ada yang bisa memisahkan kita, hanya maut yang mampu memisahkan kita,


Hanya maut yang mampu memisahkan kita, Amien


Amien*.


Sumpah pernikahan itu membuat semua orang yang di sana terharu dan mereka saling mengingat momen di mana mereka dulu sebelum menikah juga harus menghadapi berbagai ujian.


Zac dan Val kini saling berhadapan dengan sama sama tersenyum. Zac memasangkan cincin sederhana tapi cantik, itu adalah cincin peninggalan ibunya yang di simpan oleh Jovanka.


" Kalian sah sebagi suami istri mulai sekarang..." Katanya lagi.


Zac memajukan wajahnya, menggapai bibir istri nya yang dari tadi menganggu pikiran nya itu. Sedikit meluma* nya, suara tepuk tangan dari keluarga membuat mereka sedikit terkejut tapi mereka masih asing dengan aktifitas mereka.


" Kasihan para jomblo..." Teriakan dari Alex membuat kedua insan yang sedang bahagia itu langsung melepaskan ciuman itu dengan senyum mereka yang begitu mengembang.


" Kau membuat ku malu sayang..." Val memukul lengan suami nya itu dengan rasa yang menahan rasa malu nya, wajah nya yang memerah menambah kesan ayu pada wanita itu.



" Kau adalah istri ku sekarang sayang, aku tak percaya bisa menikah dengan mu, terima kasih..." Zac bukan nya menjawab apa yang di katakan oleh istrinya itu.

__ADS_1


Semua orang yang di sana tersenyum bahagia karena bisa menyaksikan pernikahan kedua insan yang sedang jatuh cinta itu.


" Mereka sangat bahagia honey?" Jovanka berbisik kepada suami nya dengan sikap nya yang selalu manja kepada Jonathan dan Jonathan tak pernah memasalahkan sikap istrinya itu yang manja kepadanya meskipun di tempat umum.


" Tapi wajah Zac tak bisa berbohong, bawa ada yang sedang dia sembunyikan dari ku sayang, kerutan kegelisahan itu dari tadi ada. Aku pikir bawa dia hanya gugup karena dia menikah, tapi setelah sumpah kerutan itu masih ada di wajah nya..." Jonathan dari tadi ternyata mengamati wajah sepupunya itu, Zac tak akan berhasil membohongi sepupunya jika dia berbohong jika di tanya.



" Kau tak bertanya tadi kepada nya?, atau kau tak bertemu tadi?"


" Tadi aku bertemu dan dia mengatakan bawa dia hanya gugup. Tapi sekarang aku tak percaya bawa dia gugup. Aku yakin dia sedang menyembunyikan masalah nya..." Jonathan tahu betul bagaimana sikap sepupunya itu, hanya Jonathan yang tahu seperti apa wajah gelisah sepupunya itu.


Zac mempunyai sifat yang cenderung tenang, wajah nya yang tenang membuat semua orang mengira dia tak memiliki masalah apapun, tapi jika sudah berhadapan dengan Jonathan di pastikan bawa Zac tak akan bisa menutupi kegelisahan nya itu.


" Selamat bro atas pernikahan mu..." Alex serta Cla memberikan selamat kepada pengantin itu setelah acara mereka selesai.


" Terima kasih karena kalian sudah datang..." Zac tersenyum kepada kedua tamu itu. " Selamat juga atas kehamilan mu yang kedua Cla..." Sambungnya dengan menatap wanita hamil yang sedang di gandeng suami nya itu.


" Terima kasih..." Cla yang dulu mampu membuat hati Zac kagum kini merasa senang karena wanita itu akhirnya bahagia dengan suami nya, dan Cla juga senang akhirnya laki laki itu bahagia dengan pilihan nya.


" Zac, Val, selamat atas pernikahan kalian berdua..." Abhi yang dari tadi ingin menghampiri adik nya itu, segera memeluk adiknya dengan rasa haru nya, akhirnya dia bisa mengantarkan adiknya menikah dan merestui pernikahan ini.


" Kakak terima kasih..." Ucapnya dengan meneteskan air mata nya. " Andaikan ayah dan ibu ada serta kakek nenek juga ada kak, aku yakin mereka bahagia melihat aku menikah..." Sambungnya lagi dengan tetap memeluk kakak nya itu.


" Mereka pasti bahagia dia sana sayang, jangan pikirkan orang yang sudah tak ada..." Katanya dengan melepaskan pelukan itu.


" Kau harus jaga adik ku, jika terjadi apa apa dengannya kau yang akan mati di tangan ku..." Ancamnya dengan tegas.


" Aku akan menjaga nya, nyawa ku taruhan nya jika istri ku terluka..." Jawabnya dengan tegas, istri mana yang tak terharu serta tersanjung ketika mendengar suaminya berani mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi nya.


Sang kakak tersenyum, dia tahu bagaimana laki laki itu akan melindungi adik nya dari para musuh musuh nya itu. Dia sekarang tahu seperti apa kekuasan adik iparnya itu, meskipun dia belum tahu apa benar adik nya itu memiliki kelompok mafia yang selama ini dia tuduhkan kepadanya. Tapi meskipun benar pun saat ini tak jadi masalah bagi nya, yang terpenting sekarang ada keselamatan adik nya dan membongkar siapa yang menyerang adiknya dan dalang di balik kematian kedua orang tua nya.

__ADS_1


__ADS_2