
" Dokumen apa yang Ayah cari?" Anna kini segera melangkah mendekati Ayahnya karena ini untuk pertama kalinya sang putri tahu bahwa di dalam rumah itu sang Ayah menyimpan dokumen.
" Dokumen penting Ayah. Ayah menyimpan nya di meja kerja Ayah. Tidak mungkin bahwa perampok itu mengambil dokumen yang tidak ada harga nya sama sekali?" Katanya dengan panik, dia panik karena dokumen itu adalah yang membuat dirinya ada di titik ini.
" Mungkin Ayah lupa meletakan nya, nanti aku akan membantu mencarinya..." Timpal Adriano yang berjalan dengan pelan.
" Nanti kami akan membantu mencari Yah, aku mau mengobati luka suami Anna dulu."
" Kenapa dengan mu?" Kini sang Ayah baru menyadari bahwa menantunya itu kini babak belur.
" Ada orang yang tidak aku kenal tiba tiba menyerang ku."
Peter kini menatap menantunya dengan senyum sinis, dia menatapnya dengan penuh mengejek. " Aku yakin itu orang orang yang tadi ada di cafe, sudah ku katakan untuk tidak bertindak bodoh. Mereka bukan lawan mu ataupun bukan lawan Ayah."
" Tapi wajah mereka asing Yah, dan semua orang tadi tak ada dari orang orang yang berada di cafe..." Memang orang orang yang tadi menghajar Adriano bukanlah orang yang berada di cafe melainkan orang orang Andre yang dari tadi bersembunyi untuk mengamati wajah dari lawan nya.
__ADS_1
" Kau itu bodoh, dari dulu suami mu itu bodoh. Katakan pada suami mu yang bodoh itu untuk lebih hati hati dengan semua orang, nyawa nya mungkin saat ini sedang terancam..." Ucapnya dengan sinis dan kemudian meninggalkan putri dan menantunya yang hanya menatap dengan datar.
Sedangkan Anna berserta sang suami kini masuk ke dalam kamarnya, Anna kini mengobati luka lebam yang ada di wajah suaminya itu. Anna kini memikirkan apa yang di katakan Ayah nya tentang kebodohan apa yang di lakukan oleh suaminya itu.
" Sebenarnya apa yang kamu lakukan di cafe tadi?, sepertinya Ayah sangat kesal dan begitu marah dengan mu?"
Adriano menceritakan semuanya dari awal hingga ada perdebatan kecil dan aksi saling mengancam itu, Adriano juga tidak luput menceritakan tentang sang Ayahnya yang tiba tiba datang dan menunduk meminta maaf, Adriano juga mengatakan seakan Ayahnya membuang harga dirinya di depan anak muda itu.
" Bahkan Ayah seperti mengemis kepada mereka untuk hanya kata kata maaf. Kau tabu Ma, mereka begitu arogan. Meskipun Ayah sudah menunduk maaf tapi mereka tak ingin langsung memberikan maaf. Mereka terlalu sombong dan mereka juga mengunggulkan Ayah nya. Dan Ayah seperti ketakutan ketika mereka mengatakan tentang Ayah mereka...." Adriano menceritakan semuanya dan itu membuat Anna mulai bingung. Yang dia tahu sang Ayah tak mungkin merendahkan harga dirinya jika tanpa alasan yang tertentu.
" Kau tahu Ayah dari mereka adalah pimpinan Mafia Dragon Red. Kau pernah mendengar nama itu kan?"
" Kau itu bodoh, harusnya jika kau ingin melawan mereka kau tidak perlu terburu-buru. Kau harus memikirkan matang matang. Mereka tidak akan tinggal diam jika tahu kau menabuh genderang perang. Kau terlalu ceroboh dan itu membuat Ayah yang harus menurunkan ego nya untuk meminta maaf. Kau dan Ayah adalah berbeda, kau hanya beberapa tahun berada di dunia bisnis sedangkan Ayah sudah lama, jadi kau harus tahu apa saja strategi apa saja yang akan di gunakan untuk melawan mereka semua..." Adriano kini diam dia tak menjawab, dia memikirkan apa yang di katakan oleh istrinya benar. Jika dia terlalu terburu-buru maka nasibnya mungkin akan jauh lebih buruk dari ini semua.
Sedangkan Peter kini gelisah bukan main, dia mencari dokumen yang begitu penting di hidupnya. Dokumen yang dia jaga dari bertahun tahun kini malah menghilang begitu saja. Peter mengacak acak ruang kerjanya itu, dia mencari dokumen yang sangat berharga tapi hasilnya tetap tak ada, hasilnya tak ada di sana.
__ADS_1
" Tidak mungkin jika perampok itu yang mencurinya?, buat apa mereka mencurinya?, apa mereka akan meminta imbalan yang lebih besar dari hasil yang mereka curi dari sini?" Peter kini memijat pelipisnya, dia merasa sakit kepalanya ketika memikirkan semuanya.
Peter kini menghela nafasnya dengan kasar, kepalanya berdenyut hebat ketika memikirkan nasibnya yang di ambang kehancuran ini. Peter kini berdiri dan dia menghubungi sang pengacara yang tak lain adalah teman nya sendiri.
" Peter ada masalah..." Peter yang belum sempat menghubungi pengacaranya kini secara tiba tiba sang pengacara menghubunginya dulu.
" Jeremi ada apa?, kenapa suaranya tiba tiba panik?, aku baru saja ingin menghubungi mu?" Peter kini di buat bingung ketika teman nya sang pengacara itu tiba tiba menghubunginya dengan suara paniknya.
" Peter meja kerja ku di acak-acak orang yang tak aku kenal, bahkan kejadian ini tak ada di CCTV, semua barang barang ku aman tapi hanya dokumen penting mu tak ada di sini. Dan mereka hanya meninggalkan satu foto yang kita bertiga di restoran jepang dengan mendiang Yun menandatangani semuanya dan di sana ada tulisan bahwa kita telah menjebak nya...." Jeremi kini menceritakan semua yang ada di depannya dengan nada yang begitu panik dan cemas.
Peter kini di buat limbung dengan langsung duduk di kursi, dia sedikit terkejut bahwa dokumen yang sama telah hilang dan di curi.
" Peter kau mendengarkan ku?"
" Aku mendengarkannya. Dokumen yang ada di tangan ku juga hilang, ada yang merampok rumah ku kemarin dan semua CCTV telah di rusak."
__ADS_1
" Jadi barang bukti itu juga telah hilang?, astaga Peter apa yang harus kita lakukan?, ini akan menjadi lawan kita untuk menghancurkan kita berdua. Kau tahu semua bukti ada di sana semuanya. Jika mereka mengunakan untuk melawan kita bagaimana?"
" Siapa yang ingin melawan kita?, selama ini tak ada yang melawan kita. Keponakan Yun tak bisa melawan kita di pengadilan, karena kita memiliki bukti yang kuat dan semua identitas ku juga ada nama Heeney. Selama ini mereka tak ada yang berani melawan kita jadi mereka tak mungkin melawan kita. Aku rasa ini adalah musuh ku yang sedang bermasalah dengan ku. Kau tenang saja, aku yakin mereka hanya akan meminta imbalan yang besar..." Peter kini seakan menyakinkan dirinya bahwa keponakan dari teman lamanya tak mungkin yang melakukan ini semua. Ini hanya orang orang yang sedang bermasalah dan hanya akan masalah uang yang mereka cari.